KEUTAMAAN BERBAGI

By ahlulquran on June 13, 2023 in Artikel

      Ada banyak sekali manfaat yang bisa dihasilkan dari berbagi, baik itu bagi penerima maupun pemberi. Sedekah menjadi amal yang mampu menambah dari kekurangan yang dimiliki seseorang. Kekurangan itu bisa terisi dan menjadi tercukupi. Dengan sedekah, kita bisa meringankan beban yang dimiliki seseorang hingga membuatnya tersenyum. 

      Sedekah tidak hanya berpatok pada harta benda saja, sehingga membuat sebagian dari kita berpikir ulang melakukan amal baik ini. Hal-hal non materi pun bisa saja dikatakan sebagai sedekah. Seperti, menolong orang lain baik dengan tenaga maupun pikiran, memberi nafkah keluarga atau istri, menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan pun masuk ke dalam sedekah. 

      Sampai dengan hal yang paling sederhana seperti murah senyum kepada orang lain pun, adalah sedekah. Seperti yang Rasulullah sampaikan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah”. (HR. At-Tirmidzi). 

      Melihat ada banyaknya cara untuk berbuat baik dengan sedekah ini. Rasanya, tidak ada lagi alasan untuk berkata tidak melakukannya. Bagi yang belum mengetahui, sekiranya ada 5 keutamaan bersedekah sebagaimana yang sudah disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun hadits. 

  1. Melipatgandakan Rezeki dan Pahala

Salah satu keutamaan amalan sedekah adalah akan memberikan banyak keistimewaan kepada setiap pelakunya. Misalnya, mampu untuk melipatgandakan rezeki. Jadi, saat bersedekah bukan berarti hartamu akan cepat habis. Justru dengan rajin melakukan amalan sedekah, seseorang bisa terus mendapatkan harta lagi dan lagi dengan porsi yang lebih banyak. Dengan demikian, tidak perlu ragu lagi melakukan sedekah sebab sedekah akan membawa keutamaan luar biasa.

Bukan hanya rezeki saja yang akan dilipatgandakan oleh Allah SWT saat seseorang melakukan sedekah. Akan tetapi, pahala yang diberikan pun akan berlipat ganda. Ini adalah keutamaan yang sangat istimewa dari sedekah. Maka dari itu, seorang muslim sangat dianjurkan untuk rajin melakukan sedekah. Jangan sampai berburuk sangka bahwa harta akan habis karena bersedekah. Justru harta akan tetap bertambah saat rajin bersedekah. Begitu juga dengan pahala yang dituai akan semakin banyak, lagi dan lagi.

  1. Menghapus Dosa dan Menyembuhkan Penyakit

Keutamaan sedekah lainnya adalah untuk menghapus dosa-dosa. Sebagai manusia biasa yang hidup di bumi dan di akhir zaman, tentu tidak akan terluput dari dosa-dosa. Namun, Maha Baik Allah SWT yang masih terus memberi kesempatan dan jalan untuk menghapus dosa-dosa mereka. Salah satunya dengan cara bersedekah. Sedekah menjadi amalan atau perbuatan yang sangat istimewa.

Sedekah akan mempermudah umat Islam guna menghapus dosa-dosa. Bahkan sedekah diibaratkan seperti air yang menyiram dan memadamkan api. Karena itulah sangat disarankan untuk melakukan sedekah. Namun, tetaplah diniatkan untuk Allah SWT. Jangan sampai bersedekah hanya karena ingin terlihat baik di mata sesama manusia.

Sedekah ternyata juga mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan umat muslim diminta untuk membentengi harta dengan zakat dan mengobati orang sakit dengan bersedekah.

  1. Memberi Naungan di Akhirat

Sedekah sungguh merupakan amalan yang amat mulia. Sebab, sedekah memiliki keutamaan utama bagi pemberinya yaitu mampu memberikan naungan kelak di akhirat nanti. Karena itulah sebaiknya rutin melakukan sedekah. Apalagi sedekah di waktu-waktu penting. Misalnya, sedekah subuh yang dilakukan selepas shalat subuh maupun sebelum benar-benar matahari terbit di ufuk barat.

  1. Menghindarkan Diri dari Adanya Marabahaya dan Petaka

Sedekah memang tameng terbaik untuk diri. Sebab, sedekah bukan hanya mampu menyembuhkan penyakit saja melainkan juga bisa menghindarkan diri dari adanya marabahaya dan petaka. Keutamaan sedekah adalah untuk penolak bala, penyubur pahala, penahan musibah hingga kejahatan apapun. Jangan lupa niatkan karena Allah SWT semata, dengan demikian musibah dan bencana tidak akan bisa mendahului sedekah. Bahkan sedekah juga bisa menutup tujuh puluh pintu kejahatan. Intinya, semua perbuatan baik seperti sedekah akan memberi manfaat yang baik bagi setiap pelakunya.

  1. Senantiasa Mendatangkan Keberkahan

Keutamaan lainnya dari sedekah tentunya adalah senantiasa mampu untuk mendatangkan keberkahan. Saat seseorang bersedekah, maka ia akan mendapatkan ganjaran yang baik. Sedekah yang ia lakukan mampu untuk membersihkan harta sehingga mampu mendatangkan keberkahan. Jadi, sedekah yang diberikan kepada orang lain bisa membersihkan harta tersebut dari dosa-dosa. Sedekah tersebut bisa mensucikan mereka dari adanya akhlak buruk. Sungguh betapa baiknya keutamaan dari amalan sedekah untuk umat muslim.

  1. Mempermudah Jalan Menuju Surga dan Memperoleh Keridhaan Allah Subhanahuwata’ala

Siapa yang tidak gemar sedekah tentu akan merugi. Sebab, salah satu keutamaan sedekah adalah untuk mempermudah jalan menuju surga-Nya. Bahkan dikatakan bahwa di dalam surga ada kamar-kamar yang sudah dipersiapkan dengan indah dan memukau yang khusus ditujukan untuk para pemberi sedekah.

Sedekah mampu mengantarkan seseorang untuk menemui Allah SWT. Sang Maha Kuasa akan memberikan ridha-Nya kepada siapa saja yang dengan tulus dan ikhlas melakukan sedekah. Sedekah yang baik tentu tidak akan dilakukan karena ingin mendapat sanjungan dari sesama manusia. 

Sebab, jika hanya ingin mendapatkan pujian maupun sanjungan dari sesama manusia, maka ini dinamakan riya dan menjadi perbuatan yang amat sangat tercela. Bahkan pelaku riya akan digolongkan menjadi orang-orang yang munafik. Jangan sampai melakukan hal ini karena semuanya hanya akan sia-sia saja

Nah itu lah enam manfaat sedekah atau berbagi, apalagi kalau dalam hal ini yang kita lakukan adalah bentuk berbagi terhadap para penghafal Qur’an, dengan membantu mengirimkan beras kepada para penghafal Qur’an artinya kita memberikan tenaga kepada mereka untuk terus menyelesaikan hafalannya dan tentu saja dari setiap huruf yang mereka hafal mampu mengalirkan pahala yang sama kepada kita yang memberikan bantuan pangan kepada para penghafal Qur’an.

Yuk! Kirimkan beras untuk para penghafal Qur’an sekarang juga!

HIKMAH BERZAKAT

By ahlulquran on February 25, 2023 in Artikel

      Di antara hikmah zakat yang dikemukakan oleh Wahbah Zuhaily, secara umum menghilangkan kesenjangan penghasilan dan rezeki mata pencaharian di kalangan manusia merupakan kenyataaan yang tidak bisa dipungkiri, seperti firman Allah SWT dalam surah al-Dzariyat ayat 19 : “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk
orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.
”

Orang miskin yang tidak mendapat bagian maksudnya ialah orang miskin yang tidak meminta-minta. 

Secara terperinci bahwa hikmah zakat adalah:

  1. Menyucikan jiwa manusia dari sifat keji, kikir, pelit, rakus, dan tamak.

      Zakat bisa membersihkan dan menyucikan orang yang menunaikannya karena zakat membersihkan akhlaknya dan menyucikan serta membersihkan jiwanya dari rasa bakhil dan berbagai akhlak tercela. Zakat juga menumbuh kembangkan akhlaknya sehingga dia akan memiliki sifat-sifat orang yang dermawan, yang suka berbuat baik dan yang pandai bersyukur. Zakat di antara indikasi nyata rasa syukur seseorang kepada Allâh ta’ala, sementara dengan syukur, nikmat akan terus bertambah.

      Zakat juga menumbuhkan kembangkan pahala dan ganjaran orang yang melakukannya. Karena zakat dan nafkah dilipatkan gandakan pahalanya beberapa kali sesuai kadar keimanan, keikhlasan orang yang melakukannya, sesuai manfaat dari zakat itu sendiri serta ketepatan sasarannya.

      Zakat juga melapangkan dada, memberikan kebahagiaan, menyelamatkan hamba dari berbagai macam bencana dan penyakit.

  1. Memberikan pertolongan bagi orang-orang fakir miskin yang sangat memerlukan bantuan.

      Seperti firman Allah Swt dalam surah Al-Maidah ayat 2 : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

       Ada sebuah do’a yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang isinya: Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot wa tarkal munkaroot wa hubbal masaakiin … (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu sifat mencintai orang miskin). Dari do’a ini saja menunjukkan       keutamaan seorang muslim mencintai orang miskin. 

  1. Mendorong orang untuk bekerja keras agar mampu memberikan zakat pada orang yang membutuhkan, serta kepedulian orang kaya terhadap orang miskin.

      Dalam firman Allah SWT surah al-Hasyr ayat 7: “Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.“

  1. Merupakan perwujudan syukur atas harta yang dititipkan kepada seseorang.

      Allah subhanahu wata’ala memberikan nikmat kepada kita adalah untuk menguji apakah kita bersyukur atau tidak, jika kita bersyukur maka Allah akan melipatgandakannya, sebaliknya, jika kita mengkufurinya maka sesungguhnya siksaan pedih yang akan kita dapatkan.

      Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

      Di antara nikmat Allah yang terbesar adalah nikmat kesehatan dan kekayaan sebagai modal beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala.

  1. Menghilanghkan sifat kebakhilan atau kekikiran dengan perwujudan zakat.

      Sebagaimana hadits Rasulullah Saw : Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur dan fitnah hidup dan mati.” (HR. Muslim).

 

Wallahu a’lam

APA ITU FIDYAH?

By ahlulquran on February 18, 2023 in Artikel

Pengertian Fidyah

      Dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), fidyah berasal dari kata fadaa yang artinya mengganti atau menebus. Fidyah artinya, bagi beberapa orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria tertentu, diperbolehkan tidak berpuasa.

      Fidyah adalah wajib dilakukan untuk mengganti ibadah puasa dengan membayar sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk satu orang. Nantinya, makanan itu disumbangkan kepada orang miskin. Bagi orang yang sudah tua renta yang tidak mampu lagi berpuasa, serta orang sakit yang sakitnya tidak kunjung sembuh, maka wajib bagi mereka fidyah, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala;

      “Dan wajib bagi orang–orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah: 184).

      Ibnu ‘Abbas mengatakan, (Yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah untuk orang yang sudah sangat tua dan nenek tua, yang tidak mampu menjalankannya, maka hendaklah mereka memberi makan setiap hari kepada orang miskin.

Berapa Biaya Fidyah Jika Dikonversikan Dengan Uang?

      Berdasarkan SK Ketua Baznas Nomor 7 Tahun 2021 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, bayar fidyah ditetapkan bahwa nilai fidyah dalam bentuk uang sebesar Rp 45.000 per hari per jiwa.

      Apakah membayar fidyah boleh dengan uang? Menurut Mazhab Hanafi, fidyah boleh dibayar dengan uang atau dalam bentuk nominal. Alasannya adalah tujuan memberi makan fakir miskin adalah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tujuan ini dapat tercapai hanya dengan membayar uang yang sebanding dengan harga makanan.

Siapa Saja Yang Wajib Membayar Fidyah?

      Adapun kriteria orang yang bisa bayar fidyah di antaranya:

  • Orang tua renta yang tidak memungkinkannya untuk berpuasa
  • Orang sakit parah yang kecil kemungkinan sembuh
  • Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri atau bayinya atau atas rekomendasi dokter.
  • Orang yang meninggal dunia dan meninggalkan hutang puasa

      Terkait dengan hal ini, Mazhab Syafi’i menjelaskan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Orang yang meninggalkan puasa karena uzur dan tidak memiliki waktu untuk mengqadha puasa di lain hari, ahli warisnya tidak berkewajiban untuk mengqadha puasa maupun membayar fidyah bagi si mayit.
  2. Orang yang meninggalkan puasa tanpa uzur atau karena uzur sedang ia memiliki kesempatan untuk mengqadha puasa di lain hari. Ada dua pendapat terkait hal ini, yaitu sebagai berikut.
  • Pendapat para ulama klasik Imam Syafi’i menyatakan bahwa ahli warisnya berkewajiban membayar fidyah bagi si mayit sebesar satu mud makanan pokok sebanyak hari puasa yang ditinggalkan.
  • Pendapat para ulama baru Imam Syafi’i menyatakan bahwa ahli waris dibolehkan untuk memilih membayar fidyah atau berpuasa bagi si mayit.
  • Adapun biaya yang digunakan untuk membayar fidyah berasal dari harta peninggalan si mayit jika mencukupi. Namun, jika tidak, maka ahli warisnya disunnahkan untuk membayar fidyah atau berpuasa bagi si mayit.
  • Orang yang terlambat mengqadha puasa Ramadhan

      Orang yang terlambat mengqadha puasa Ramadhan hingga datang Ramadhan tahun-tahun berikutnya maka diwajibkan baginya mengqadha puasa dan membayar fidyah sebesar satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

 

Ketentuan Fidyah

  1. Ukuran fidyah adalah dilihat dari ‘urf (kebiasaan yang layak) di masyarakat setempat. Selama dianggap memberi makan kepada orang miskin, maka itu dikatakan sah.
  2. Satu hari tidak puasa berarti memberi makan satu orang miskin.
  3. Bisa diberikan berupa makanan mentah (ditambah lauk) atau makanan yang sudah matang.
  4. Tidak boleh mendahulukan fidyah sebelum Ramadhan.
  5. Waktu penunaian fidyah boleh setiap kali tidak puasa, fidyah ditunaikan, atau bisa pula diakhirkan di hari terakhir Ramadhan lalu ditunaikan semuanya.
  6. Untuk ketentuan cara membayar fidyah ibu hamil atau menyusui, bisa dilakukan dalam bentuk makanan pokok. Misalnya, melewatkan puasa 30 hari, maka ia harus menyediakan fidyah 30 takar beras di mana masing-masing 1,5 kg.
  7. Fidyah boleh dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin atau beberapa orang saja (misal 2 orang, berarti masing-masing dapat 15 takar).
  8. Pembayaran fidyah dapat dilakukan pada hari yang ditinggalkannya di bulan Ramadhan. Beberapa pendapat memperbolehkan untuk dibayarkan dalam satu waktu di akhir Ramadhan.

    Imam Nawawi berkata, “Barangsiapa masih memiliki utang puasa Ramadhan, ia belum sempat melunasinya lantas meninggal dunia, maka perlu dirinci. Jika ia menunda utang puasanya karena ada uzur lantas ia meninggal dunia sebelum memiliki kesempatan untuk melunasinya, maka ia tidak punya kewajiban apa-apa. Karena ini adalah kewajiban yang tidak ada kesempatan untuk melakukannya hingga meninggal dunia, maka kewajiban itu gugur sebagaimana dalam haji. Sedangkan jika uzurnya hilang dan masih memiliki kesempatan untuk melunasi namun tidak juga dilunasi hingga meninggal dunia, maka puasanya dilunasi dengan memberi makan kepada orang miskin, di mana satu hari tidak puasa memberi makan dengan satu mud.” (Al Majmu’, 6: 268).

Wallahu a’lam bishowab.

Sudahkah Anda membayar fidyah?

Keutamaan Bulan Rajab

By ahlulquran on February 11, 2023 in Artikel

      Rajab berasal dari kata tarjib yang artinya menghormat, demikian penjelasan Ibnu Katsir rahimahullan dalam tafsirnya. Dari namanya saja dapat diketahui bahwa Rajab adalah bulan yang layak dihormati dan dimuliakan.

Rajab Bulan Haram

      Rajab merupakan salah satu bulan dari empat bulan haram (arba’atun hurum). Oleh karena itu, Rajab menjadi salah satu bulan istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya.

      Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai keutamaan bulan haram ini:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah itu ada 12 bulan. Seluruhnya dalam ketetapan Allah di hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara (12 bulan) itu terdapat empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At Taubah : 36)

      Ketika menjelaskan tafsir Surat At Taubah ayat 36 ini, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa sanksi berbuat dosa di bulan-bulan haram jauh lebih berat dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain bulan suci Ramadhan. Sebaliknya, amal shalih di bulan-bulan haram pahalanya lebih besar dibandingkan di bulan lainnya, kecuali Ramadhan.“Sesungguhnya mengerjakan perbuatan zalim di bulan-bulan haram, maka dosa dan sanksinya jauh lebih besar dibandingkan melakukan perbuatan zalim di bulan-bulan lainnya,” kata Ibnu Abbas yang dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya.“Amal shalih di bulan haram pahalanya lebih besar, dan kezaliman di bulan ini dosanya juga lebih besar dibanding di bulan-bulan lainnya, kendati kezaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya.”

      Ketika menjelaskan ayat ini dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka menegaskan bahwa bulan Rajab adalah bulan yang dihormati.“Enam bulan selepas haji itu, yaitu pada bulan Rajab dijadikan lagi bulan yang dihormati, hentikan berperang, hilangkan dendam kesumat, supaya dapat pula mengerjakan umrah di bulan suci itu,” terang Buya Hamka. “ Sampai ke zaman kita sekarang ini buat seluruh Tanah Arab, dipandang bahwa bulan Rajab adalah bulan ziarah besar, mengerjakan umrah, dan penduduk Makkah sendiri mengadakan ziarah besar ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah.

Bulan yang Dekat dengan Ramadhan

      Rajab merupakan bulan yang dekat dengan Ramadhan. Antara Rajab dan Ramadhan hanya dipisahkan dengan Sya’ban. Masuknya bulan Rajab, oleh sebagian ulama dijadikan momentum untuk menyambut bulan Ramadhan dengan segenap persiapan terutama ruhiyah.

      Banyak ulama terdahulu yang mempersiapkan diri menyambut Ramadhan sejak bulan Rajab. Karenanya mereka berdoa:
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan”

      Doa itu juga tercantum dalam riwayat Al-Baihaqi dan Thabrani, tapi derajatnya dhaif menurut Syaikh Al Albani. Namun, ada juga doa sejenis dengan matan berbeda dalam riwayat Ahmad.
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)

      Jika sebuah hadits diketahui dhaif, tidak boleh diyakini sebagai sabda Rasulullah. Namun, boleh saja berdoa dengan doa dalam berbagai bahasa. Dan banyak ulama yang membaca doa tersebut. Sebagai permohonan kepada Allah agar diberkahi di bulan Rajab, Sya’ban dan dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Bulan Isra’ Mi’raj

      Banyak ulama yang menyakini bahwa isra’ mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab. Khususnya para ulama di Indonesia sehingga 27 Rajab ditetapkan sebagai hari libur isra’ mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

      Isra’ Mi’raj adalah perjalanan luar biasa yang dialami Rasulullah hanya semalam, bahkan kurang, dengan menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke Sidratul Muntaha.

      Melalui isra’ mi’raj, Rasulullah mendapatkan perintah shalat lima waktu. Jika perintah yang lain diturunkan kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril, khusus untuk shalat lima waktu ini, Rasulullah ‘dipanggil’ langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Lalu apa saja amalan para ulama di bulan Rajab?

Doa Menyambut Ramadhan

      Seperti telah dijelaskan di atas, banyak ulama yang mengamalkan doa memohon dipertemukan bulan Ramadhan. Doa ini dipanjatkan mulai Rajab hingga akhir Sya’ban.
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan” (HR. Baihaqi dan Thabrani)

      Derajat hadits tersebut dhaif menurut Syaikh Al Albani. Namun, ada juga doa sejenis dengan matan berbeda dalam riwayat Ahmad.  “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)

Amalan Umum di Bulan Rajab

      Amalan-amalan umum yang hukumnya sunnah tetaplah sunnah di bulan Rajab. Sehingga shalat sunnah mulai shalat sunnah rawatib, sholat tahajud, sholat witir, sholat dhuha dan lain-lain tetap sunnah di bulan Rajab. Demikian pula puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis, ayamul bidh maupun puasa Daud. Bahkan, amalan-amalan sunnah itu pahalanya lebih besar di bulan Rajab yang merupakan bulan haram.
“Amal shalih di bulan haram pahalanya lebih besar, dan kezaliman di bulan ini dosanya juga lebih besar dibanding di bulan-bulan lainnya, kendati kezaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya,” kata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu seperti dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Amalan Khusus di Bulan Rajab

      Ada pun amalan khusus di bulan Rajab, mulai dari mandi awal bulan rajab, puasa rajab, dan umrah rajab, tidak ada dalil yang kuat.

  1. Mandi Awal Bulan Rajab

Menjelang bulan Rajab, sering beredar pesan WhatsApp bahwa barangsiapa mandi keramas menyambut bulan Rajab dan berpuasa di dalamnya, maka hatinya tidak akan mati dan dibersihkan hatinya bagaikan bayi serta dapat mengangkat 70 orang yang berdosa di akhir zaman.

Mandi awal bulan Rajab ini tidak ada dalilnya sama sekali. Bahkan hadits dhaif sekalipun, tidak ada. Dan mengenai keutamaannya yang disebut bisa mengangkat 70 orang yang berdosa di akhir zaman, hal itu sangat aneh. Bagaimana jika setelah mandi awal rajab lalu ia meninggal, apakah ia akan bangkit kembali untuk mengangkat 70 orang yang berdosa di akhir zaman?

  1. Puasa Rajab

Seperti dijelaskan di atas, puasa sunnah (puasa Senin Kamis, ayyamul bidh, maupun puasa Daud) tetaplah sunnah di bulan Rajab. Bahkan pahalanya semakin banyak, seperti kata Ibnu Abbas. Namun, puasa khusus di bulan Rajab, tidak ada tuntunannya.

Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan, “tidak ada riwayat shahih yang bisa dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, baik bentuknya puasa sebulan penuh atau puasa di tanggal tertentu bulan Rajab atau shalat tahajjud di malam tertentu.” Wallahu a’lam bish shawab.

KEUTAMAAN KEUTAMAN BERZAKAT

By ahlulquran on January 28, 2023 in Artikel

      Zakat memiliki berbagai macam keutamaan. Selain sebagai pelaksanaan kewajiban yang disyari’atkan oleh Allah SWT., banyak keutamaan yang tersimpan di dalamnya. Berikut beberapa keutamaan zakat:

  1. Dapat Meningkatkan Keimanan dan Ketaatan kepada Allah SWT

Zakat ialah suatu ibadah yang termasuk ke dalam salah satu rukun islam, yakni rukun Islam yang ke-4. Rukun ialah penopang atau tiang sandaran penyangga utama, dengan melaksanakan semua rukun tersebut termasuk rukun Islam untuk melaksanakan zakat berarti kita telah memasang bagian dari tata cara rangkaian pokok dalam suatu amalan yang tidak boleh ditinggalkan. Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 110:

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapatkan pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”

  1. Sebagai Pembersih Harta

Harta merupakan milik Allah. Semua harta yang ada pada kita bukanlah milik kita, akan tetapi titipan-Nya. Setiap manusia tidak diberikan titipan harta yang sama rata. Zakat adalah salah satu cara untuk mengatur ketidaksamaan tersebut. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan zakat ada orang-orang yang memberi dan ada yang menerima. Kelebihan harta yang kita miliki adalah hak untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam QS. At-Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

  1. Memberikan Ketenangan Jiwa

Allah akan melimpahkan keberkahan kepada kita ketika kita menyucikan harta dengan berzakat. Beberapa keberkahan tersebut yakni diberikan ketenangan jiwa, kesehatan, rezeki, terbebas dari berbagai masalah dan lain-lain.

  1. Mengurangi Kesenjangan antara Kaya dan Miskin

Perbedaan tingkat ekonomi penduduk dapat menyebabkan kesenjangan sosial. Entah karena si miskin sungkan untuk berinteraksi dengan yang lebih kaya, atau jurang pemisah mereka terlalu nyata. Dengan adanya zakat, maka antara mustahiq dan muzakki dapat menjalin hubungan kemasyarakatan lebih mudah.

ituulah beberapa keutamaan-keutaman berzakat . Semoga kita bisa mendapatkan keutamaan-keutamaan tersebut ketika menunaikan zakat.

Tunaikan Zakat anda dengan mudah bersama Laznas AQL di program berkah zakat.

MASIH BANYAK ANAK YANG BELUM BISA BERSEKOLAH? KENAPA?

By ahlulquran on January 22, 2023 in Artikel

      Dilansir dari detik.com bahwa sebanyak 60 juta   bersekolah, ini alasannya. UNESCO pada 2019 lalu melansir data dari sebanyak 787 juta anak usia sekolah dasar di dunia, 8 persen tidak bersekolah. Artinya hampir 60 juta anak tidak memiliki kesempatan untuk membaca dan menulis.

      Pendidikan merupakan unsur terpenting dari tumbuh kembang anak-anak. Di Indonesia sendiri, anak-anak sudah mulai masuk sekolah saat berusaha 5 tahun bahkan ada yang lebih diri dari itu lewat program PAUD alias Pendidikan Anak Usia Dini.

      Namun yang jadi kendala, hingga kini masih banyak anak-anak Indonesia yang tidak dapat mengakses pendidikan dengan maksimal. Alasannya klasik, mulai dari fasilitas sekolah yang tidak memadai, ketersediaan guru, hingga biaya sekolah mahal dan orangtua tidak mampu untuk memenuhinya.

Seberapa Mahal Biaya Pendidikan di Indonesia?

      Menurut survey HSBC yang dilakukan tahun 2018 silam, Indonesia masuk dalam daftar 15 negara dengan biaya pendidikan termahal di dunia. Rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan dana hingga USD 18.422 untuk membiayai pendidikan mulai dari SD hingga perguruan tinggi.

      Namun uniknya, Indonesia justru masuk dalam daftar negara paling rendah untuk biaya pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Biaya pendidikan tertinggi di Asia Tenggara ditempati oleh Singapura yang menghabiskan biaya USD 70.939 , dilanjut dengan Malaysia dengan dana pendidikan USD 24.862.

      Keunikan lainnya, biaya pendidikan di Indonesia justru mengalahkan beberapa negara Eropa, seperti Prancis. Di sana, rata-rata orangtua hanya menghabiskan dana USD 16.708 untuk membiayai sekolah anak mulai dari tingkat dasar hingga atas.

Kenapa Biaya Pendidikan di Indonesia Termasuk Mahal?

      Sebenarnya ada banyak faktor yang membuat biaya pendidikan di Indonesia terbilang mahal, salah satunya subsidi yang diberikan pemerintah terkadang tidak tepat sasaran, atau malah disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak berhubungan dengan dunia pendidikan.

      Pemerintah sendiri sudah memberikan stimulus pendidikan berupa Kartu Indonesia Pintar, sehingga diharapkan program wajib belajar 12 tahun bisa tercapai. Tapi dalam prakteknya, apakah dana pendidikan yang diberikan pemerintah digunakan 100% untuk pendidikan? Jawabannya tidak.

      Selain itu, komersialisasi pendidikan pun tidak luput dari penyebab tingginya biaya pendidikan anak di Indonesia. Masih banyak sekolah yang melakukan kegiatan di luar kurikulum pendidikan, dengan biaya kegiatan yang sepenuhnya dibebankan kepada orangtua siswa.

      Misalnya kegiatan study tour yang sempat disinggung Walikota Tasikmalaya, H. Budi Budiman. Dalam keterangannya, H. Budi sempat meminta pihak Dinas Pendidikan Tasikmalaya untuk mengusut tuntas kegiatan study tour yang dilakukan oleh pihak SMPN 6 Tasikmalaya.

      Hal ini dilakukan terkait dengan kasus kematian Delis Sulitina (13 tahun), siswi SMPN 6 Tasikmalaya yang diduga dibunuh ayah kandungnya sendiri, Budi Rahmat (45) karena tidak tahan dengan rengekan anaknya yang terus meminta uang study tour sekolah sebesar 400 ribu.

      Kemudian beberapa pakar pendidikan sempat mengkritik beberapa kegiatan lain yang lazim dilakukan beberapa lembaga pendidikan, seperti acara simulasi manasik haji untuk anak-anak PAUD yang kerap menghadirkan sponsor swasta, namun orangtua tetap dipungut biaya untuk kegiatan tersebut.

Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Belum Maksimal

      Setelah pandemi menyerang Indonesia 2 tahun lalu, tentu saja banyak merubah tatanan ekonomi Indonesia khususnya bagi kalangan menengah ke bawah. Banyaknya karyawan yang harus mendadak diPHK, gulung tikarnya bisnis-bisnis karena rendahnya tingkat pembelian, dan masih banyak lagi. Belum lagi harga kebutuhan pangan yang tetap meningkat. Sehingga hal ini juga akan berpengaruh terhadap kebutuhan pendidikan bagi anak-anak. Tak jarang yang harus menunggak biaya pendidikan hingga setahun lamanya. Hal ini tentu saja akan menghambat anak-anak dalam mengejar cita-cita mereka.

Oleh karena itu, bersama Laznas AQL mari sama-sama kita nyalakan kembali harapan anak bangsa agar terus dapat melanjutkan pendidikan sekolah sehingga anak-anak khususnya kaum menengah ke bawah tetap dapat mengejar impian mereka.

ANAK ASUH PENGHAFAL QUR’AN BERHASIL MENGKHATAMKAN TILAWAH QUR’AN SEBANYAK 50 KALI

By azmi laznasaql on January 14, 2023 in Artikel

Nikmatnya Dekat Dengan Al-Quran

Membaca Al-Qur’an merupakan sebuah kenikmatan. Terlebih jika kita mampu membacanya dengan benar sesuai dengan kaidah tajwid, maka bacaan yang kita baca pun menjadi sebuah kenikmatan yang tak ingin usai. Apalagi kalau kita mengerti terjamahan dan maknanya, sudah pasti membuat kita betah berlama-lama dengan Al-Qur’an.

Namun ternyata tidak semua orang mendapatkan kenikmatan itu. Ada yang mengerti makna dari setiap ayatnya namun masih banyak kesalahan dalam cara membacanya. Ada pula yang suaranya sudah bagus namun masih jauh dari kaidah tajwid yang perlu diperhatikan sehingga ketika ia membaca membuat arti dari setiap kata yang dibaca itu berubah.

Namun ada pula yang mampu membacanya dengan benar sesuai kaidah tajwid dan ia memahami makna di dalamnya. Maka jangan heran bila ada yang sampai bisa khatam membaca Al-Qur’an hingga berpuluh-puluh kali dalam sebulan.

Betapa kenikmatan hidup jika kita bisa membaca kalam-Nya, dan meresapi setiap bacaan yang terkandung di dalam Al-Quran, seakan-akan kita sedang berbicara langsung dengan Sang Pencipta.

Sebagaimana dalam firman Allah surah Ar-Rahman yang menjelaskan tentang kenikmatan, bahkan berkali-kali kita diingatkan di dalam surah tersebut atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita;

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Nikmat dapat membaca Al-Quran merupakan petunjuk dalam setiap langkah kehidupan kita, bagimana Al-Quran menjadi penerang, petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang salah, bagaimana kelak Al-Quran menjadi syafaat bagi orang-orang yang membacanya

Rasulullah SAW bersabda :

“Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafaat bagi orang-orang yang bersahabat dengannya”. (H.R. Muslim)

Al-Quran akan lebih nikmat apabila kita aplikasikan di dalam kehidupan kita, difungsikan sebagai terapi atas penyakit hati, difungsikan sebagai petunjuk dan pedoman kehidupan. Manusia yang dekat dengan Al-Quran menjadi manusia yang paling banyak tabungan pahalanya.

“Tidak boleh iri kecuali dalam dua kenikmatan : seseorang yang diberi Al-Quran oleh Allah kemudian dia membacanya sepanjang malam dan siang, dan kepada orang yang diberi harta oleh Allah kemudian dia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang malam dan siang” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Melihat orang lain yang berlimpah hartanya tentulah membuat kita juga ingin merasakannya, karena itulah fitrah manusia, namun percayalah, kebahagiaan harta itu sangat sebentar, sewaktu diterima nya saja, setelah itu kita akan biasa saja. Manusia dengan keimanan yang baik tentu tidak hanya ingin merasakan kenikmatan di dunia saja, tapi juga kenikmatan di akhirat kelak.

Maka sudah sepantasnya kita harus merasa iri dengan santri anak asuh penghafal qur’an yang telah menyelesaikan program khatam tilawah Al-Qur’an 30 Juz sebanyak 50 kali dalam waktu 4 bulan 24 hari. Coba kita tanyakan pada diri kita, dalam sebulan kita khatam membaca Al-Qur’an berapa kali?

Mungkin ada yang 1 kali, ada yang 2 kali, atau ada yang tidak bisa khatam sama sekali. Hal seperti ini lah yang seharusnya patut untuk kita merasa iri sebab begitu mudahnya ia untuk selalu membaca Al-Qur’an, begitu mudahnya ia untuk berdekatan selalu dengan Al-Qur’an. Sementara kita? Mungkin masih terlalu sibuk dengan urusan keduniaan yang masih mementingkan kebahagiaan sendiri di dunia ini.

Jadi, yuk mulai sekarang perbaiki pola pikir kita untuk lebih memerhatikan lagi kenikmatan apa sih sesungguhnya yang kita butuhkan? Tentu saja kita harus belajar dan mau berlelah-lelah dalam melakukan ibadah karena itu lah yang nantinya akan kita bawa sebagai bekal di akhirat kelak.

Keutamaan Al-Qur’an Berdasarkan Hadits

By ahlulquran on December 12, 2022 in Artikel

      Al-Qur’an memberikan banyak manfaat bagi para pembaca yang mengimaninya dengan sebenar-benarnya. Begitu banyak kandungan kebaikan di dalamnya. Dalam membaca Al-Qur’an, tak cukup hanya dengan membaca beserta tajwidnya, namun lebih dalam dari pada itu yang dibutuhkan dalam membaca Al-Qur’an ialah Iman agar Al-Qur’an tersebut sampai ke dalam hati kita.

      Secara logika, Al-Qur’an memang bacaan dan hanya digunakan oleh mulut untuk membaca serta mata untuk melihat. Akan tetapi, jik dipelajari lebih lanjut lagi Al-Qur’an adalah penyembuh dari segala macam penyakit baik fisk maupun batin. Jika obat-obatan dari kedokteran hanya memberikan solusi untuk penyakit fisik saja, maka penyembuhan Al-Qur’an lebih dari itu. Sebagaimana dalam nama lain Al-Qur’an adalah As-Syifa’ yang artinya penyembuh. Baik fisik mau pun batin. Jadi, sebagai hamba yang beriman sudah seharusnya kita yakin akan nama Al-Qur’an sebagai penyembuh itu. tak hanya sembuh dari penyakit,

      Tak hanya berbicara tentanng penyembuh. Selain itu Al-Qur’an dapat memberikan limpahan nikmat kepada pembacanya. Segala gundah dan  kesulitan dalam kehidupan dapat ditangani oleh Al-Qur’an. Seberat apa pun masalah, fokuskanlah diri kepada Al-Qur’an. niscaya Al-Qur’an itu akan memberikan kenikmatan tiada tara kepada kita atas izin Allah.

      Agar menambah keyakinan kita perihal kebaikan Al-Qur’an, berikut sederet keutamaan membaca Al-Qur’an:

  • Menjadi Syafaat di Hari Kiamat

عن أبي أمامة الباهلي -رضي الله عنه- قال: سمعتُ رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يقول: اقرؤوا القرآنَ فإنَّه يأتي يوم القيامة شَفِيعًا لأصحابه

“Dari Abu Amamah radhiyallahu ‘anhu, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Bacalah Alquran karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim)

  • Akan Dibersamakan dengan Para Malaikat

 “Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda: Orang yang membaca Alquran dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhori Muslim)

  • Diangkat Derajatnya

 “Dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah Swt akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Alquran), dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR Muslim)

  • Dicintai Allah Swt

 “Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah Saw: “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab: “Al-hal wal murtahal”, orang ini bertanya lagi: “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “yaitu yang membaca Alquran dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai, ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi: 2872)

  • Mengubah Perilaku Buruk Menjadi Baik

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang membaca dan mempelajari Alquran serta mengajarkannya pada orang lain.” (HR. Bukhari)

  • Sembuh dari Penyakit Hati

“Sesungguhnya hati itu dapat berkarat sebagaimana besi berkarat. Rasulullah Saw lalu ditanya, “Apa yang membuat hati agar tidak berkarat?” Rasul menjawab, “membaca Alquran dan mengingat kematian”. (HR Al-Baihaqi)

  • Allah Beri Orang Tua Kita Kenikmatan dan Perlindungan

“Barang siapa yang membaca Alquran dan mengamalkannya semata-mata karena Allah Swt maka Allah akan memberikan mahkota di kepala kedua orang tuanya dan kenikmatan pada hari kiamat dan akan terlihat lebih terang daripada sinar matahari, sehingga kamu tidak akan menduganya bahwa ganjaran itu dikarenakan amalan-amalan si pembaca Alquran itu.” (HR. Abu Daud)

      Sebenarnya, masih banyak lagi hadits yang membahas tentang keutamaan membaca Al-Qur’an. Namun, dengan beberapa contoh hadits tentang hal demikian sudah sepantasnya bagi kita untuk mengimani akan kebenarannya. Karena ini adalah hadits yang merupakan perkataan rasul yang Al-Amin. Apalagi tema yang dibahas adalah keutamaan kitab suci yang berasal dari sang pencipta yakni Allah Swt.. Dengan mengimani hadits Rasulullah sekaligus membuat kita mendapatkan Iman kepada Al-Qur’an juga. Demikianlah sedikit pembahasan perihal keutamaan Al-Qur’an sebagai penyembuh serta pemberi nikmat.

Mengapa harus sedekah air? Apa keuntungannya?

By ahlulquran on December 12, 2022 in Artikel

      Berbicara tentang air. Setiap orang tentu mengetahui betapa pentingnya air dalam kehidupan. Kita juga sudah sangat paham bahwa tanpa adanya air maka kelangsungan hidup tidak akan bertahan lama. Karena air adalah sumber kehidupan manusia. Segala sesuatu yang tersedia di muka bumi ini tak pernah terlepas dari peran air sebagai penolongnya. Walaupun di semua belahan bumi ini tidak memiliki siklus air yang sama. Ada bagian yang mendapatkan air melimpah, ada yang sedang da nada yang kekurangan. Lantas, apakah dengan perbedaan siklus air tersebut dapat disebut sebagai bentuk ketidakadilan Allah? Tentu tidak. justru pada setiap perbedaan itu adalah bentuk dari keadilan Allah. Entah itu karena Dia ingin melihat bagaimana hamba-Nya yang berada di wilayah subur memberi bantuan kepada saudaranya yang berada di wilayah tandus, atau Allah ingin melihat bagaimana hamba-Nya yang berada di wilayah subur bersyukur atas kenikmatan itu dan sebaliknya, bagaimana hamba-Nya pada wilayah tandus bersabar dengan segala kekurangan sarana pelepas dahaga untuk mereka.

      Bagi sebagian orang, air dapat dimanfaatkan tergantung dari tingkat kebersihan air tersebut. Jika air bersih, maka dapat digunakan untuk mandi, mencuci, masak serta minum. Jika kotor seperti parit, kubangan dan sejenisnya yang keruh, maka hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah (tidak untuk dicontoh) dan tidak layak untuk dipergunakan di rumah. yang terlihat bagi kita, air kotor memang menjijikan. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang tinggal di daerah tandus. Jangankan untuk mandi, air yang digunakan untuk minum saja sulit didapat. Bahkan air kotor yang kita anggap menjijikan itu adalah pelepas dahaga yang langka bagi mereka. Tak peduli jika air itu telah terinjak, keruh bahkan tertimpa kotoran sekalipun. Tak ada rasa sungkan bagi mereka untuk meminumnya sebab dahaga yang sudah tak tertahankan.

      Sebagai manusia yang Allah tempatkan pada tempat yang serba berkecukupan, sudah sepatutnya kita membantu saudara kita yang membutuhkan dengan melaksanakan sedekah air. Karena kita tidak tahu dari tetesan mana yang dapat menyelamatkan hidup seseorang. Tak menutup kemungkinan jika itu adalah dari sedekah air yang kita berikan. Tak hanya sedekah pada umumnya, bersedekah air juga memiliki beberapa keutaman yang dapat memicu kita untuk senantiasa bersedekah, yaitu sedekah air adalah sedekah yang paling utama, pahalanya terus mengalir ke liang lahat,mendapatkan pahala di akhirat, mendapat ampunan Allah Swt. Jadi, tidak alasan lagi bagi kita untuk meragukan keuntungan dari bersedekah air.

Manfaat Zakat

By ahlulquran on December 12, 2022 in Artikel

Zakat memiliki berbagai macam manfaat. Selain sebagai pelaksanaan kewajiban yang disyari’atkan oleh Allah SWT., banyak manfaat yang tersimpan di dalamnya. Berikut beberapa manfaat zakat:

  1. Dapat Meningkatkan Keimanan dan Ketaatan kepada Allah SWT

Zakat ialah suatu ibadah yang termasuk ke dalam salah satu rukun islam, yakni rukun Islam yang ke-4. Rukun ialah penopang atau tiang sandaran penyangga utama, dengan melaksanakan semua rukun tersebut termasuk rukun Islam untuk melaksanakan zakat berarti kita telah memasang bagian dari tata cara rangkaian pokok dalam suatu amalan yang tidak boleh ditinggalkan. Allah SWT. berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 110:

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapatkan pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”

  1. Sebagai Pembersih Harta

Harta merupakan milik Allah. Semua harta yang ada pada kita bukanlah milik kita, akan tetapi titipan-Nya. Setiap manusia tidak diberikan titipan harta yang sama rata. Zakat adalah salah satu cara untuk mengatur ketidaksamaan tersebut. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan zakat ada orang-orang yang memberi dan ada yang menerima. Kelebihan harta yang kita miliki adalah hak untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam QS. At-Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

  1. Memberikan Ketenangan Jiwa

Allah akan melimpahkan keberkahan kepada kita ketika kita menyucikan harta dengan berzakat. Beberapa keberkahan tersebut yakni diberikan ketenangan jiwa, kesehatan, rezeki, terbebas dari berbagai masalah dan lain-lain.

  1. Mengurangi Kesenjangan antara Kaya dan Miskin

Perbedaan tingkat ekonomi penduduk dapat menyebabkan kesenjangan sosial. Entah karena si miskin sungkan untuk berinteraksi dengan yang lebih kaya, atau jurang pemisah mereka terlalu nyata. Dengan adanya zakat, maka antara mustahiq dan muzakki dapat menjalin hubungan kemasyarakatan lebih mudah.