KEUTAMAAN SEDEKAH MENURUT AL-QURAN DAN HADIS
By ahlulquran on September 18, 2021 in Artikel
Sedekah merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan di sisi Allah apalagi bila dilakukan di bulan suci Ramadhan. Karena dengan bersedekah ada orang yang turut merasakan kenikmatan dari sebagian rejeki yang kita berikan. Yang kelaparan dengan kita bersedekah jadi bisa makan menikmati makanan yang kita berikan dengan sangat bahagia hatinya, yang kesulitan secara ekonomi jika kita bersedekah bisa terbantu untuk kehidupan hidupnya sehari-hari, yang memiliki hutang bisa terbantu untuk melunasi hutangnya dan sebagainya.
Tentu saja masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya bagi seseorang yang bersedekah menurut Al-Quran dan Hadis, apa saja kah itu? Mari kita simak ulasannya;
Ganjaran Harta Maupun Pahala Yang Berlipat Ganda
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,
“Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang bermanfaat setelahnya.”
“Perumpaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada tiap tangkai ada seratu biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261).
Sedekah Dapat Memanjangkan Usia dan Mencegah Kematian Yang Buruk
Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.”(HR. Thabrani).
Sedekah Sebagai Penghapus Dosa, Seperti Air Memandakan Api
Rasulullah Saw bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi).
Sedekah Dapat Menjauhkan Diri dari Api Neraka
Mengingat pahala berlipat ganda yang didapat serta dihapusnya dosa-dosa, maka kita pun bisa menjauhkan diri kita agar tidak masuk ke dalam neraka jahanam. Hal ini sebagai sabda Rasulullah SAW, “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (Muttafaqun ‘alaih).
Mendapatkan Naungan di Hari Kiamat Karena Sedekah
“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya (pada hari kiamat) hingga diputuskan di antara manusia atau ia berkata: “Ditetapkan hukuman di antara manusia.” Yazid berkata: “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kue atau bawang merah atau seperti ini.” (HR. Al-Baihqi, Al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah).
Dan dijelaskan pula dalam riwayat lainnya, bahwasannya Rasulullah Saw bersabda:
“Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad).
Demikianlah kelima keutamaan sedekah yang dapat menyelamatkan kita kelak di akhirat. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan ini. Selain bersedekah secara langsung, kita juga dapat melakukannya dengan mudah yaitu dengan sedekah online. Mari kita bersedekah, dan klik banner di bawah untuk sedekah yang membawa berkah bersama Laznas AQL.
PUNYA MASALAH HIDUP? MUNGKIN KAMU BELUM BACA AYAT AL-QUR’AN INI
By ahlulquran on September 11, 2021 in Artikel
PUNYA MASALAH HIDUP? MUNGKIN KAMU BELUM BACA AYAT AL-QUR’AN INI
Setiap manusia pasti akan mengalami ujian dalam hidup, dari mulai masalah kecil hingga masalah besar. Terkadang hal tersebut membuat pikiran seseorang menjadi ruwet dan kehilangan akal sehat. Apalagi bila kurangnya ilmu pengetahuan serta lingkungan yang kurang mendukung. Mendekat kepada Sang Maha Besar menjadi cara terbaik untuk memupuk keimanan serta mencari ketenangan hati agar meski sedang memiliki berbagai masalah hidup tetap selamat tidak terjebak oleh rayuan setan yang terkutuk.
Berikut adalah rangkuman ayat-ayat Al-Quran yang bisa memotivasi diri kita dari berbagai masalah hidup.
- Al-Baqarah ayat 216
Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 216)
- Al-Baqarah ayat 286
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.” (Q.S Al-Baqarah: 286)
- Ar-Rad ayat 11
Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q.S. Ar-Rad: 11)
- Al-Insyirah ayat 5-6
Artinya: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyirah: 5-6)
- Al-Insyirah ayat 8
“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Q.S. Al-Insyirah: 8)
- Ath-Thalaq ayat 2-3
Artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Q.S. At-Thalaq: 2-3)
- Yusuf ayat 87
Artinya: “Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Q.S. Yusuf: 87)
- At-Taubah ayat 40
Artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: ‘Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita’. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. At-Taubah: 40)
- At-Taubah ayat 129
Artinya: “Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: ‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung’.” (Q.S. At-Taubah: 129)
- Ali Imran ayat 139
Artinya: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S. Ali Imran: 139)
Sejatinya hidup akan selalu ada saja masalahnya, masalah hadir untuk menguji keimanan seseorang apakah dia sabar atau justru keluar dari batas yang telah ditentukan syariat Islam. Agama Islam dengan Al-Qur’an hadir sebagai solusi dari masalah tersebut agar ketika masalah hadir seseorang tidak memilih jalan pintas untuk menyelesaikan perkara tersebut. Apabila kita lulus dari masalah tersebut maka bersiaplah kita untuk naik derajat dan lebih disayang lagi oleh Allah Subhanahuwata’ala.
Nyalakan Kembali Asa Pendidikan Indonesia
By ahlulquran on September 10, 2021 in Artikel
Nyalakan Kembali Asa Pendidikan Indonesia
Seperti yang sama-sama kita ketahui saat ini pandemi Covid-19 masih ada dan tetap menyerang negeri kita tercinta Indonesia. Tentu saja dampak dari wabah ini merambah pada seluruh aspek terutama aspek pendidikan. Yang mana proses KBM yang awalnya berjalan secara offline tatap muka kini harus berlangsung secara online melalui media zoom yang tentu saja membutuhkan jumlah kuota internet yang tidak sedikit.
Imbas dari hal ini tidak semua masyarakat memiliki kondisi ekonomi yang stabil untuk membeli sejumlah kuota guna memberi fasilitas belajar mengajar secara online. Banyak orangtua yang kewalahan mengusahakan mencari tambahan uang untuk memfasilitasi anaknya belajar. Dari mulai tidak adanya handphone, sulitnya jaringan internet di wilayah pelosok, dan sulitnya ekonomi di tengah wabah covid untuk membeli kuota internet.
Akibat dari semua itu orangtua mulai kelelahan dan menyerah menghadapi tuntutan kehidupan yang tidak berpihak. Tidak sedikit anak-anak yang harus putus sekolah, menyerah berjuang untuk belajar dan menghentikan mimpinya yang semula berharap dapat menyelesaikan pendidikan.
Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat ada 157 ribu siswa putus sekolah selama tahun ajaran 2019/2020. Mirisnya, siswa yang paling banyak mengalami putus sekolah ada pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) yaitu sebanyak 59,4 ribu siswa. Lalu selanjutnya disusul oleh siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mencapai 38,5 ribu siswa. Tentu saja pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab siswa putus sekolah.
Ingatkah kamu dengan seorang anak yang terpaksa berjualan cilok agar bisa membeli kuota internet? Selesai sekolah dia harus keluar rumah mendorong gerobak ciloknya dan berjualan keliling kampung hanya untuk mendapatkan uang tambahan membantu ibu dan bapaknya. Tentu saja yang bernasib seperti ini tidak hanya satu atau dua orang, tapi lebih dari itu.
Lain lagi halnya dengan beberapa anak di pelosok yang harus berhenti total sekolahnya. Mereka terpaksa bekerja atau justru menghabiskan waktu luangnya untuk bermain, belum lagi kondisi lingkungan yang tidak sepenuhnya mendukung. Kondisi lingkungan yang beraneka ragam tidak cukup menjadi pilar untuk membentengi anak-anak dengan pondasi agama yang kuat, kepribadian yang baik, kedisiplinan yang terlatih dan sebagainya. Karena di lingkungan masyarakat tentu ada yang baik dan tidak sedikit juga yang buruknya.
Sehingga jika dibiarkan kepribadian anak-anak akan terbentuk sesuai dengan lingkungan dimana ia menetap. Bila lingkungannya 80% penjudi, pemabuk, pencuri, pemalas, dan sebagainya, besar kemungkinan anak tersebut akan terbentuk dengan model yang sama.
Sehingga hal-hal seperti ini benar-benar harus dipikirkan bagaimana solusinya agar mengurangi angka pengangguran di masa mendatang, bagaimana caranya agar anak-anak yang putus sekolah tetap Kembali bisa bersekolah seperti semula dan mereka bisa membangun mimpi mereka sesuai harapan kedua orangtuanya.
Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan ini mari kita sama sama bahu membahu menyalakan asa pendidikan indonesia di masa pandemi dengan segala daya dan upaya yang kita miliki. Kita tidak pernah satu sekecil apapun upaya yang kita lakukan akan sangat berarti bagi mereka untuk menyelamatkan masa depan mereka.
Salah satunya dengan ikut dalam program “Indonesia Cerdas” dari Laznas AQL, yaitu program bantuan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak Indonesia yang tidak mampu mendapatkan atau meneruskan Pendidikan hingga selesai.
Program ini hadir dengan cita-cita besar untuk mewujudkan salah satu amanat pembukaan UUD 1945 yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.
Dan kita semua sebagai warga negara Indonesia bisa ikut andil dalam mewujudkan cita-cita besar tersebut.
Satu rupiah yang diberikan bila yang memberi ada ratusan, ribuan bahkan jutaan orang akan mampu menolong mereka dan membuka kembali harapan mereka dalam menyelesaikan pendidikan hingga selesai.
KAMU BISA MEMBACA SURAT INI
By ahlulquran on September 4, 2021 in Artikel
KAMU BISA MEMBACA / MENGAMALKAN SURAT INI KETIKA SEDANG MERASA TAKUT AKIBAT JIN DAN SETAN
Sesungguh-Nya Allah menciptakan jin, manusia, dan iblis. Tanpa kita sadari jin dan setan sering mengganggu manusia setiap hari, pagi, siang, sore, dan malam hari. Kapanpun dan dimanapun jin dan setan tidak pernah menyerah mengganggu manusia, baik ketika sedang sholat maupun sedang melakukan aktifitas lainnya. Di rumah, di kantor, di sekolah, di masjid, di kendaraan apalagi di luar rumah yang benar-benar membuat hati manusia menjadi tidak tenang, menjadi resah dan gelisah bahkan jadi sering diliputi dengan rasa takut.
Melihat hal demikian sebagai manusia sudah sewajarnya tidak boleh kalah oleh gangguan mereka dan harus bisa mengalahkan rasa takut dengan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an agar hati selalu bisa lebih tenang dan jauh dari keresahan.
Berikut adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang bisa kita amalkan untuk mengatasi rasa takut akibat gangguan jin dan setan;
1. Surat Shad ayat 41
Wazkur ‘abdana ayyub(a), iz nada rabbahu anni massaniyasy-syaitanu binuzbiw wa ‘azab(in).
Artinya: “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: ‘Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan’.” (Q.S. Shad: 41)
2. Surat Al-Mu’minun ayat 97-98
Wa qur rabbi a’ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn
Artinya: “Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku’.” (Q.S. Al-Mu’minun: 97-98)
3. Surat As-Saffat ayat 7
Wa hifzam ming kulli syaitānim mārid
Artinya: “Dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka.” (Q.S. As-Saffat: 7)
4. Ayat Kursi
Allāhu lā ilāha illā huw, al-hayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-ard, wa lā ya`ụduhụ hifzuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘azīm.
Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
5. Surat Al-Fatihah
Bismillahir rahmanir rahim, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Ar Rahmaanirrahiim, Maaliki yaumiddiin, Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin, Ihdinash-shirraatal musthaqiim, Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin,
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”
6. Surat An-Nas
qul a’ụżu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswāsil-khannās, allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās, minal-jinnati wan-nās
Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia’.” (Q.S. An-Nas)
7. Surat Al-Falaq
qul a’ụżu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri gāsiqin iżā waqab, wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad, wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad
Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki’.”
8. Surat Al-Ikhlas
qul huwallāhu aḥad, allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yụlad, wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Artinya: “Katakanlah: ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”
9. Surat An-Naml ayat 30-31
Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-rahmānir-rahīm. Allā ta’lụ ‘alayya wa`tụnī muslimīn
Artinya: “Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: ‘Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri’.”
Demikianlah beberapa surat yang bisa kamu baca ketika merasa takut akibat gangguan jin dan setan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.
BENARKAH HARI KIAMAT ITU ADA?
By ahlulquran on September 4, 2021 in Artikel
Islam adalah agama yang memiliki rukun, rukun tersebut menjadi syarat sah bagi seseorang yang beragama Islam. Misalnya saja rukun iman, dengan rukum iman seorang yang memeluk agama Islam wajib meyakini adanya enam hal yang terdapat di dalam rukun iman. Di antaranya iman kepada Allah SWT, iman kepada malaikat Allah, iman kepada kitab Allah, iman kepada Rasul Allah, iman kepada hari kiamat dan terakhir iman kepada qada dan qadar. Apabila seorang muslim tidak meyakini salah satu di antara enam itu maka keyakinannya terhadap Islam diragukan, dan keberagamaannya pun dapat dinyatakan batal.
Untuk itu sebagai umat muslim kita perlu mengetahui bahwa salah satu di antara enam rukun iman adalah hari kiamat yang wajib kita yakini kedatangannya suatu hari nanti yang kita sendiri tidak tahu entah kapan datangnya. Namun firman Allah telah memberitahukan bahwa hari itu akan tiba. Mari kita lihat firman Allah yang menyatakan bahwa hari kiamat itu benar-benar ada;
1 .Surat Az-Zumar ayat 68
Artinya:
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”
2. Surat Al-Qori’ah ayat 1-5
Artinya:
“Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran,dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”
3. Surat Al-Zalzalah ayat 1-8
Artinya:
“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: ‘Mengapa bumi (menjadi begini)?’, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”
4. Surat Al-Ahzab ayat 63
Artinya:
“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah’. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.”
5. Surat An-Naml ayat 87
Artinya:
“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.”
6. Surat Al-Hajj ayat 7
Artinya:
“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.”
Demikianlah firman Allah yang menjelaskan tentang hari kiamat, semoga dalil tersebut membuat iman kita semakin bertambah kepada Allah dan semakin mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat, agar kita termasuk hamba-hamba Allah yang dapat terselamatkan dari fitnah dajjal.
AYAT AYAT CINTA
By ahlulquran on September 4, 2021 in Artikel
AYAT AYAT CINTA
Cinta, adalah sebuah rasa yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT kepada setiap manusia. Hati yang merasakan cinta akan selalu dibuat berbunga-bunga dan bahagia manakala rasa cinta itu sedang tumbuh dan merekah dalam sanubari seseorang. Dia akan selalu tersenyum, bersemangat menjalani kehidupan, bergairah dalam melakukan setiap aktivitas, dan tentunya dia akan selalu memiliki harapan.
Cinta itu lah yang membuat manusia saling berhubungan baik, tidak hanya dengan sesama manusia tapi juga dengan kedua orangtuanya, Tuhannya, rasul-Nya, dan dengan seluruh alam. Untuk lebih jelasnya mari kita simak ayat-ayat yang membicarakan tentang cinta baik kepada Allah SWT, Rasul-Nya, kedua orang tua, lawan jenis, dan kehidupan dunia ini.
Cinta Kepada Allah
Setiap cinta yang kita miliki tentunya memiliki kebaikan tersendiri, khususnya cinta kepada Allah SWT. Dengan rasa cinta itu kita akan dapat kasih sayang dan perlindungan dari Allah SWT.
a. QS. Al Baqarah ayat 165
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ ۙوَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ
Artinya :
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).
b. QS. Ali Imran ayat 31
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya:
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
c. QS. Maryam ayat 96
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰنُ وُدًّا
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
d. QS. Al-Baqarah ayat 163
وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ ࣖ
Artinya:
Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
e. QS. Ar-Ra’d ayat 28
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya:
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
CINTA KEPADA RASULALLAH
Sudah semestinya umat muslim memiliki rasa cinta yang begitu besar kepada Rasulallah, sebab beliaulah yang kelak akan memberikan syafa’atnya kepada kita di Yaumil Akhir dan beliau pula satu-satunya Rasul yang begitu mencintai kita bahkan sebelum kita mengenali wajahnya. Beliau lah yang menyebut kita “ummatku, ummatku, ummatku” bahkan saat napas sudah tinggal di kerongkongan.
a. QS. Al-Ahzab ayat 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
b. QS. An-Nisa’ ayat 59
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
c. QS. An-Nisa’ ayat 80
مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللّٰهَ ۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَآ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا
Artinya:
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.
d. QS. Al-Hujurat ayat 1
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
e. QS. At-Taubah ayat 24
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
Artinya:
Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
CINTA KEPADA ORANGTUA
Adalah orangtua yang menjadikan kita ada di dunia ini. Ibu yang mengandung selama Sembilan bulan dan melahirkan kita ke dunia ini, ayah yang memberikan nafkah kepada kita dari kecil hingga dewasa.
a. QS. Al-Isra ayat 23
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Artinya:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
b. QS. Al-Isra ayat 24
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Artinya:
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
c. QS. An-Nisa ayat 36
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ
Artinya:
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.
d. QS. Luqman ayat 14
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Artinya:
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
e. QS. Al-Ahqaf ayat 15
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Artinya:
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
CINTA KEPADA DUNIA
Dunia adalah jembatan kita menuju akhirat, dunia adalah tempat dimana kita dapat mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya guna menjadi bekal saat kita harus kembali menuju kehidupan yang sebenarnya. Allah berfirman agar setiap manusia menjadikan dunia sebagai tujuan akhirnya yaitu surga.
a. QS. Al-A’la 17
وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ
Artinya:
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
b. QS. Yunus ayat 24
اِنَّمَا مَثَلُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْاَنْعَامُ ۗحَتّٰٓى اِذَآ اَخَذَتِ الْاَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ اَهْلُهَآ اَنَّهُمْ قٰدِرُوْنَ عَلَيْهَآ اَتٰىهَآ اَمْرُنَا لَيْلًا اَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنٰهَا حَصِيْدًا كَاَنْ لَّمْ تَغْنَ بِالْاَمْسِۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya:
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya adzab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang berpikir.
c. QS. Al-Kahfi ayat 45-46
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ فَاَصْبَحَ هَشِيْمًا تَذْرُوْهُ الرِّيٰحُ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا
Artinya:
Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allâh Mahakuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
d. QS. Al-Munafiqun ayat 9
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman!Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allâh.Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
e. QS. Ali Imran ayat 185
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Artinya:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
CINTA KEPADA LAWAN JENIS DAN JODOH
Rasa cinta kepada lawan jenis merupakan anugerah karena Allah telah menciptakan manusia berpasangan. Manusia juga diberikan rasa cinta agar dapat melanjutkan garis keturunannya. Namun dengan adanya rasa cinta itu manusia harus tetap mengikuti aturan-aturan yang telah Allah tetapkan dan tidak melampaui batas dengan melakukan maksiat secara sembunyi-sembunyi atau pun terang-terangan. Hal ini dimaksud agar manusia terbebas dari api neraka dan menjadi hamba-hamba yang saling mencintai karena Allah SWT.
a. QS. Al-Hujurat ayat 13
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
b. QS. An-Najm ayat 45
وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰى
Artinya:
Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.
c. QS. An-Nur ayat 3
اَلزَّانِيْ لَا يَنْكِحُ اِلَّا زَانِيَةً اَوْ مُشْرِكَةً ۖوَّالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَآ اِلَّا زَانٍ اَوْ مُشْرِكٌۚ وَحُرِّمَ ذٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ
Artinya:
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.
d. QS. Al-Balad ayat 17
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ
Artinya:
Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
e. QS. An-Naba’ ayat 8
وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًاۙ
Artinya:
Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan
f. QS. Al-Baqarah ayat 221
وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ࣖ
Artinya:
Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
Perihal jodoh Allah telah berfirman;
g. QS An-Nisa ayat 1
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Artinya:
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
h. QS. Ar-Rum ayat 21
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
i. QS. An-Nur ayat 26
اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِۚ اُولٰۤىِٕكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ࣖ
Artinya:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
j. QS. Az-Zariyat ayat 49
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Artinya:
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
k. QS. Yasin ayat 36
سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ
Artinya:
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
ADA APA DENGAN SURAT YASIN?
By ahlulquran on September 3, 2021 in Artikel
ADA APA DENGAN SURAT YASIN?
Sebagai manusia mendapat ampunan dari segala dosa adalah harapan setiap mukmin dan mukminat, karena pasti kita memiliki kesalahan, kekhilafan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kemudian meminta kelancaran rejeki juga sudah pasti menjadi sebuah doa yang selalu dipanjatkan ketika seseorang berdoa kepada Allah SWT agar segala urusannya berjalan lancar, kebutuhan akan hidup dicukupkan dan sebagainya. Nah tahu kah kamu di dalam surah Yasin terdapat beberapa manfaat ketika kamu gemar membacanya apalagi mengamalkan isinya. Yuk kita simak apa saja keajaiban dari surah Yasin.
- Dilimpahkan Kebahagiaan
Tentunya salah satu kenikmatan dari membaca Alquran adalah mendapatkan ketenangan hati, orang yang hatinya tenang, damai dan tentram akan lebih mudah untuk bahagia. Maka surah Yasin pun akan memberikan kebahagiaan bagi seseorang yang membacanya. Sebagaimana yang dijelaskan pada Surat Ar-Ra’d ayat 28 yang mengatakan bahwa: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-Ra’d: 28)
- Dilancarkan Rejekinya
Seperti apa yang dijelaskan dalam Sunan al Daarimi juz 2 halaman 549 yang mengatakan bahwa:
“Barang siapa yang membaca surat yasin dari pagi hari, maka pekerjaan di hari itu dimudahkan dengan keberhasilan, dan jika membacanya di akhir suatu hari maka tugasnya hingga pagi hari berikutnya akan dimudahkan juga.”
- Hidup Menjadi Berkah
Hal ini juga dijelaskan dalam HR Darimi yang mengatakan bahwa:
“Siapa yang membaca Surat Yasin pada awal pagi, seluruh hajatnya akan dikabulkan oleh Allah.”
- Dijauhkan Dari Malapetaka
Jika kamu merasa hidupmu sering dihampiri oleh malapetaka, maka mendekat kepada Allah SWT adalah solusi terbaik. Selain itu menghabiskan waktu untuk berzikir kepada Allah SWT serta membaca surah Yasin dengan niat ingin mendapatkan perlindungan dari Allah SWT serta terhindar dari segala malapetaka. Hal ini dikarenakan surah Yasin juga memiliki manfaat sebagai penolong bagi pembacanya.
Pernah diungkapkan oleh Anas bin Malik yang berdasarkan HR. At-thobroni yang menjelaskan bahwa:
“Barang siapa yang membiasakan membaca Yasin setiap malam, maka tanpa terduga dia menemui ajalnya, maka matinya dalam keadaan syahid.”
- Diampuni Dosa-Dosanya
Hal ini juga pernah diungkapkan oleh Abu Hurairah RA yang berdasarkan HR. At-thabrani dan Al-Bayhaqi yang menjelaskan bahwa:
“Siapa yang membaca (surat) Yasin pada malam hari dengan mengharap keridhoan Allah maka diampuni dosa-dosanya.”
Demikianlah beberapa manfaat yang terdapat dalam surah Yasin semoga dapat memberikan pencerahan untukmu yang sedang memiliki masalah baik dengan manusia atau pun dengan Allah SWT. Senantiasalah agar selalu mendekat kepada Allah SWT menjalankan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Inilah 3 Amalan dengan pahala jariyah
By ahlulquran on August 25, 2021 in Artikel
3 Amalan dengan pahala jariah
Amal jariyah, atau bisa juga disebut sebagai suatu amalan atau perbuatan yang berbuah pahala tanpa terputus. Tentunya amalan ini merupakan amalan-amalan baik yang sengaja diperbuat untuk semata-mata mengharapkan keridhaan dari Allah SWT.
Orang yang senantiasa beramal baik, adalah orang yang pahalanya dijamin oleh Allah. Bahkan, setiap amal dan kebaikan yang diperbuatnya bisa membantu mereka di dunia maupun di akhirat.amal jariyah ini adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang, yang mana manfaatnya akan terus dirasakan oleh orang banyak meskipun orang tersebut sudah meninggal.
Dengan kata lain, jika seseorang sudah meninggal, namun masih ada orang lain yang merasakan manfaat dari perbuatan orang tersebut, maka sampai hari kiamat orang itu akan mendapatkan tambahan pahala walau sudah ada di dalam kubur.
Lalu apa saja amalan-amalan yang kalau kita melakukannya akan mendapatkan pahala jariyah yang akan terus mengalir sampai surga?
Inilah 3 amalan denga pahala jariyah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631).
3 Amalan yang tidak terputus pahalaya

Sedekah jariyah
seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah

Ilmu yang bermanfaat
yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

Anak yang sholeh
karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.
Nah, itulah beberapa contoh amal jariyah. Bagaimana pun, banyak sekali amal jariyah yang bisa Anda lakukan. Meskipun, Anda harus pastikan juga bahwa amal tersebut dilakukan dengan ikhlas tanpa ada rasa sombong atau berniat riya. Mantapkan amalan tersebut hanya semata-mata karena Allah SWT saja.
Keistimewaan Menyantuni dan Menyayangi Anak Yatim
By azmi laznasaql on August 19, 2021 in Artikel

Dalam agama islam, kedudukan anak yatim merupakan hal yang istimewa. Menyayangi anak yatim dengan cara menyantuni dan mengasuhnya merupakan amalan yang baik untuk dilakukan bagi seorang muslim. Bahkan hingga orang yang melakukannya diberi balasan pahala yang besar.
Karena kedudukannya yang istimewa, terdapat berbagai perintah dan anjuran untuk berbuat baik kepada anak yatim yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadits.
Lalu apa saja keutamaan yang disebutkan didalam Al Qur’an dan Hadits terkait menyantuni dan menyayangi anak yatim?
Berikut inilah Keutamaan – keutamaan menyantuni dan menyayangi anak yatim.
- Termasuk Amal Shalih
Penjelasan mengenai menyantuni anak yatim salah dijelaskan dalam salah satu ayat dalam Alquran. Allah SWT berfirman: “Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu.” (QS Al-Baqarah: 220).
Memperbaiki di sini maksudnya adalah berderma kepada anak yatim, memeliharanya dengan pemeliharaan yang baik, dan menjamin kehidupannya. Ini termasuk amal kebaikan yang sangat besar bagi seorang muslim.
- Allah Menyukai Hamba yang Senang Berderma
“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya.” (QS Al-Baqarah: 215).
Allah SWT menyukai nafkah yang diberikan untuk anak yatim. Sebab, hal tersebut menjadi kemuliaan sendiri bagi seseorang karena telah berbagi kepada sesama, terutama yang sangat membutuhkan. Harta ini tentu akan lebih baik daripada yang dipergunakan untuk diri sendiri.
- Menjadi Jalan Masuk Surga
“Rasulullah SAW bersabda: ‘Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,’. Kemudian Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR Bukhari).
Bagi orang yang menanggung kehidupan anak yatim seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, maka Allah SWT menjanjikannya masuk surga. Ini karena orang itu telah menjaga kehidupan anak tersebut karena berada di dalam pengawasan dan tanggung jawabnya.
- Jauh dari Adzab Allah
Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran di hari kiamat Allah SWT tidak akan mengadzab orang yang mengasihi anak yatim dan berlaku ramah padanya serta manis tutur katanya. Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan mengerti kekurangannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diperoleh Allah kepadanya.” (HR Thabrani).
Umat Islam tentu ingin selalhi diberkahi dengan pahala dan dijauhkan dari adzab. Salah satu caranya adalah dengan mencintai anak yatim. Sebab, anak yatim memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam, sehingga Allah SWT memberikan keistimewaan atas amalan yang dilakukan seseorang pada anak yatim.
- Terpenuhi Kebutuhan Hidup
Bukan hanya dijanjikan pahala melimpah dan masuk surga, mengurus anak yatim dengan sungguh-sungguh juga dijanjikan oleh Allah SWT akan dipenuhi kebutuhan hidupnya. Apabila seseorang menyantuni anak yatim, maka akan seperti berinfak di jalan Allah dan Allah SWT.
Selain itu, Allah SWT juga akan melipatgandakan harta bagi hamba yang menyantuni anak yatim. “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (HR. Al-Baniy, Shahih At Targhib).
- Memperbaiki Urusan Dunia dan Akhirat
Apabila seseorang selalu mengasihi sesama yang berada di muka bumi, maka niscaya juga akan dicintai oleh Allah SWT. Sehingga, apapun urusannya di akhirat dan juga di dunia akan diperbaiki seperti yang telah dijanjikan oleh Allah SWT pada hamba-Nya.
Penjelasannya dalam sebuah hadis, yakni: “Orang-orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar Rohman (Yang Maha Pengasih) Tabaaroka wa ta’ala. Kasihilah siapa yang ada dibumi niscaya engkau dikasihi oleh yang di langit.” (HR Abu dawud, Tirmidz).
