Keutamaan Memberi Makan

By ahlulquran on October 16, 2021 in Artikel

      Makan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia, maka makan termasuk ke dalam kebutuhan primer yang wajib terpenuhi. Tidak hanya manusia , makhluk Allah SWT yang lainnya pun membutuhkan makan untuk bertahan hidup seperti hewan dan tumbuhan. Oleh karenanya memberi makan kepada makhluk Allah lainnya termasuk ke dalam bentuk ibadah yang sangat mulia.

“Jika dengan memberikan minum pada anjing bisa mendapatkan pengampunan dosa, maka memberi minum pada manusia tentu pula akan mendapatkan pahala yg besar.” (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari 5: 42)

Di dalam al-Jami’ al-Shagir, Imam Jalaluddin al-Suyuthi mengutip satu hadits Nabi SAW tentang orang yang akan mendapatkan perlindungan di bawah Arasy Allah SWT. Dia adalah orang yang memberi makan orang yang lapar. 

Tak hanya berpahala, memberi makan bahkan dipuji oleh Nabi SAW, “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.” (HR. Thabrani). Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” Nabi SAW menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikh Nawawi Banten menceritakan ulang di dalam karyanya Nashaihul Ibad tentang rahasia Nabi Ibrahim hingga menjadi khalilulllah (kekasih Allah). Nabi Ibrahim mengaku tidak makan sore dan makan pagi kecuali bersama tamu. Bahkan Nabi Ibrahim menempuh perjalanan sejauh 1 mil atau 2 mil sekadar mencari orang untuk menemaninya makan.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat sejumlah kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lalu seorang Arab Badui berdiri lalu bertanya, “Ya Rasulullah untuk siapa kamar-kamar itu?” Nabi SAW menjawab, “…untuk orang yang memberi makan …” (HR. Turmudzi).

Tak hanya beroleh kamar khusus, orang yang memberi makan juga akan masuk surga dari pintu khusus. Nabi SAW menginformasikan, “Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin  hingga membuatnya kenyang dari rasa lapar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain.” (HR. Thabrani).

Di dalam hadits Qudsi disebutkan orang yang memberi makan akan bertemu Allah SAW di sisi orang yang lapar. “Wahai anak Adam, Aku minta makan kepadamu, tetapi kamu tidak mau memberikan makan kepada-Ku”. Orang itu bertanya, “Wahai Tuhan, bagaimana caranya aku memberi makan kepada-Mu, sedang Engkau Tuhan penguasa alam semesta?”

Allah menjawab, “Ketahuilah, apakah kamu tidak peduli terhadap seorang hamba-Ku, yakni si fulan. Ia telah datang meminta makan kepadamu, namun kamu tidak memberinya makan. Ketahuilah, sekiranya kamu mau memberinya makan, maka kamu akan mendapati-Ku di sisinya.” (HR. Muslim).

Membaca hadisnya saja sudah membuat hati ini bergetar. Akankah seorang hamba seperti kita ini mampu bertemu dengan Allah SWT? Adalah sebuah impian yang Ketika menjadi nyata pun jiwa pasti akan lemah tak kuasa menahan Keagungan-Nya.

      MasyaaAllah, mari kita gerakkan jiwa dan raga kita agar semakin semangat membantu sesama umat muslim terlebih mereka yang memang membutuhkan, yang kelaparan. Agar setidaknya Allah mengakui bahwa kita ini memang hamba-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Klik banner ini untuk berdonasi dalam program Berbagi Pangan bersama Laznas AQL