KAMU BISA MEMBACA / MENGAMALKAN SURAT INI KETIKA SEDANG MERASA TAKUT AKIBAT JIN DAN SETAN

         Sesungguh-Nya Allah menciptakan jin, manusia, dan iblis. Tanpa kita sadari jin dan setan sering mengganggu manusia setiap hari, pagi, siang, sore, dan malam hari. Kapanpun dan dimanapun jin dan setan tidak pernah menyerah mengganggu manusia, baik ketika sedang sholat maupun sedang melakukan aktifitas lainnya. Di rumah, di kantor, di sekolah, di masjid, di kendaraan apalagi di luar rumah yang benar-benar membuat hati manusia menjadi tidak tenang, menjadi resah dan gelisah bahkan jadi sering diliputi dengan rasa takut.

         Melihat hal demikian sebagai manusia sudah sewajarnya tidak boleh kalah oleh gangguan mereka dan harus bisa mengalahkan rasa takut dengan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an agar hati selalu bisa lebih tenang dan jauh dari keresahan.

Berikut adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang bisa kita amalkan untuk mengatasi rasa takut akibat gangguan jin dan setan;

1. Surat Shad ayat 41

Wazkur ‘abdana ayyub(a), iz nada rabbahu anni massaniyasy-syaitanu binuzbiw wa ‘azab(in).

Artinya: “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: ‘Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan’.” (Q.S. Shad: 41)

2. Surat Al-Mu’minun ayat 97-98

Wa qur rabbi a’ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn

Artinya: “Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku’.” (Q.S. Al-Mu’minun: 97-98)

3. Surat As-Saffat ayat 7

Wa hifzam ming kulli syaitānim mārid

Artinya: “Dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka.” (Q.S. As-Saffat: 7)

4. Ayat Kursi

Allāhu lā ilāha illā huw, al-hayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-ard, wa lā ya`ụduhụ hifzuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘azīm.

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

5. Surat Al-Fatihah

Bismillahir rahmanir rahim, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Ar Rahmaanirrahiim, Maaliki yaumiddiin, Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin, Ihdinash-shirraatal musthaqiim, Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin, 

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

6. Surat An-Nas

qul a’ụżu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswāsil-khannās, allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās, minal-jinnati wan-nās

Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia’.” (Q.S. An-Nas)

7. Surat Al-Falaq

qul a’ụżu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri gāsiqin iżā waqab, wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad, wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki’.”

8. Surat Al-Ikhlas

qul huwallāhu aḥad, allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yụlad, wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya: “Katakanlah: ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”

9. Surat An-Naml ayat 30-31

Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-rahmānir-rahīm. Allā ta’lụ ‘alayya wa`tụnī muslimīn

Artinya: “Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: ‘Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri’.” 

        Demikianlah beberapa surat yang bisa kamu baca ketika merasa takut akibat gangguan jin dan setan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.