Zakat Emas & Perak

By azmi laznasaql on December 4, 2021 in Uncategorized

Sahabat Surga, perlu kita ketahui bahwa seseorang berkewajiban mengeluarkan zakat emas, perak, atau logam mulia yang ia miliki telah atau masih mencapai nishab. Terkait masalah ini, para ulama tidak ada perbedaan pendapat bahwa emas, perak atau logam mulia yang disimpan dan telah genap satu tahun harus dikeluarkan zakatnya setiap tahun selama masih mencapai nishab.

Dalil mengenai kewajiban zakat atas emas atau perak ini ada dalam Al-Quran Surat At-Taubah Ayat 34.

“…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”

Kewajiban zakat emas dan perak juga didasari dari beberapa hadits lainnya, salah satunya adalah hadits riwayat Abu Dawud rahimahullah:

“Jika engkau memiliki perak 200 dirham dan telah mencapai haul (satu tahun), maka darinya wajib zakat 5 dirham. Dan untuk emas, anda tidak wajib menzakatinya kecuali telah mencapai 20 dinar, maka darinya wajib zakat setengah dinar, lalu dalam setiap kelebihannya wajib dizakati sesuai prosentasenya.” (HR. Abu Dawud)

Zakat emas wajib dikenakan zakat jika emas yang tersimpan telah mencapai atau melebihi nisabnya yakni 85 gram (mengikuti harga Buy Back emas pada hari dimana zakat akan ditunaikan), kadar zakat emas adalah 2,5%. Sementara itu, zakat perak wajib ditunaikan jika perak yang dimiliki telah mencapai atau melebihi nisab sebesar 595 gram, kadar zakatnya ialah 2,5% dari perak yang dimiliki.

Untuk itu sebagai umat muslim kita harus paham bagaimana cara perhitungan mengenai zakat emas dan perak. Berikut ketentuan dan menghitung zakat emas dan perak yang wajib kita ketahui.

Ketentuan ZAKAT EMAS :

1. Mencapai haul

2. Mencapai nishab = 85 gr emas murni.

    Misalnya 20 dinar = (1 dinar = 4,25 gr; 20 x 4,25 gr = 85 gr)

3. Besar zakat 2,5 %.

Cara Menghitungnya :

ZAKAT EMAS = EMAS YANG DIMILIKI  x  HARGA EMAS/gram  x 2,5%

Bapak Fulan memiliki emas yang tersimpan sebanyak 90 gram (melebihi nisab), maka emasnya sudah wajib untuk dizakatkan. Jika ingin menunaikan zakat emas dengan uang, maka emas tersebut perlu di konversikan dulu nilainya dengan harga emas saat hendak ingin menunaikan zakat, misalnya harga emas hari ini adalah Rp.800.000,-/gram, maka 90 gram senilai Rp.72.000.000,-. Zakat emas yang perlu Bapak Fulan tunaikan adalah 2,5% x Rp.72.000.000,- = 1.800.000,-.

Ketentuan ZAKAT PERAK :

1. Mencapai haul 1 tahun

2. Mencapai nishab = 595 gr

    Misalnya 200 dirham = (1 dirham = 2,975 gr; 200 x 2,975 gr = 595 gr)

3. Besar zakat 2,5 %

Cara Menghitungnya :

ZAKAT PERAK = PERAK YANG DIMILIKI  x  HARGA PERAK/gram  x 2,5%

Ibu Fulan memiliki perak yang tersimpan sebanyak 600 gram (melebihi nisab), maka peraknya sudah wajib untuk dizakatkan. Jika ingin menunaikan zakat perak dengan uang, maka perak tersebut perlu di konversikan dulu nilainya dengan harga perak saat hendak ingin menunaikan zakat, misalnya harga perak hari ini adalah Rp. 10.555,-/gram, maka 600 gram senilai Rp 6.333.000,-. Zakat perak yang perlu Ibu Fulan tunaikan adalah 2,5% x Rp 6.333.000,- = Rp 158.325,-.

Bagaimana Cara Menunaikan Zakat Emas dan Perak

Ada berbagai cara untuk menunaikan zakat emas dan perak. Pertama bisa menunaikan zakatnya berupa emas secara langsung atau bisa dikonversikan terlebih dahulu ke dalam nilai rupiah.

Anda juga dapat menunaikan zakat emas dan perak melalui Laznas AQL

Klik Link berikut : Zakat Sekarang

Zakat Akhir Tahun

By azmi laznasaql on November 30, 2021 in Uncategorized

“Peliharalah hartamu dengan menunaikan zakat, obatilah orang-orang sakit dengan bersedekah dan tolaklah bencana dengan do’a.” (HR At-Thabrani)

Salah satu syarat wajib zakat adalah harta tersebut telah dimiliki atau telah diusahakan selama setahun oleh muzakki atau dalam bahasa Arabnya adalah telah berlalu satu haul. Dahulu ummat Islam mengacu perhitungan satu haul pada tahun Hijriah, dan banyak pula yang membayarkan zakatnya setiap dating bulan Ramadhan karena zakat wajib ditunaikan pada saat harta tersebut telah berlalu satu tahun dan sampai nishab. Artinya, kalau dimulainya Ramadhan, berarti nanti membayar zakatnya pada bulan Ramadhan, atau bulan lainnya.

Tetapi, di zaman modern sekarang orang lebih familiar menggunakan tahun Masehi, apalagi bagi perusahaan tahun bukunya dari 1 Januari sampai 31 Desember karena nanti berkaitan dengan pembagian dividen dan pajak. Karena agama kita memberikan kemudahan, maka sebagian ulama berpendapat tidak masalah jika dalam penghitungannya mengacu pada tahun Masehi. Artinya, ketika seseorang sudah memiliki harta lebih dari setahun dan mengikuti tahun Masehi maka dia zakat. Apalagi yang berkaitan dengan pencatatan selama setahun, misalnya kalau orang punya usaha dagang maka biasanya pencatatannya adalah mengikuti tahun Masehi.

Secara singkat Zakat akhir tahun adalah zakat yang dikeluarkan setiap akhir tahun masehi maupun hijriah, zakat ini meliputi harta berupa Emas/Perak, Saham, Investasi, Tabungan , harta dari usaha perdagangan, usaha perdagangan hewan ternak atau anda memilki perusahaan yang sudah dimiliki atau berjalan selama 1 tahun (Haulnya 1 tahun).

APA SIH ZAKAT ITU?

Zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan mengeluarkan 2,5% dari hartanya.

Harta yang dizakatkan wajib memenuhi syarat-syarat berikut :

  1. Milik penuh, harta yang dizakatkan wajib sepenuhnya dimiliki oleh muzakki.
  2. Berkembang, yaitu harta tersebut memiliki potensi berkembang bila diusahakan
  3. Mencapai Nisab, yakni harta tersebut sudah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan (senilai 85 gram emas)
  4. Lebih dari kebutuhan pokok
  5. Bebas dari hutang, apabila harta yang dizakatkan telah mencapai nishab tapi muzakki masih memiliki hutang yang apabila dikonversikan akan mengurangi harta yang dizakatkan maka tidak wajib menzakatkan harta melainkan untuk membayar hutang terlebih dahulu.
  6. Mencapai Haul, kepemilikan harta yang dizakatkan sudah mencapai haul atau genap satu tahun dalam hitungan hijriyah atau masehi.

Bagaimana Rumus Perhitungan Zakat :

  1. Zakat Emas/ Perak

Nisab:  Emas: 85 gr | Perak: 595 gr.

Rumus :  2,5 % x nilai harga emas/perak melebihi kadar nishab

  • Zakat Tabungan

Nisab : 85 gr emas

Rumus: Saldo akhir – bunga (jika di bank konvensional) x 2,5 %

  • Zakat Perdagangan

Nisab Zakat Perdagangan: 85 gr emas

Rumus: Nilai harga barang yang belum terjual/modal yang diputar + Laba + Piutang lancar– hutang jatuh tempo x 2.5%

  • Zakat Investasi Penyewaan Aset

Nishab            : dianalogikan dengan zakat pertanian yaitu setara nilai 520 kg beras

Haul                : tidak ada haul dikeluarkan saat mendapatkan hasilnya

Kadar              : Para ulama kontemporer seperti Abu Zahrah, Abdul wahab Kholaf, Yusuf Qordhowi menganalogikannya kedalam zakat pertanian yaitu dikeluarkan saat menghasilkan dari hasilnya, tanpa memasukkan unsur modal dengan tarif 5 % untuk penghasilan kotor dan 10 % untuk penghasilan bers

Rumus            : keuntungan hasil penyewaan aset – biaya operasional x 10 %

  • Zakat Saham

Nisab              : 85 gr emas   (dianalogikan dengan zakat perdagangan)

Rumus            : nilai kumulatif riil saham (book value + dividen) x 2,5 %

  • Zakat Perdagangan Hewan Ternak

Nisab              : 85 gr emas

Rumus: Laba + modal yg diputar/nilai harga hewan yang belum terjual + piutang – hutang jatuh tempo x 2,5 %

  • Zakat Perusahaan

Nisab              : 85 gr emas

Rumus            : Aktiva lancar – kewajiban jangka pendek x 2,5 %

 Tunaikan Zakat Anda Melalui LAZNAS AQL, KLIK DI SINI!

Tips dekat dengan Rasulullah SAW di Surga

By ahlulquran on November 20, 2021 in Artikel

Siapa sih yang tidak ingin bersama Rasulullah Nabi Muhammad SAW kelak saat di akhirat?

Pasti seluruh umat islam juga memimpikan dapat berjumpa dengan Rasul, karena siapapun yang dapat berjumpa dengan Rasul, maka niscaya orang tersebut berada ditingkat tertinggi di surga.

Nah berikut amalan yang bisa kamu lakukan untuk bertemu dengan Rasulullah :

  1. Orang yang senantiasa bershalawat kepada Rasulullah

Orang yang benar-benar mencintai Rasulullah adalah orang-orang yang senantiasa bershalawat kepada Rasulullah. Bahkan Allah bershalawat terhadap beliau, Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56).

Beshalawat kepada Rasulullah akan membuat dirinya menjadi dekat dengan Rasulullah, Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling terdekat (utama) kepadaku nanti pada hari kiamat adalah siapa yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi).

Bershalawat kepada Rasulullah juga merupakan suatu amalan yang dapat menghapus keburukan dalam diri kita. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa dari umatku yang membaca shalawat padaku satu shalawat dengan penuh ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat serta Allah menuliskan sepuluh kebaikan dan menghapus sepuluh keburukan.”  (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, orang yang tidak mau bershalawat ketika mendengar nama Rasulullah adalah orang yang paling bakhil. Rasulullah bersabda : “Yang benar-benar bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku di hadapannya, ia tidak mengucap shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

  1. Orang yang menyayangi anak yatim

Orang yang menyayangi anak yatim, akan Allah berikan ganjaran surga baginya. Rasulullah bersabda : “Siapa yang mengangkat anak yatim dari dua muslim (bapak dan ibunya) untuk ikut makan dan minum bersama, maka Allah langsung memasukkannya kedalam surga kecuali jika dia melakukan kesalahan yang tidak dimaafkan.” (HR. Tirmidzi).

Orang yang menyayangi anak yatim juga akan ditempatkan di tempat yang sangat dekat dengan Rasulullah. Rasulullah bersabda : “Aku dan orang-orang yang mengurus anak yatim di surga bagaikan ini, (beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya lalu merenggangkannya.” (HR. Bukhari).

Yuk sahabat, jangan enggan untuk membantu anak yatim karena begitu dahsyat keistimewaan orang-orang yang menyayangi anak-anak yatim. Dengan ikut berdonasi di  laznas aql,  InsyaaAllah kita termasuk orang-orang yang berada dekat dengan Rasulullah di akhirat nanti.

Amal Jariyah Adalah Investasi Akhirat Terbaik

By azmi laznasaql on November 13, 2021 in Artikel

      Salah satu hal yang sangat didambakan oleh sahabat Nabi terdahulu adalah memiliki pahala jariyah yang tidak terputus sampai kapanpun. Tentu saja, sebagai umat Islam kita pun pasti menginginkan hal tersebut. Walaupun sudah tiada di dunia, tapi pahala dari amalan kita masih mengalir.

Hal ini, seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut ini,
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

Jika salah satu dari ketiga hal tersebut kita amalkan, tentu Allah SWT akan membalas dengan pahala yang terus mengalir tanpa terputus. Tentunya harus dengan niat yang lurus dan ikhlas saat menjalankannya. Fokus kepada tujuan akhirat bukan pada dunia semata.

Dan Setidaknya ada 7 amal yang termasuk amal jariyah. Berikut haditsnya,

Artinya: “Ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya:

  1. orang yang mengajarkan ilmu agama
  2. orang yang mengalirkan sungai (yang mati)
  3. orang yang membuat sumur
  4. orang yang menanam kurma
  5. orang yang membangun masjid
  6. orang yang memberi mushaf Al-Qur’an, dan
  7. orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah dia wafat.
    ” (HR Baihaqi).”

Amalan-amalan di atas adalah amalan yang mendatangkan manfaat bagi orang lain, baik semasa hidup maupun sudah meninggal dunia. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

 

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR Ath-Thabrani).

Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan menjemput pahala untuk mendapatkan surga dengan cara membantu saudara-saudara kita di pelosok negeri yang masih kekurangan air bersih dengan cara sedekah air bersih dalam program Mata Air Kehidupan bersama Laznas AQL . Klik banner di bawah ini untuk berdonasi.

Mulianya Orang yang Menghafalkan Qur’an

By azmi laznasaql on November 6, 2021 in Uncategorized

KEMULIAAN SANG PENGHAFAL QUR’AN

Al Qur’an adalah kalamullah yang agung lagi tinggi, yang patut diagungkan dan ditinggikan.

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami pula yang benar-benar akan memeliharanya,” (QS. Al-Hijr : 9)

Penjagaan Al Qur’an adalah bentuk kemuliaan, di mana jika Al Qur’an adalah mulia, maka sang penjaganya akan mulia juga karenanya. Dan salah satu cara dari-Nya untuk selalu menjaga kalam agung-Nya adalah dengan memuliakan penghafal Al Qur’an.

Rasulullah SAW. bersabda: “Penghafal Al Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur’an akan berkata: ’Wahai Tuhanku bebaskanlah dia.’ Kemudian orang itu dipakaikan mahkota kehormatan. Al-Qur’an kembali meminta: ‘Wahai Tuhanku tambahkanlah.’ Maka orang itu dipakaikan jubah karomah. Kemudian Al Qur’an memohon lagi: ‘Wahai Tuhanku ridhoilah dia.’ Maka Allah pun meridhoinya. Dan diperintahkan kepada orang itu: ‘Bacalah dan terus naiki derajat-derajat Surga.’ Dan Allah menambahkan setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan. (HR. Tirmidzi)

Begitu agung dan mulianya penghafal Al Qur’an ini sampai-sampai Rosulullah SAW. mengabarkan betapa mulianya dirinya hingga Allah meridhoinya untuk menaiki derajat-derajat Surga. Inilah kemuliaan yang sesungguhnya, manakala sang hamba mengagungkan penciptanya dengan menghafal kalam-Nya.

Dan balasan Allah SWT. di akhirat tidak hanya bagi para penghafal dan ahli Al Quran saja, namun cahayanya juga menyentuh kedua orang tuanya, dan ia dapat memberikan sebagian cahaya itu kepadanya dengan berkah Al Quran.

Dari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? dijawab: “karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran”

Kedua orang tua itu mendapatkan kemuliaan dari Allah, karena keduanya berjasa mengarahkan anaknya untuk menghafal dan mempelajari Al Quran semenjak kecil.

Itulah kemuliaan-kemuliaan penghafal qur’an , mereka patut ditinggikan, dijunjung tinggi martabatnya, karena di dalam hatinya ada kalam Allah yang tersimpan dan selalu mengikuti setiap langkah kakinya. Bahkan kemuliaanya pun merambah kepada kedua orang tua manakala mereka memerintahkan sang anak agar mempelajari dan menghafal kitab-Nya.


Keutamaan Memberi Makan

By ahlulquran on October 16, 2021 in Artikel

      Makan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia, maka makan termasuk ke dalam kebutuhan primer yang wajib terpenuhi. Tidak hanya manusia , makhluk Allah SWT yang lainnya pun membutuhkan makan untuk bertahan hidup seperti hewan dan tumbuhan. Oleh karenanya memberi makan kepada makhluk Allah lainnya termasuk ke dalam bentuk ibadah yang sangat mulia.

“Jika dengan memberikan minum pada anjing bisa mendapatkan pengampunan dosa, maka memberi minum pada manusia tentu pula akan mendapatkan pahala yg besar.” (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari 5: 42)

Di dalam al-Jami’ al-Shagir, Imam Jalaluddin al-Suyuthi mengutip satu hadits Nabi SAW tentang orang yang akan mendapatkan perlindungan di bawah Arasy Allah SWT. Dia adalah orang yang memberi makan orang yang lapar. 

Tak hanya berpahala, memberi makan bahkan dipuji oleh Nabi SAW, “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.” (HR. Thabrani). Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” Nabi SAW menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikh Nawawi Banten menceritakan ulang di dalam karyanya Nashaihul Ibad tentang rahasia Nabi Ibrahim hingga menjadi khalilulllah (kekasih Allah). Nabi Ibrahim mengaku tidak makan sore dan makan pagi kecuali bersama tamu. Bahkan Nabi Ibrahim menempuh perjalanan sejauh 1 mil atau 2 mil sekadar mencari orang untuk menemaninya makan.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat sejumlah kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lalu seorang Arab Badui berdiri lalu bertanya, “Ya Rasulullah untuk siapa kamar-kamar itu?” Nabi SAW menjawab, “…untuk orang yang memberi makan …” (HR. Turmudzi).

Tak hanya beroleh kamar khusus, orang yang memberi makan juga akan masuk surga dari pintu khusus. Nabi SAW menginformasikan, “Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin  hingga membuatnya kenyang dari rasa lapar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain.” (HR. Thabrani).

Di dalam hadits Qudsi disebutkan orang yang memberi makan akan bertemu Allah SAW di sisi orang yang lapar. “Wahai anak Adam, Aku minta makan kepadamu, tetapi kamu tidak mau memberikan makan kepada-Ku”. Orang itu bertanya, “Wahai Tuhan, bagaimana caranya aku memberi makan kepada-Mu, sedang Engkau Tuhan penguasa alam semesta?”

Allah menjawab, “Ketahuilah, apakah kamu tidak peduli terhadap seorang hamba-Ku, yakni si fulan. Ia telah datang meminta makan kepadamu, namun kamu tidak memberinya makan. Ketahuilah, sekiranya kamu mau memberinya makan, maka kamu akan mendapati-Ku di sisinya.” (HR. Muslim).

Membaca hadisnya saja sudah membuat hati ini bergetar. Akankah seorang hamba seperti kita ini mampu bertemu dengan Allah SWT? Adalah sebuah impian yang Ketika menjadi nyata pun jiwa pasti akan lemah tak kuasa menahan Keagungan-Nya.

      MasyaaAllah, mari kita gerakkan jiwa dan raga kita agar semakin semangat membantu sesama umat muslim terlebih mereka yang memang membutuhkan, yang kelaparan. Agar setidaknya Allah mengakui bahwa kita ini memang hamba-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Klik banner ini untuk berdonasi dalam program Berbagi Pangan bersama Laznas AQL

Dakwah Dai Pedalaman

By azmi laznasaql on October 15, 2021 in Artikel

Masyarakat di pedalaman memiliki akses yang terbatas. Padahal, masyarakat pedalaman pun membutuhkan sosok dai untuk menjadi panutan sekaligus pembimbing mereka.
Karena pastinya masyarakat pedalaman minim akan ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama.

Kehadiran seorang dai dalam kondisi seperti ini sangat penting untuk memberikan penguatan, sehingga akidahnya tidak tergadaikan dengan keyakinan lain.

Ketika seorang dai menjadi tokoh sentral di tengah masyarakat, maka kehadirannya menjadi sangat penting sekali bagi kehidupan masyarakat. Umumnya di sejumlah tempat pedalaman, belum ada dai yang berasal dari sana untuk membimbing komunitasnya.

Sebut saja wilayah pedalaman Halmahera, kondisi geografis yang sulit dijangkau dan sempitnya penyebaran ilmu agama di sana.
Tentunya hal ini membuat Laznas AQL tergerak untuk turut berkontribusi dalam menguatkan pilar iman di beberapa wilayah pedalaman pelosok negeri Indonesia tercinta.

Namun, hal tersebut tentu saja tidak dapat serta merta terlaksana tanpa dukungan moril maupun materil dari seluruh umat.

Untuk menegakkan keimanan dalam sebuah wilayah perlu adanya sikap gotong royong dan uluran tangan dari umat guna mendukung terlaksananya dakwah ke seluruh pelosok negeri agar para da’i dapat tersebar menyebarkan ajaran agama Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah agar saudara-saudara kita tidak dehidrasi akan pengetahuan agama.

Mari bergabung bersama kami dalam program Laznas AQL, berinfaq di jalan Allah untuk kelangsungan hidup para da’i di pedalaman yang tentunya membutuhkan bantuan agar tetap melanjutkan misi menebarkan cahaya ilmu dan iman untuk saudara-saudara kita di pedalaman Indonesia.

Keutamaan Menunaikan Zakat

By azmi laznasaql on September 25, 2021 in Artikel

       Ibadah zakat merupakan rukun islam yang keempa. Zakat ini hukumnya bersifat wajib bagi mampu dan telah memenuhi syaratnya, yang artinya jika menunaikan zakat akan mendapatkan pahala, dan yang tidak melaksanakannya akan mendapat dosa. Zakat sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu zakat fitrah dan zakat mal atau harta. Zakat Fitrah merupakan zakat yang wajib ditunaikan setiap muslim pada saat bulan Ramadan sebagai pembersih atas perbuatan dosa dan menyempurnakan puasa. Di Indonesia zakat fitrah dibayarkan dengan beras sebanyak 2,5 kg atau uang senilai tersebut. Sementara zakat mal merupakan zakat harta benda yang wajib dikeluarkan seorang muslim yang telah berpenghasilan. Zakat mal dibayarkan jika harta itu sudah dimiliki penuh dan memenuhi nisab dan haulnya.

Dari sedikit penjelasan tentang zakat tadi, masih banyak kaum muslim yang masih awam tentang manfasat berzakat, apa hikmah yang dapat dirasakan oleh individu maupun masyarakat jika berzakat, Berikut adalah Keutaman-keutamaan menunaikan zakat

Zakat Menyempurnakan Agama

Zakat merupakan bagian dari pondasi rukun islam yang keempat, setelah Syahadat, Sholat, dan Puasa. Dengan menjalankan zakat, maka akan semakin sempurna ibadah seseorang dalam menjalankan perintah agama. Hal ini tentunya merupakan suatu tujuan dari setiap muslim demi mendapatkan ridho dari Allah SWT.

 Zakat Mensucikan dan Menambah Harta

Kata Zakat sendiri memiliki makna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Dapat diartikan dengan berzakat maka Allah SWT akan mensucikan harta dan jiwa kita dari dosa. Selain itu zakat juga bermakna An-Numuw, atau tumbuh dan berkembang. Makna ini semakin menegaskan bahwa orang yang  menunaikan zakat, Insya Allah hartanya akan terus bertambah dan berkembang sesusia

Berzakat mendapatkan Ampunan Dosa

Sebagaimana tertulis dalam Alquran surat Al Maidah ayat 12, yang menyatakan Allah berjanji mengampuni dosa-dosa hambanya yang mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul.

“Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari  jalan yang lurus.” (QS. Al Maidah: 12)

Berzakat dapat mendekatkan kepada Allah SWT

Menunaikan zakat adalah salah satu bentuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Zakat juga mengajarkan kita bagaimana menjadi pribadi yang pemurah, ikhlas dan tulus memberikan bantuan ke orang lain yang membutuhkan.

Zakat Mendatangkan Keberkahan

Salah satu makna zakat lainnya adalah Al-Barakatu, yang artinya berkah. Dengan membayarkan zakat atas harta yang kita miliki akan selalu dilimpahkan juga keberkahan oleh Allah SWT.  keberkahan harta ini tentunya akan berpengaruh pada keberkahan kita dalam menjalani hidup, Insya Allah.

      Mari membayar zakat dengan mudah bersama kami di program berkah zakat. Jazakumullah khayr ya untuk Sahabat Surga yang sudah membaca artikel ini dari awal sampai akhir. Semoga bisa menjadi lentera di tengah kegelapan dalam pemahaman Sahabat Surga semua.

KISAH MATA AIR MEMBAWA KEBERKAHAN

By ahlulquran on September 18, 2021 in Artikel

KISAH MATA AIR MEMBAWA KEBERKAHAN

      Sahabat Surga, ingat kah kamu dengan kisah Utsman bin Affan yang membeli sumur milik orang Yahudi? Suatu ketika, pada masa Nabi Muhammad SAW, Kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, yaitu Sumur Raumah. Rasa airnya mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah kemudian bersabda, “Wahai Sahabatku, siapa saja di c  antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala,” demikian hadis riwayat (HR. Muslim).

Mendengar hal itu, Utsman bin Affan yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan Sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi.

Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekali pun, Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari,” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

Utsman bin Affan yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa surga tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.

Ia pun membeli setengah sumur itu dan memilikinya secara bergantian. Akhirnya pemilik sebelumnya setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari itu juga separuh dari Sumur Raumah adalah milik Utsman.

Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di Sumur Raumah untuk mengambil air dengan gratis karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya.

Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk dua hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah.

Yahudi itupun mendatangi Utsman dan menawarkan untuk menjual sumur itu dengan harga yang sama. Utsman yang setuju lalu membelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumah pun menjadi milik Utsman seutuhnya.

Kemudian Utsman bin Affan mewakafkan Sumur Raumah. Sejak saat itu Sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk orang Yahudi pemilik lamanya.

      Membaca kisah di atas dari sosok Utsman bin Affan yang begitu mulia membantu umat dengan segala kecerdikannya melakukan negosiasi dengan Yahudi tanpa merugikan siapapun, justru dengan hal itu banyak orang yang bisa merasakan manfaat air sumur yang sudah dibeli Utsman bahkan pemilik semula sumur Raumah pun masih tetap merasakan manfaat dari airnya.

Belajar dari kisah Utsman bin Affan mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan menjemput pahala untuk mendapatkan surga dengan cara membantu saudara-saudara kita di pelosok negeri yang masih kekurangan air bersih dengan cara sedekah air bersih dalam program Mata Air Kehidupan bersama Laznas AQL . Klik banner di bawah ini untuk berdonasi.

KEUTAMAAN SEDEKAH MENURUT AL-QURAN DAN HADIS

By ahlulquran on September 18, 2021 in Artikel

     Sedekah merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan di sisi Allah apalagi bila dilakukan di bulan suci Ramadhan. Karena dengan bersedekah ada orang yang turut merasakan kenikmatan dari sebagian rejeki yang kita berikan. Yang kelaparan dengan kita bersedekah jadi bisa makan menikmati makanan yang kita berikan dengan sangat bahagia hatinya, yang kesulitan secara ekonomi jika kita bersedekah bisa terbantu untuk kehidupan hidupnya sehari-hari, yang memiliki hutang bisa terbantu untuk melunasi hutangnya dan sebagainya.

Tentu saja masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya bagi seseorang yang bersedekah menurut Al-Quran dan Hadis, apa saja kah itu? Mari kita simak ulasannya;

Ganjaran Harta Maupun Pahala Yang Berlipat Ganda

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki  maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18). 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang bermanfaat setelahnya.”

“Perumpaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada tiap tangkai ada seratu biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261). 

Sedekah Dapat Memanjangkan Usia dan Mencegah Kematian Yang Buruk

Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.”(HR. Thabrani). 

Sedekah Sebagai Penghapus Dosa, Seperti Air Memandakan Api

Rasulullah Saw bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi). 

Sedekah Dapat Menjauhkan Diri dari Api Neraka

Mengingat pahala berlipat ganda yang didapat serta dihapusnya dosa-dosa, maka kita pun bisa menjauhkan diri kita agar tidak masuk ke dalam neraka jahanam. Hal ini sebagai sabda Rasulullah SAW, “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (Muttafaqun ‘alaih). 

Mendapatkan Naungan di Hari Kiamat Karena Sedekah

“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya (pada hari kiamat) hingga diputuskan di antara manusia atau ia berkata: “Ditetapkan hukuman di antara manusia.” Yazid berkata: “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kue atau bawang merah atau seperti ini.” (HR. Al-Baihqi, Al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah). 

Dan dijelaskan pula dalam riwayat lainnya, bahwasannya Rasulullah Saw bersabda:

“Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad). 

     Demikianlah kelima keutamaan sedekah yang dapat menyelamatkan kita kelak di akhirat. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan ini. Selain bersedekah secara langsung, kita juga dapat melakukannya dengan mudah yaitu dengan sedekah online. Mari kita bersedekah, dan klik banner di bawah untuk sedekah yang membawa berkah bersama Laznas AQL.