Salah satu hal yang sangat didambakan oleh sahabat Nabi terdahulu adalah memiliki pahala jariyah yang tidak terputus sampai kapanpun. Tentu saja, sebagai umat Islam kita pun pasti menginginkan hal tersebut. Walaupun sudah tiada di dunia, tapi pahala dari amalan kita masih mengalir.

Hal ini, seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut ini,
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

Jika salah satu dari ketiga hal tersebut kita amalkan, tentu Allah SWT akan membalas dengan pahala yang terus mengalir tanpa terputus. Tentunya harus dengan niat yang lurus dan ikhlas saat menjalankannya. Fokus kepada tujuan akhirat bukan pada dunia semata.

Dan Setidaknya ada 7 amal yang termasuk amal jariyah. Berikut haditsnya,

Artinya: “Ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya:

  1. orang yang mengajarkan ilmu agama
  2. orang yang mengalirkan sungai (yang mati)
  3. orang yang membuat sumur
  4. orang yang menanam kurma
  5. orang yang membangun masjid
  6. orang yang memberi mushaf Al-Qur’an, dan
  7. orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah dia wafat.
    ” (HR Baihaqi).”

Amalan-amalan di atas adalah amalan yang mendatangkan manfaat bagi orang lain, baik semasa hidup maupun sudah meninggal dunia. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

 

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR Ath-Thabrani).

Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan menjemput pahala untuk mendapatkan surga dengan cara membantu saudara-saudara kita di pelosok negeri yang masih kekurangan air bersih dengan cara sedekah air bersih dalam program Mata Air Kehidupan bersama Laznas AQL . Klik banner di bawah ini untuk berdonasi.