Nyalakan Kembali Asa Pendidikan Indonesia

By ahlulquran on September 10, 2021 in Artikel

Nyalakan Kembali Asa Pendidikan Indonesia

         Seperti yang sama-sama kita ketahui saat ini pandemi Covid-19 masih ada dan tetap menyerang negeri kita tercinta Indonesia. Tentu saja dampak dari wabah ini merambah pada seluruh aspek terutama aspek pendidikan. Yang mana proses KBM yang awalnya berjalan secara offline tatap muka kini harus berlangsung secara online melalui media zoom yang tentu saja membutuhkan jumlah kuota internet yang tidak sedikit.

Imbas dari hal ini tidak semua masyarakat memiliki kondisi ekonomi yang stabil untuk membeli sejumlah kuota guna memberi fasilitas belajar mengajar secara online. Banyak orangtua yang kewalahan mengusahakan mencari tambahan uang untuk memfasilitasi anaknya belajar. Dari mulai tidak adanya handphone, sulitnya jaringan internet di wilayah pelosok, dan sulitnya ekonomi di tengah wabah covid untuk membeli kuota internet.

Akibat dari semua itu orangtua mulai kelelahan dan menyerah menghadapi tuntutan kehidupan yang tidak berpihak. Tidak sedikit anak-anak yang harus putus sekolah, menyerah berjuang untuk belajar dan menghentikan mimpinya yang semula berharap dapat menyelesaikan pendidikan.

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat ada 157 ribu siswa putus sekolah selama tahun ajaran 2019/2020. Mirisnya, siswa yang paling banyak mengalami putus sekolah ada pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) yaitu sebanyak 59,4 ribu siswa. Lalu selanjutnya disusul oleh siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mencapai 38,5 ribu siswa. Tentu saja pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab siswa putus sekolah.

Ingatkah kamu dengan seorang anak yang terpaksa berjualan cilok agar bisa membeli kuota internet? Selesai sekolah dia harus keluar rumah mendorong gerobak ciloknya dan berjualan keliling kampung hanya untuk mendapatkan uang tambahan membantu ibu dan bapaknya. Tentu saja yang bernasib seperti ini tidak hanya satu atau dua orang, tapi lebih dari itu.

Lain lagi halnya dengan beberapa anak di pelosok yang harus berhenti total sekolahnya. Mereka terpaksa bekerja atau justru menghabiskan waktu luangnya untuk bermain, belum lagi kondisi lingkungan yang tidak sepenuhnya mendukung. Kondisi lingkungan yang beraneka ragam tidak cukup menjadi pilar untuk membentengi anak-anak dengan pondasi agama yang kuat, kepribadian yang baik, kedisiplinan yang terlatih dan sebagainya. Karena di lingkungan masyarakat tentu ada yang baik dan tidak sedikit juga yang buruknya.

Sehingga jika dibiarkan kepribadian anak-anak akan terbentuk sesuai dengan lingkungan dimana ia menetap. Bila lingkungannya 80% penjudi, pemabuk, pencuri, pemalas, dan sebagainya, besar kemungkinan anak tersebut akan terbentuk dengan model yang sama.

Sehingga hal-hal seperti ini benar-benar harus dipikirkan bagaimana solusinya agar mengurangi angka pengangguran di masa mendatang, bagaimana caranya agar anak-anak yang putus sekolah tetap Kembali bisa bersekolah seperti semula dan mereka bisa membangun mimpi mereka sesuai harapan kedua orangtuanya.

Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan ini mari kita sama sama bahu membahu menyalakan asa pendidikan indonesia di masa pandemi dengan segala daya dan upaya yang kita miliki. Kita tidak pernah satu sekecil apapun upaya  yang kita lakukan akan sangat berarti bagi mereka untuk menyelamatkan masa depan mereka.

Salah satunya dengan ikut dalam program “Indonesia Cerdas” dari Laznas AQL, yaitu program bantuan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak Indonesia yang tidak  mampu mendapatkan atau meneruskan Pendidikan hingga selesai.

Program ini hadir dengan cita-cita besar untuk mewujudkan salah satu amanat pembukaan UUD 1945 yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.

Dan kita semua sebagai warga negara Indonesia bisa ikut andil dalam mewujudkan cita-cita besar tersebut.

Satu rupiah yang diberikan bila yang memberi ada ratusan, ribuan bahkan jutaan orang akan mampu menolong mereka dan membuka kembali harapan mereka dalam menyelesaikan pendidikan hingga selesai.

Mari kita saling berlomba dalam kebaikan dengan bergabung bersama kami sebagai donatur dalam program Indonesia Cerdas.