SEJARAH ZAKAT

By ahlulquran on February 23, 2021 in Uncategorized

SEJARAH ZAKAT

Menurut Muhammad Amin Suma, zakat sebagaimana rukun islam yang lainnya, yakni syahadat, shalat, puasa, dan haji pada dasarnya sudah disyariatkan sejak zaman Nabi Adam AS. Kalaupun terdapat perbedaan antara generasi Nabi yang satu dan yang lainnya, ketidaksamaannya lebih terfokus pada hal-hal yang bersifat formal simbolik dan tata caranya yang disesuaikan dengan bahasa umat nabi yang bersangkutan daripada perbedaan hal-hal yang mendasar subtansial.

Ada tiga ayat dalam Al-Qur’an baik yang secara eksplisit maupun secara jelas mengisyaratkannya tentang kepastian ada syariat zakat pada masa-masa prakenabi-an Muhammad Saw. Yaitu:

  1. QS Al-Baqarah (2): 43

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

43. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

  • QS At-Taubah (9): 34-35

۞ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيم ٍ۞ يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

34. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

35. pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.

  • QS Maryam (19): 31

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

Keempat ayat yang menyinggung persoalan zakat diatas, jelas khitab (arah pembicaraannya) tidak ditujukan kepada umat Muhammad Saw. Tetapi di alamatkan kepada orang-orang yahudi dan nashrani (generasi pra-Muhammad).

Ayat pertama, Al-Baqarah (2): 43 dialamatkan kepada kaum bani israil yang suka mengingkari nikmat Allah, menjual-belikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, menukar informasi yang Haq dengan yang Bathil, serta menyembunyikan kebenaran yang sesungguhnya. Termasuk penyembunyian tentang keberadaan perintah zakat disamping perintah shalat.

Ayat kedua dan ketiga, QS At-Taubah (9): 34-35, mereduksi sikap bagian terbesar porang alim Yahudi (al-ahbar) dan rahib-rahib Nashraniyang telah terbiasa memakan harta orang lain (masyarakat) dengan cara-cara yang bathil. Termasuk menyelewengkan dana zakat lewat penimbunan harta mereka yang berbentuk emas dan perak yang menyebabkan mereka di ancam adzab yang pedih di Neraka Jahannam.

Ayat keempat, QS Maryam (19): 31, berisikan berita tentang perjalanan Nabi Isa AS. Yang Allah jadikan sebagai seorang nabi yang selalu taat beribadah shalat dan membayar zakat sepanjang hayatnya. Berdasarkan beberapa ayat diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa zakat sudah disyariatkan kepada para nabi dan umat terdahulu.

Dalam islam, zakat mal atau zakat harta benda, telah difardhukan Allah sejak permulaan islam sebelum Nabi Saw. Berhijrah ke Madinah. Pada awalnya, zakat di fardhukan tanpa ditentukan kadarnya dan tanpa pula diterangkan dengan jelas harta-harta yang dikenakan zakat. Hal tersebut berjalan hingga tahun kedua hijriah. Mereka yang menerima pada masa itu hanyalah golongan fakir dan miskin.

Pada tahun kedua hijriah 623 Masehi, barulah syara’ menentukan harta-harta yang dizakatkan serta kadarnya masing-masing.

Dalil yang menjelaskan bahwa zakat pada waktu itu hanya diberikan kepada fakir dan miskin adalah :

  1. QS Al-Baqarah (2): 271

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

271. Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat tersebut diturunkan pada tahun ke-2 Hijriyah. Dengan memperhatikan tahun turunnya, kita mendapat kesan bahwa zakat diperintahkan pada tahun kedua Hijriyah

  • Hadits Rasulullah Saw

Dari Ibnu Abbas RA. “Bahwa tatkala Rasulullah mengutus Muadz ke Yaman, Beliau memerintahkan kepada Muadz: ‘Beritahukanlah kepada mereka (penduduk yaman), sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada mereka sedekah (zakat) yang diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka (penduduk yaman)” (HR Bukhari).

Pembagian kepada dua golongan ini saja berlangsung hingga tahun ke-9 Hijriyah. Pada tahun ke-9 Hijriyah Allah menurunkan ayat ke-60 Surah At-Taubah. Sesudah ayat tersebut turun, maka mustahaq zakat ada 8, yaitu orang-orang fakir, orang-orang miskin, penguruss zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan.

Rasulullah Saw pernah mengangkat dan menginstruksikan kepada para sahabat, misalnya Umar Bin Khattab, Muadz Bin Jabal, Ibnu Abbas, Dsb. Sebagai amil zakat tingkat daerah yang bertanggung jawab membina berbagai negeri guna mereka mengingatkan kepada penduduknya dan memberitahukan kepada mereka bahwa Allah menetapkap pada harta mereka ada hak orang-orang miskin.

Menurut Ibnu Rusydi pada masa Nabi ada empat jenis kekayaan yang wajib dizakatkan. ia adalah uang, barang dagangan, hasil pertanian (gandum,padi), serta buah-buahan. Disamping itu, ada jenis kelima yang jarang ditemukan yaitu Rikaz (barang temuan), karena kelangkannya, maka kekayaan yang wajib dizakati sering disebut empat jenis saja.

Sumber: Dr. Madani

Hukum Islam: Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf

#berkahzakat #laznas

Pembangunan Sumur dan Fasilitas MCK di Desa Sukasirna

By ahlulquran on February 2, 2021 in Berita

Laznas AQL News – Alhamdulillah Laznas AQL telah membangun sumur dan fasilitas MCK di Desa Sukasirna, Jonggol, Jawa Barat. Pekerjaan pembangunan dilakukan selama kurang lebih 2 pekan dan  telah diresmikan pada 30 Januari 2021.

Fasilitas ini insya Allah akan dimanfaatkan oleh warga sekitar pada umumnya dan khususnya untuk  mahasantri penghafal quran.

Pembangunan ini berupa sumur pompa yang menjadi sumber mata air dan fasilitas mck yang mencakup 3 kamar mandi dan tempat untuk cuci dan berwudhu,

Proyek ini merupakan salah satu proyek program mata air kehidupan yang dilakukan oleh Laznas AQL dalam mengatasi kekeringan yang melanda dan kurang terpenuhinya fasilitas dan sarana air bersih

Tasmi 15 Juz oleh Anak Asuh Penghafal Quran Laznas AQL

By ahlulquran on February 2, 2021 in Berita

AQC News — Memperdengarkan hafalan adalah di antara bagian terpenting bagi penghafal Al-Qur’an. Sebab hafalan yang tidak diperdengarkan bisa mengalami banyak kesalahan yang tidak disadari. Inilah di antara ciri khas pondok tahfizh, memiliki halaqah yang di dalamnya terdiri dari muhaffizh (yang menyimak hafalan).

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari hafalan yang telah disetorkan, bagian tahfizh Ar-Rahman Quranic College (AQC) mengagendakan program simaan Al-Qur’an yang terdiri dari 5 juz, 10 juz, 15, juz, 20 juz dan 30 juz secara berkala. Simaan 5-10 juz diadakan di studio AQC, adapun simaan 15-30 diadakan di masjid yang disaksikan oleh seluruh santri.

Tasmi’ hafalan 15 juz sekali duduk hari ini, Kamis, (21/01/2021) disampaikan oleh ananda Muhammad Nasrullah, santri semester IV program kaderisasi imam dan muhaffizh asal Jakarta.

Ustadz Nasrullah Darwis, Lc selaku kepala bagian tahfizh menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kita berharap dengan simaan seperti ini dapat menghadirkan keberkahan dan mengangkat derajat bangsa, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah dalam sabdanya.

Selain itu ustadz Abdul Hafidz, Lc. M.Pd.I selaku wakil direktur mengharapkan agenda semacam ini dapat menambah semangat dan menginspirasi yang lain. Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan agar kita tidak hanya fokus dalam menghafal Al-Qur’an dan melupakan yang lebih penting darinya, yaitu mengimaninya, mengamalkannya dan mendakwahkannya, tentunya setelah melalui proses pemahaman terhadap makna yang tersirat di dalamnya  MYAF

Alhamdulillah salah satu santri AQC dan juga slah satu anak asuh di program orang tua asuh LAZNAS AQL hari ini mentasmi’kan hafalannya 15 juz,


Semoga setiap huruf yg di hafal dan di baca pahalanya mengalir buat para orang tua asuh beserta keluarga besar, dan jg buat LAZNAS AQL dan team
Allahumma amiin

Arrahman Quranic College merupakan salah satu pesantren binaan Laznas AQL dalam program Orangtua Penghafal Quran

Berikut link video proses tasmi 15 juz sekali duduk

https://youtu.be/9CLRgfn7JBU

Khitanan Massal Anak Muslim Pedalaman di Nusa Tenggara Timur

By ahlulquran on February 2, 2021 in Berita

Laznas AQL News – Di sebagian wilayah Indonesia, khususnya di daerah timur masih banyak masyarakat muslim di pedalaman yang belum teredukasi mengenai khitan yang sesuai dengan sunnah, Salah satu nya di daerah  minoritas muslim di Nusa Tenggara Timur,

Alhamdulillah Laznas AQL membantu anak-anak muslim pedalaman dalam menjalankan salah satu sunnah yaitu Khitan.

Khitanan massal ini dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2020, diikuti oleh 10 anak muslim pedalaman.

Respon masyarakat sangat baik, mereka antusias selama acara berjalan karena ini merupakan salah satu bagian dari syiar islam.

“Kami berterima kasih kepada Laznas AQL atas kepedulian kepada kami masyarakat muslim di daerah minoritas, khususnya kepada anak-anak, sehingga bisa melakukan khitan sesuai dengan syariat, semoga program ini bisa  berlanjut    ke depannya.” ungkap Ibrahim selaku ketua panitia acara

Acara ini merupakan salah satu bagian dari program kesehatan Laznas AQL, tujuannya untuk memberikan fasilitas bagi anak-anak muslim dhuafa atau pedalaman yang tidak mampu melaksanakan khitan karena kekurangan biaya.

Laznas AQL Menyeleggarakan Kajian
Spesial Zakat dengan tema
“Ekonomi Resesi, Zakat Solusi”

By ahlulquran on February 2, 2021 in Berita

Laznas AQL News – Laznas AQL bekerja sama dengan AQL Network dan AQL Organizer mengadakan Kajian Spesial Zakat, dengan Tema “ Ekonomi Resesi, Zakat Solusi” pada 23 Januai 2021 secara online.

Acara ini diisi oleh beberapa pembicara seperti, Ust Irfan Sauqi Beik, Pengamat Ekonomi Syariah dari IPB dan Adrian Mauala sebagai Muslimentrepeuner.

Kajian spesial ini berjalan selama 3 jam secara live melalui channel youtube AQL Islamic Center dan Laznas AQL. Selain materi yang dibawakan oleh narasumber, terdapat live interaktif berupa tanya jawab langsung dari pada penonton.

Narasumber menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia yang saat ini tengah mengalami resesi, serta bagaimana peran zakat bisa menjadi salah satu solusi dalam mengatasi resesi.

Kajian ini merupakan kajian kedua yang telah dilaksanakan oleh Laznas AQL dengan tema besar “Harta, Zakat, Umat” dan akan hadir disetiap bulannya, dengan tema yang menarik dengan menghadirkan narasumber – narasumber sesuai dengan bidangnya.

Dengan adanya kajian ini, Laznas AQL berharap bisa mengedukasi masyarakat mengenai zakat, sehingga literasi masyarakat tentang zakat bisa meningkat.

Podcast Zakat “Media Edukasi Zakat Terbaru dari Laznas AQL”

By ahlulquran on February 2, 2021 in Berita

Laznas AQL News – Perkembangan Podcast di Indonesia berpotensi berkembang pesat seiring dengan mobilitas  masyarakat yang semakin tinggi. Melihat potensi besar dalam Podcast ini, maka Laznas AQL ingin menambah khasanah kategori Podcast dengan tema  zakat.

Podcast zakat ini sebuah media  berbasis ilmu, informasi dan edukasi seputar zakat. Di dalamnya nanti  akan menghadirkan narasumber – narasumber dari berbagai kalangan ahli dan pakar dibidangnya  masing-masing.

Selain itu, ada berita-berita terupdate seputar perkembangan zakat, mulai dari informasi produk, undang-undang, dll. Podcast zakat ini dapat diakses melalui video dan audio dan berbagai platform/kanal media sosial, seperti Youtube dan Spotify.

Ustad Bachtiar Nasir pada acara launching Podcast Zakat

Alhamdulillah program ini mendapat respon yang baik dari KH. Bachtiar Nasir, “Saya mengajak kita semua untuk mendengarkan dan mendoakan program podcast ini menjadi program yang diberkahi oleh Allah SWT” ungkap nya selaku pimpinan AQL Islamic Center.

Melalui Podcast zakat,  Laznas AQL berharap ke depannya bisa menjadi  fasilitator ruang publikasi yang mampu mencakup berbagai hal yang  bermanfaat  mengenai segala sesuatu tentang zakat dan keilmuannya.

B. Dasar Hukum Kewajiban Zakat

By ahlulquran on January 18, 2021 in Uncategorized

Zakat adalah kewajiban yang secara umum telah diketahui secara pasti oleh seluruh umat Islam, ketentuannya telah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab Fiqih, sehingga jika ada umat Islam yang tidak melaksanakan kewajiban zakat maka dia merupakan orang yang ingkar sehingga disebut sebagai kufur.

Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam, yang merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat Islam, baik itu yang baru lahir maupun yang telah berumur tua. Kewajiban zakat dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam sebuat hadits sebagai berikut:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ “

Dari Abu  ‘Abdurrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam al-Quran kewajiban membayar zakat dijelaskan di dalam beberapa surat, di antaranya ialah :

  1. QS At-Taubah ayat 11 yaitu :

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

11. Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.

  • QS At-Taubah ayat 60 yaitu :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

60. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

  • QS Al-Bayyinah ayat 5 yaitu :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Bukan hanya di dalam Al-Qur’an saja yang menjelaskan terkait berkahnya membayar zakat. Namun, di dalam Hadits juga memiliki beberapa dalil, di antaranya ialah :

  1. Dari Abu Hurairah RA. “Pada suatu hari Rasulullah Saw. Duduk beserta paara sahabatnya lalu datanglah kepadanya seorang laki-laki dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah islam itu?” Nabi Saw. Menjawab, “Islam adalah engkau menyembah Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan engkau mendirikan shalat yang di fardhukan, engkau membayar zakat yang di fardhukan, engkau mengerjakan zakat dibulan Ramadhan,” (HR Bukhari-Muslim).
  • Dari Hakim bin Hirzam RA. “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.” (HR Bukhari)

  • Dari Abu Hurairah RA. “Rasulullah Saw. Bersabda, ‘Seseorang yang menyimpan hartanya, tidak mengeluarkan zakatnya, akan di bakar dalam Neraka Jahannam, baginya dibuatkan setrika dari api, kemudian disetrikakan ke lambung dan dahinya.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Dan yang terakhir ialah penjelasan dari ijma’  bahwasannya Berdasarkan beberapa ayat dan hadits diatas yang menyatakan kewajiban mengeluarkan zakat dan zakat merupakan rukun islam yang sangat penting. Tidak ada seorang pun di antara umat islam yang tidak menganggapnya fardhu.

Menurut Abu Bakar As-Shiddiq, zakat adalah ketentuan yang telah diwajibkan oleh Rasulullah Saw. Kepada kaum Muslimin.

Sebagaimana diketahui bahwa aturan-aturan dalam zakat bukanlah hal yang mudah, butuh pengetahuan yang mendalam sehingga bisa melaksanakan sesuai dengan prosedur yang ada dalam syariat Islam. Kalau ketentuan zakat fitrah dengan mudah akan dipahami, namun ketentuan dalam zakat mal (zakat harta) yang menjadi persoalan dalam umat Islam. Pengetahuan zakat ini menjadi hal penting sehingga seorang muzakki mudah mengklasifikasi aset wajib zakat dari aset lainnya, menghitung aset yang menjadi kewajiban untuk dikeluarkan, hingga mendistribusikan kepada orang yang berhak menerimanya.

Hal ini jika tidak dilaksanakan maka, secara sosial tidak memiliki dampak negatif, namun perlu untuk diingat bahwa zakat merupakan perintah dari Allah, dimana akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah suatu saat kelak di akhirat nanti.

#berkahzakat #laznasaql

ZAKAT DAN PERANANNYA DALAM MENYEJAHTERAKAN UMAT

By ahlulquran on January 15, 2021 in Uncategorized

  1. Pengertian Zakat

Secara etimologis zakat mempunyai beberapa arti, yaitu berkembang, berkah, dan kebaikan yang banyak. Zakat juga berarti tumbuh dan berkembang. Tumbuh dana berkembang ini dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi muzakki dan mustahiq.

  1. Sisi Muzakki : Allah Swt menjanjikan bagi siapa saja yang mau mengeluarkan sebagian hartanya dalam bentuk zakat, infaq, ataupun sedekah akan diberikan ganjaran yang berlipat, tidak hanya di akhirat, tetapi juga di dunia. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. Dalam QS Al-Baqarah (2): 261 bahwa :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Rasulullah Saw. Bersabda, “Tidak akan berkurang harta karena bersedekah dan tidak akan di dzalimi seseorang dengan kedzaliman lalu ia bersabar atasnya, kecuali Allah akan menambah kemuliaan, dan tidaklah seorang hamba membuka jalan keluar untuk suatu permasalahan, kecuali Allah akan membebaskannya dari pintu kemiskinan atau semisalnya” (HR Tirmidzi).

  • Segi Mustahiq : dengan zakat yang diberiakn secara terprogram bagi mustahiq, akan dapat mengembangkan harta yang dimilikinya, bahkan akan mengubah kondisi seseorang yang asalnya mustahiq menjadi muzakki.

Selain itu secara etimologis zakat juga berarti membersihkan dan menyucikan, yang berarti pembersihan diri yang didapatkan setelah pelaksanaan kewajiban zakat. Seseorang dikatakan berhati suci dan mulia apabila dia tidak kikir dan tidak terlalu mencintai harta (untuk kepentingan dirinya sendiri).

Kata zakat mempunyai arti mensucikan dan membersihkan terdapat dalam firman Allah Swt. Pada QS At-Taubah (9): 103 :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

103. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Zakat mempunyai beberapa istilah, yaitu :

  1. Zakat

Istilah ini terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 43

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

43. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

  • Shadaqah

Istilah ini terdapat dalam QS At-Taubah ayat 104

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

104. Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?

  • Haq

Istilah ini terdapat dalam QS Al-An’am ayat 41

بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِنْ شَاءَ وَتَنْسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ

41. (Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).

  • Nafaqah

Istilah ini terdapat dalam QS At-Taubah ayat 34

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

34. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

  • ‘Afwu

Istilah ini terdapat dalam QS Al-A’raaf ayat 199

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

199. Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

Berdasarka definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwasannya zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim serta badan usaha yang dimiliki oleh  seorang muslim yang mampu secara ekonomi (kaya) untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya sesuai ketentuan Al-Qur’an dan Hadits

#berkahzakat #laznasaql

Penyaluran Alat Kesehatan untuk Klinik Pesantren

By ahlulquran on January 15, 2021 in Berita

Laznas AQL News – Kesehatan merupakan sesuatu yang penting & berharga. Apalagi di tengah situasi pandemi ini,  sehingga kita dituntut untuk bisa selalu menjaga kesehatan.

Alhamdulillah Laznas AQL melalui program Infaq Kesehatan telah  menyalurkan alat-alat kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar penting untuk klinik pesantren AQL Islamic School 2 Putra, Purwakarta. Alat-alat yang disalurkan diantaranya tandu lipat (dragbar), tabung oksigen, sterilisator, dll.

Tidak hanya di pesantres AQLIS 2 Putra, Laznas AQL juga menyalurkan beberapa alat kesehatan untuk Pesantren AQLIS 1 Putri yang berada di Jonggol, Jawa Barat

Melalui program ini, diharapkan agar seluruh siswa, guru hingga warga sekitar pesantren bisa menikmati layanan kesehatan sesuai standar medis yang ada.

“Bantuan alat kesehatan ini sangat sekali membantu kami dalam melayani siswa kami di AQL Islamic School ini” Ungkap Lizar Harahap selaku Kepala Sekolah AQLIS SMA Putra

Jazakumullah khairan kepada para donatur, semoga Allah SWT    melimpahkan keberkahan atas harta dan keluarganya.

.

C. Perhatian Islam Terhadap Penganggulangan Kemiskinan

By ahlulquran on January 12, 2021 in Uncategorized

Perhatian islam terhadap penanggulangan kemiskinan dan fakir miskin tidak dapat diperbandingkan dengan Agama Samawi dan aturan ciptaan manusia mana pun, baik dari segi pengarahan maupun dari segi pengaturan dan penerapan

Al-Qur’an berbicara tentang kemiskinan jauh berabad-abad silam sebagai bagian dari misi revolusi masyarakat Arab yang terjebak dalam jurang ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin. Kemiskinan dianggap sebagai petaka, sehingga bagi mereka yang berada dalam garis kemiskinan hanya dijadikan sebagai masyarakat yang marginal dan pantas dijadikan sebagai ‘budak’ belaka. Bahkan di antara mereka ada yang rela mengubur buah hatinya karena takut menjadi miskin.

Banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang penanggulangan kemiskinan, diantaranya :

  1. Memberi makan orang miskin adalah realisasi iman

Hal ini terdapat dalam QS Al-Muddatsir (74): 42-44 bahwa:

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ, قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ, وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ

42. “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”

43. Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat,

44. dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin,

Ayat ini menjelaskan bahwa salah satu penyebab orang masuk neraka adalah karena mereka enggan memberi makan orang miskin.

Memberi makan orang miskin meliputi juga memberi pakaian, perumahan, dan kebutuhan-kebutuhan pokoknya.

  • Orang yang tidak memberi makan orang miskin akan mendapatkan laknat Allah Swt

Hal ini terdapat dalam QS Al-Qalam (68): 19-24 bahwa:

فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ, فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ, فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ, أَنِ اغْدُوا عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ, فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ, أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ

19. Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.

20. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,

21. lalu pada pagi hari mereka saling memanggil.

22. “Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.”

23. Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik.

24. “Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu.”

Dalam ayat ini Allah menceritakan kasus pemilik-pemilik “kebun” yang menunggu malam datang untuk memetik hasil kebun mereka supaya orang-orang miskin, yang sering bertindas diluar batas pada saat panen, tidak memperoleh apa-apa, mereka akhirnya ditimpa laknat Allah.

  • Dorongan agar orang-orang miskin diperhatikan

Hal ini terdapat dalam QS Al-Fajr (89): 17-18 bahwa :

كَلَّا ۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ ٱلْيَتِيمَ, وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

17. Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,

18. Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin

Ayat-ayat diatas tidak hanya mengimbau agar orang-orang miskin diperhatikan dan diberi makan, dan Allah mengancam bila membiarkan terlunta-lunta, tetapi lebih dari itu, Allah memnjatuhkan hukuman kafir bagi orang orang yang tidak mengerjakan kewajiban itu serta pantas mereka menerima hukuman Allah di Akhirat.

  • Pada harta orang kaya terdapat hak orang miskin

Hal ini terdapat dalam QS Al-Israa’ (17): 26 bahwa :

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

26. Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Dan berbuat baiklah kepada orang-orang yang masih terkait hubungan kekerabatan denganmu, dan berilah ia haknya dalam bentuk kebaikan dan bakti dan berilah orang miskin yang tidak memiliki sesuatu yang mencukupinya dan menutupi kebutuhannya, musafir yang terasing dari keluarga dan kehabisan bekal harta. Dan janganlah engkau belanjakan hartamu dalam urusan selain ketaatan kepada Allah atau secara berlebihan dan boros.

Umat Islam mempunyai kewajiban untuk mengangkat harkat dan martabatnya kaum fakir miskin. Hal ini banyak peringatan yang disebutkan dalam Ayat Al-Qur’an Surat Al-Ma’un Ayat 1–3 yang artinya: “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.” Kefakiran lebih mendekati pada kekufuran, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah”

Maka dari itu yuk sama-sama kita membantu saudara kita yang sangat membutuhkan aluran tangan dari para orang-orang yang dermawan. Dan in syaa Allah hal ini merupakan media penolong kita di akhirat kelak.

#berkahzakat #laznasaql