Sedekah Merupakan Amalan Yang Luas Jangkauannya

By ahlulquran on August 7, 2022 in Artikel

      Sedekah berasal dari bahasa Arab, yakni shadaqoh. Sedekah memiliki arti memberikan sesuatu kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa ada batasan jumlah dan batas waktu tertentu. Dapat dikatakan sedekah adalah amalan baik yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Selain untuk berbagi dan sebagai bekal amal di akhirat, sedekah juga bertujuan untuk menyucikan harta.

      Dalam Islam sedekah merupakan bukti ketaqwaan kepada Allah SWT. Karena Rasulullah dalam Hadis HR. Tirmidzi dan Hadis Hasan Shahih bersabda, “bertakwalah kepada Allah SWT di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan keburukan. Dan pergauilah manusia dengan akhlak yang mulia.”

      Selain itu, sedekah juga tidak tertutup hanya pada harta yang bersifat materi namun juga amalan kebaikan yang nonmateri. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit; kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah; kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah; setiap langkah kakimu menuju tempat shalat juga dihitung sedekah; dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari danMuslim).

      Melalui hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa sedekah merupakan amalan yang luas jangkauannya, tidak hanya terbatas pada harta benda saja. Oleh karena itu sudah saatnya sedekah dijadikan sebagai gaya hidup, agar hidup terasa menjadi lebih indah dan berkah. Meski sedikit jika kita istiqomahkan makin lama akan terasa makin ringan dan kemudian menjadi sebuah kebiasaan. Selain itu, kita juga akan mendapat imbalan yang indah dari Allah SWT seperti firman Allah SWT yang berbunyi : 

إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ

“Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah.” (QS. Yusuf [12]: 88).

Keutamaan Sedekah

      Sedekah memberikan banyak keberkahan hidup seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Hal tersebut karena sedekah memiliki banyak keutamaan. Di antara keutamaan sedekah adalah sebagai berikut:

a. Sedekah menghapus kesalahan.

Nabi  bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطَايَا كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ

“Sedekah itu menghapus kesalahan seperti air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

 b. Sedekah menjauhkan dari siksa neraka.

Nabi  bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Berlindunglah kalian dari neraka walaupun hanya dengan sedekah separuh kurma. Barangsiapa yang tidak mampu, maka bersedekahlah dengan ucapan yang baik.” (HR. Bukhori)

c. Sedekah akan menjadi naungan di akhirat.

Nabi  bersabda:

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ

“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya di akhirat, hingga diadili di antara manusia.” (HR. Ahmad)

      Nabi   juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah  pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, seseorang yang mengingat Allah  dalam kesendirian kemudian air matanya berderai karena takut akan kebesaran Allah, seseorang yang dirayu wanita yang berkedudukan lagi cantik tapi dia justru mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya, seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid, dan dua orang yang saling mencintai karena Allah, dia berkumpul dan berpisah atas dasar cinta karena Allah.” (HR. Bukhori)

d. Sedekah merupakan bukti keimanan.

Nabi  bersabda:

وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ.

“Sedekah itu adalah bukti.” (HR. Muslim)

Maksud bukti dalam hadis tersebut adalah bukti keimanan. Sedekah adalah bukti iman bagi pelakunya. Karena orang munafik dan kafir mereka tidak bersedekah karena Allah. Sedangkan orang yang bersedekah mengimani adanya balasan yang akan ia raih di akhirat dari harta yang ia dermakan di jalan Allah.

e. Allah  akan mengganti harta sedekah

Allah SWT  berfirman di dalam hadis Qudsi.

يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ.

“Wahai anak Adam, berinfaklah niscaya Aku akan menafkahimu.” (HR. Muslim)

Selain hadis tersebut. Di dalam Al Qur’an pun Allah  telah menjelaskan:

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“…Apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ [34]: 39)

Itulah beberapa keutamaan sedekah yang perlu kita amalkan. Karena sedekah bukan persoalan berapa banyak kita memberi, namun seberapa ikhlas dan kontinu kita saling membantu antar sesama. Mari bersedekah, semoga kita mendapatkan keberkahan selalu. Aamin

Celengan Akhirat untuk Pendidikan Anak Bangsa

By ahlulquran on July 23, 2022 in Uncategorized

      Harta adalah apa yang dimiliki seseorang berdasarkan titipan dari Allah selama hidup di dunia, yang bisa digunakan untuk pangan, sandang, papan, serta kebutuhan sekunder dan tersier untuk menunjang kehidupan seseorang.

      Namun, apakah harta tersebut bisa dibawa jika seseorang itu telah meninggal dunia? Tentu saja tidak, karena yang dibawa ke liang lahat ketika seseorang meninggal hanyalah sehelai kain putih beserta amalan amalannya.

      Bicara soal amalan, dari harta tersebut seseorang bisa membuat banyak amalan sehingga hartanya menjadi bekal kelak ia di akhirat. Karena pada dasarnya apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Jika kita di dunia banyak memberi dengan harta kita, maka di akhirat kita akan menjemput balik apa yang telah kita berikan.

      Lalu apakah sedekah harus dalam jumlah yang besar dari harta yang dimiliki? Tentu saja tidak, Sahabat. Seseorang dianjurkan sedekah tetapi tetap harus mementingkan kebutuhan pokok bagi dirinya, keluarga dan saudaranya. Setelah itu jika ia masih memiliki kelebihan harta maka dianjurkan untuk bersedekah di tempat lainnya.

      Jika kamu merasa, “Saya bukan orang kaya tapi saya gemar bersedekah dan saya ingin rutin bersedekah.” Maka kamu bisa melakukan sedekah istiqomah dengan menaruh selembar seribu rupiah setiap harinya di dalam sebuah kaleng setiap selesai melaksanakan sholat subuh. Kelak kaleng itu terisi penuh dapat berguna bagi anak-anak di Indonesia yang membutuhkan bantuan biaya sekolah demi menunjang pendidikan mereka dalam menggapai cita-cita.

Titipkan amanah celengan sedekah subuhmu bersama Laznas AQL untuk ringankan biaya pendidikan anak bangsa.

WUJUDKAN SEMANGAT ANAK BANGSA

By ahlulquran on June 5, 2022 in Artikel

Apa kabar pendidikan saat ini? Apakah semua siswa dan siswi sudah memadai sarana dan prasarana untuk belajarnya? Tak jarang masalah sarana dan prasarana menjadi problem yang terus terjadi dalam dunia pendidikan.

Bahkan hal tersebut menjadikan masalah dan alasan siswa siswi mengalami penurunan nilai dan tentunya memengaruhi angka kecerdasan anak anak di negara kita. Namun sejatinya tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang kurang bimbingan dan motivasi dalam belajar. Terkadang mereka juga memiliki semangat yang tinggi untuk belajar namun sarana dan prasarana yang tidak memadai sehingga menjadi penghambat dalam meraih cita-cita.
 
Ada yang ingin menjadi juara kelas, tapi masih kesulitan untuk mendapatkan buku dan alat tulis lainnya. Ingin ikut pelatihan online, tapi tidak punya hape dan kuota, ingin ikut les privat minim dana. Berangkat dari hal demikian, Laznas AQL berinisiasi dalam program Indonesia Cerdas dengan tujuan membantu meringankan kebutuhan-kebutuhan anak anak khususnya yang bersekolah di sekolah swasta maupun negeri namun kondisi ekonomi ayah dan ibunya tidak cukup memadai untuk memenuhi keperluan sekolah mereka.
 

Penyaluran Paket Sembako Untuk Warga Tebet

By ahlulquran on March 31, 2022 in Berita

      Tebet, Jakarta Selatan – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan AQL Islamic Center menyelenggarakan acara tarhib Ramadan dengan tema Ramadan Berjiwa Mulia yang mana acara tersebut dilaksanakan di masjid AQL Islamic Center di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jama’ah masjid AQL dan warga sekitar Tebet, serta turut mengundang Ibu Lurah Tebet, Jakarta Selatan, dan Ustad Handy Bonny.

      Ahad, (27/03/2022) Dalam acara tersebut Laznas AQL menyalurkan bantuan paket sembako yang diperuntukkan bagi kaum dhu’afa, anak yatim, guru ngaji serta pejuang dakwah. Bantuan paket sembako ini merupakan program khusus Laznas AQL yang dilaksanakan di bulan suci Ramadan dengan nama KAROMAH, Kado Ramadan Berkah.

      Ada sekitar dua ribu paket sembako yang InsyaAllah nantinya akan didistribusikan kepada kaum dhu’afa, guru ngaji serta pejuang dakwah untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari di bulan suci Ramadan. Tentu saja harapannya jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya pula nilai donasi dari para muhsinin.

      Laznas AQL selalu membuka kesempatan bagi para muhsinin yang ingin turut menitipkan amanahnya berbagi paket sembako bersama KAROMAH. Mari menjadi bagian dalam mengambil peran kebaikan, berlomba-lomba meraup pahala sebanyak-banyaknya agar amal kebaikan kelak di akhirat memiliki timbangan yang lebih berat.

ZAKAT TABUNGAN/DEPOSIT

By ahlulquran on December 10, 2021 in Artikel

      Zakat yang dikeluarkan oleh Deposan (pemilik tabungan) atas tabungan atau deposito (simpanan) pada lembaga keuangan atau pun secara pribadi yang telah genap setahun dan cukup kadar nishab.

 

Dalil Zakat tabungan adalah

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” 

(QS At -taubah ayat 103)

Dalil Zakat tabungan adalah

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” 

(QS At -taubah ayat 103)

 

Adapun ketentuan dan syarat-syaratnya adalah:

  1. Secara akumulatif telah mencapai nisab senilai 85 gram emas.
  2. Capaian nisab tersebut telah berlalu satu tahun (haul).
  3. Zakat yang wajib dikeluarkan 2,5%
  4. Tidak mempunyai hutang yang jatuh tempo yang dapat mengurangi nisab.

Contoh Zakat Tabungan:

Seorang ibu rumah tangga menyisihkan sebesar Rp 3.000.000 setiap bulan dari penghasilan suaminya untuk tabungan masa depan keluarga mereka.

  1. Apakah dia terkena kewajiban dari tabungannya?
  2. Kapan saldo tabungannya mencapai nisab?
  3. Kapan dia terkena wajib zakat dari tabungannya?

Jawab:

Si ibu tersebut terkena kewajiban zakat apabila saldo tabungannya telah mencapai nisab. Perhitunganya sebagai berikut: Jika setiap bulannya dia menabung sebesar Rp 3.000.000, berarti satu tahun kemudian saldo tabungannya menjadi sebesar Rp 3.000.000 x 12 bulan = Rp 36.000.000

Jika diasumsikan harga emas saat ini adalah Rp 400.000/gram, maka tabungannya telah mencapai nisab, yaitu sebesar 85 gram x 400.000 = Rp 34.000.000

Dengan demikian di tahun berikutnya bila dia tetap menabung dengan jumlah yang sama dan dia tidak menariknya untuk suatu keperluan, maka saldonya akan menjadi sebesar Rp 36.000.000 x 2 tahun = Rp 72.000.000

Berarti zakat yang harus dikeluarkannya sebesar Rp 72.000.000 x 2,5% = Rp 1.800.000

Contoh Zakat Deposit:

Pada tanggal 25 Sya’ban 1435 H, seorang karyawati yang baru saja berhenti dari pekerjaannya mendapat pesangon dari perusahaan tempat dia bekerja sebesar Rp 150.000.000 . Dari jumlah tersebut sebesar Rp 50.000.000 dia simpan dalam bentuk deposito dan Rp 50.000.000 lainnya dia simpan dalam bentuk saham dan tabungan lain. Sedangkan sisanya dia gunakan untuk berbagai keperluan selama satu tahun.

  1. Kapan dia harus membayar zakat simpanannya?
  2. Berapa persen zakatnya?

Jawab :

Mengingat uang yang disisihkannya untuk disimpan dalam beberapa bentuk tabungan, yaitu sebesar Rp 50juta dalam bentuk deposito dan Rp 50juta dalam bentuk tabungan dan saham, telah memenuhi bahkan jauh melebihi nisab sejak tanggal 25 bulan Sya’ban 1435 H, maka permulaan haulnya dihitung pula sejak tanggal, bulan dan tahun tersebut. Sehingga nanti pada tanggal 25 Sya’ban 1436 H dia pun telah terkena kewajiban zakat sebesar 2,5% dari seluruh uang yang dimilikinya, baik pokok simpanan maupun hasilnya.

Perhitungan zakatnya:

Pokok simpanan adalah Rp 50juta + Rp 50juta = Rp 100juta

Pertumbuhan simpanannya, bersih sebesar rata-rata 5% per bulan, sehingga dalam setahun hasil simpanannya sebesar Rp 100juta x 5% x 12 bulan = Rp 60juta

Jadi total kekayaannya = Rp 100.000.000 + Rp 60.000.000 = Rp 160.000.000

Maka zakatnya adalah Rp 160.000.000 x 2,5% = Rp 4.000.000

ZAKAT PERDAGANGAN/PERNIAGAAN

By ahlulquran on December 10, 2021 in Artikel

      Mayoritas ulama dari kalangan sahabat, tabi’in, dan fuqaha setelahnya berpendapat bahwa barang-barang perdagangan wajib untuk dizakati.

Maksudnya adalah zakat semua jenis barang yang dijadikan komoditas perdagangan, seperti barang-barang sandang, pangan, properti, peralatan, hewan dan lain sebagainya, baik dimiliki perorangan maupun kelompok atau lembaga.

Landasan hukumnya adalah Riwayat Abu Dawud dan Baihaqi bahwa Samurah bin Jundub berkata, “Nabi memerintahkan kami untuk mengeluarkan zakat dari barang yang kita persiapkan untuk diperjualbelikan.” (Sunan Abu Dawud (1562) , As-Sunan Al-Kubra, Baihaqi (7388)

Daruquthni dan Baihaqi juga meriwayatkan dari Abu Dzar bahwa Nabi bersabda:

“Di dalam untu ada zakatnya, di dalam kambing ada zakatnya, di dalam sapi ada zakatnya, dan di dalam perabotan ada zakatnya.”

Perabotan yang dimaksud dalam hadits di atas artinya adalah perabotan rumah. Dengan demikian, barang-barang dagangan dimaksudkan untuk dikembangkan. Ada beberapa syarat untuk barang-barang dagangan.

  1. Dimiliki dengan perbuatan seseorang, misalnya dengan cara jual beli, sewa, dan lainnya. Dengan kata lain, dimiliki dengan akad yang mengharuskan kompensasi.
  2. Pada saat memiliki barang tersebut diniatkan untuk diperdagangkan. Bila pada saat dimiliki tidak diniatkan untuk diperdagangkan, barang tersebut bukan barang dagangan meski baru diniatkan setelahnya.
  3. Muzakki merupakan pemilik komoditas yang diperdagangkan.
  4. Nisab zakat harta perniagaan sepadan dengan 85 gram emas.
  5. Telah berlalu satu tahun sejak mencapai nisab.
  6. Besaran zakat yang dikeluarkan adalah 2,5%

Lantas bagaimana cara menghitung zakat barang-barang perdagangan?

Contoh :

Pada tanggal 15 Muharram 1435 H Bapak Anas membuka took pakaian dengan modal awal sebesar Rp 25.000.000. Setiap bulan dia mendapatkan keuntungan bersih rata-rata Rp 2.000.000

  1. Berapa nisab zakat hartanya?
  2. Kapan dia harus membayar zakat perdagangannya?
  3. Berapa besaran zakat yang harus dikeluarkannya?

Jawab:

Perhitungan zakatnya: (Modal diputar + Keuntungan) – (Hitung jika ada_ x 2,5%)

  1. Bila pada waktu ia memulai usahanya harga emas Rp 400.000/gram, maka nisab hartanya senilai 85 gram x Rp 400.000 = Rp 34.000.000
  2. Berhubung sewaktu dia memulai usahanya pada tanggal 15 Muharram 1435 H nilai asetnya belum mencapai nisab, maka permulaan haulnya belum dapat dihitung pada tanggal dan bulan tersebut. Bila setiap bulan dia mendapatkan tambahan modal dari keuntungannya yang dia peroleh sebesar Rp 2.000.000/bulan, berarti dia harus menanti lima bulan kedepan, yakni sekitar bulan Jumadil Akhir 1435 H, untuk bisa mulai menghitung permulaan haulnya, yaitu Ketika nilai seluruh asetnya telah mencapai nisab. Maka , setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1436 H, dia harus mengeluarkan zakat perdagangannya.
  3. Jika total asset yang dimiliki pada waktu jatuh tempo pembayaran zakat adalah sebesar modal awal Rp 25.000.000 + (keuntungan Rp 2.000.000 x 17 bulan) = Rp 59.000.000

Jadi, besaran zakatnya ialah Rp 59.000.000 x 2,5% = Rp 1.475.000

Tips dekat dengan Rasulullah SAW di Surga

By ahlulquran on November 20, 2021 in Artikel

Siapa sih yang tidak ingin bersama Rasulullah Nabi Muhammad SAW kelak saat di akhirat?

Pasti seluruh umat islam juga memimpikan dapat berjumpa dengan Rasul, karena siapapun yang dapat berjumpa dengan Rasul, maka niscaya orang tersebut berada ditingkat tertinggi di surga.

Nah berikut amalan yang bisa kamu lakukan untuk bertemu dengan Rasulullah :

  1. Orang yang senantiasa bershalawat kepada Rasulullah

Orang yang benar-benar mencintai Rasulullah adalah orang-orang yang senantiasa bershalawat kepada Rasulullah. Bahkan Allah bershalawat terhadap beliau, Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56).

Beshalawat kepada Rasulullah akan membuat dirinya menjadi dekat dengan Rasulullah, Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling terdekat (utama) kepadaku nanti pada hari kiamat adalah siapa yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi).

Bershalawat kepada Rasulullah juga merupakan suatu amalan yang dapat menghapus keburukan dalam diri kita. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa dari umatku yang membaca shalawat padaku satu shalawat dengan penuh ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat serta Allah menuliskan sepuluh kebaikan dan menghapus sepuluh keburukan.”  (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, orang yang tidak mau bershalawat ketika mendengar nama Rasulullah adalah orang yang paling bakhil. Rasulullah bersabda : “Yang benar-benar bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku di hadapannya, ia tidak mengucap shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

  1. Orang yang menyayangi anak yatim

Orang yang menyayangi anak yatim, akan Allah berikan ganjaran surga baginya. Rasulullah bersabda : “Siapa yang mengangkat anak yatim dari dua muslim (bapak dan ibunya) untuk ikut makan dan minum bersama, maka Allah langsung memasukkannya kedalam surga kecuali jika dia melakukan kesalahan yang tidak dimaafkan.” (HR. Tirmidzi).

Orang yang menyayangi anak yatim juga akan ditempatkan di tempat yang sangat dekat dengan Rasulullah. Rasulullah bersabda : “Aku dan orang-orang yang mengurus anak yatim di surga bagaikan ini, (beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya lalu merenggangkannya.” (HR. Bukhari).

Yuk sahabat, jangan enggan untuk membantu anak yatim karena begitu dahsyat keistimewaan orang-orang yang menyayangi anak-anak yatim. Dengan ikut berdonasi di  laznas aql,  InsyaaAllah kita termasuk orang-orang yang berada dekat dengan Rasulullah di akhirat nanti.

Keutamaan Memberi Makan

By ahlulquran on October 16, 2021 in Artikel

      Makan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia, maka makan termasuk ke dalam kebutuhan primer yang wajib terpenuhi. Tidak hanya manusia , makhluk Allah SWT yang lainnya pun membutuhkan makan untuk bertahan hidup seperti hewan dan tumbuhan. Oleh karenanya memberi makan kepada makhluk Allah lainnya termasuk ke dalam bentuk ibadah yang sangat mulia.

“Jika dengan memberikan minum pada anjing bisa mendapatkan pengampunan dosa, maka memberi minum pada manusia tentu pula akan mendapatkan pahala yg besar.” (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari 5: 42)

Di dalam al-Jami’ al-Shagir, Imam Jalaluddin al-Suyuthi mengutip satu hadits Nabi SAW tentang orang yang akan mendapatkan perlindungan di bawah Arasy Allah SWT. Dia adalah orang yang memberi makan orang yang lapar. 

Tak hanya berpahala, memberi makan bahkan dipuji oleh Nabi SAW, “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.” (HR. Thabrani). Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” Nabi SAW menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikh Nawawi Banten menceritakan ulang di dalam karyanya Nashaihul Ibad tentang rahasia Nabi Ibrahim hingga menjadi khalilulllah (kekasih Allah). Nabi Ibrahim mengaku tidak makan sore dan makan pagi kecuali bersama tamu. Bahkan Nabi Ibrahim menempuh perjalanan sejauh 1 mil atau 2 mil sekadar mencari orang untuk menemaninya makan.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat sejumlah kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lalu seorang Arab Badui berdiri lalu bertanya, “Ya Rasulullah untuk siapa kamar-kamar itu?” Nabi SAW menjawab, “…untuk orang yang memberi makan …” (HR. Turmudzi).

Tak hanya beroleh kamar khusus, orang yang memberi makan juga akan masuk surga dari pintu khusus. Nabi SAW menginformasikan, “Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin  hingga membuatnya kenyang dari rasa lapar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain.” (HR. Thabrani).

Di dalam hadits Qudsi disebutkan orang yang memberi makan akan bertemu Allah SAW di sisi orang yang lapar. “Wahai anak Adam, Aku minta makan kepadamu, tetapi kamu tidak mau memberikan makan kepada-Ku”. Orang itu bertanya, “Wahai Tuhan, bagaimana caranya aku memberi makan kepada-Mu, sedang Engkau Tuhan penguasa alam semesta?”

Allah menjawab, “Ketahuilah, apakah kamu tidak peduli terhadap seorang hamba-Ku, yakni si fulan. Ia telah datang meminta makan kepadamu, namun kamu tidak memberinya makan. Ketahuilah, sekiranya kamu mau memberinya makan, maka kamu akan mendapati-Ku di sisinya.” (HR. Muslim).

Membaca hadisnya saja sudah membuat hati ini bergetar. Akankah seorang hamba seperti kita ini mampu bertemu dengan Allah SWT? Adalah sebuah impian yang Ketika menjadi nyata pun jiwa pasti akan lemah tak kuasa menahan Keagungan-Nya.

      MasyaaAllah, mari kita gerakkan jiwa dan raga kita agar semakin semangat membantu sesama umat muslim terlebih mereka yang memang membutuhkan, yang kelaparan. Agar setidaknya Allah mengakui bahwa kita ini memang hamba-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Klik banner ini untuk berdonasi dalam program Berbagi Pangan bersama Laznas AQL

KISAH MATA AIR MEMBAWA KEBERKAHAN

By ahlulquran on September 18, 2021 in Artikel

KISAH MATA AIR MEMBAWA KEBERKAHAN

      Sahabat Surga, ingat kah kamu dengan kisah Utsman bin Affan yang membeli sumur milik orang Yahudi? Suatu ketika, pada masa Nabi Muhammad SAW, Kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, yaitu Sumur Raumah. Rasa airnya mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah kemudian bersabda, “Wahai Sahabatku, siapa saja di c  antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala,” demikian hadis riwayat (HR. Muslim).

Mendengar hal itu, Utsman bin Affan yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan Sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi.

Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekali pun, Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari,” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

Utsman bin Affan yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa surga tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.

Ia pun membeli setengah sumur itu dan memilikinya secara bergantian. Akhirnya pemilik sebelumnya setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari itu juga separuh dari Sumur Raumah adalah milik Utsman.

Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di Sumur Raumah untuk mengambil air dengan gratis karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya.

Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk dua hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah.

Yahudi itupun mendatangi Utsman dan menawarkan untuk menjual sumur itu dengan harga yang sama. Utsman yang setuju lalu membelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumah pun menjadi milik Utsman seutuhnya.

Kemudian Utsman bin Affan mewakafkan Sumur Raumah. Sejak saat itu Sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk orang Yahudi pemilik lamanya.

      Membaca kisah di atas dari sosok Utsman bin Affan yang begitu mulia membantu umat dengan segala kecerdikannya melakukan negosiasi dengan Yahudi tanpa merugikan siapapun, justru dengan hal itu banyak orang yang bisa merasakan manfaat air sumur yang sudah dibeli Utsman bahkan pemilik semula sumur Raumah pun masih tetap merasakan manfaat dari airnya.

Belajar dari kisah Utsman bin Affan mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan menjemput pahala untuk mendapatkan surga dengan cara membantu saudara-saudara kita di pelosok negeri yang masih kekurangan air bersih dengan cara sedekah air bersih dalam program Mata Air Kehidupan bersama Laznas AQL . Klik banner di bawah ini untuk berdonasi.

KEUTAMAAN SEDEKAH MENURUT AL-QURAN DAN HADIS

By ahlulquran on September 18, 2021 in Artikel

     Sedekah merupakan salah satu ibadah yang memiliki keutamaan di sisi Allah apalagi bila dilakukan di bulan suci Ramadhan. Karena dengan bersedekah ada orang yang turut merasakan kenikmatan dari sebagian rejeki yang kita berikan. Yang kelaparan dengan kita bersedekah jadi bisa makan menikmati makanan yang kita berikan dengan sangat bahagia hatinya, yang kesulitan secara ekonomi jika kita bersedekah bisa terbantu untuk kehidupan hidupnya sehari-hari, yang memiliki hutang bisa terbantu untuk melunasi hutangnya dan sebagainya.

Tentu saja masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya bagi seseorang yang bersedekah menurut Al-Quran dan Hadis, apa saja kah itu? Mari kita simak ulasannya;

Ganjaran Harta Maupun Pahala Yang Berlipat Ganda

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki  maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18). 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang bermanfaat setelahnya.”

“Perumpaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada tiap tangkai ada seratu biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261). 

Sedekah Dapat Memanjangkan Usia dan Mencegah Kematian Yang Buruk

Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.”(HR. Thabrani). 

Sedekah Sebagai Penghapus Dosa, Seperti Air Memandakan Api

Rasulullah Saw bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi). 

Sedekah Dapat Menjauhkan Diri dari Api Neraka

Mengingat pahala berlipat ganda yang didapat serta dihapusnya dosa-dosa, maka kita pun bisa menjauhkan diri kita agar tidak masuk ke dalam neraka jahanam. Hal ini sebagai sabda Rasulullah SAW, “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (Muttafaqun ‘alaih). 

Mendapatkan Naungan di Hari Kiamat Karena Sedekah

“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya (pada hari kiamat) hingga diputuskan di antara manusia atau ia berkata: “Ditetapkan hukuman di antara manusia.” Yazid berkata: “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kue atau bawang merah atau seperti ini.” (HR. Al-Baihqi, Al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah). 

Dan dijelaskan pula dalam riwayat lainnya, bahwasannya Rasulullah Saw bersabda:

“Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad). 

     Demikianlah kelima keutamaan sedekah yang dapat menyelamatkan kita kelak di akhirat. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan ini. Selain bersedekah secara langsung, kita juga dapat melakukannya dengan mudah yaitu dengan sedekah online. Mari kita bersedekah, dan klik banner di bawah untuk sedekah yang membawa berkah bersama Laznas AQL.