INI KEUTAMAAN MEMBACA SURAH AL-MULK

By ahlulquran on August 13, 2021 in Artikel

INI KEUTAMAAN MEMBACA SURAH AL-MULK

Surat Al-Mulk merupakan surah yang ke-67 dalam urutannya di Al-Qur’an yang terdiri dari 30 ayat, dan termasuk dalam golongan surat Makkiyyah. Surat Al Mulk diturunkan setelah surat At-Tur. Surat Al Mulk diambil dari kata “Al Mulk” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan. Surat Al Mulk juga disebut dengan surat “At-Taba-rak”  yang artinya Maha Suci.

Namun tahukah kamu bahwa dalam surah Al-Mulk terdapat keutamaan yang harus kita ketahui, apa saja di antaranya mari kita simak uraian berikut.

1. Nabi Sangat Senang Jika Surah ini Ada di Hati Orang Mukmin

“Saya gemari supaya surat ini (Tabarakal-lazi bi yadihil-mulk ) terdapat di setiap hati orang mukmin” (HR. Al Hakim).  

Ternyata tidak hanya shalawat saja yang disenangi oleh Nabi kita Muhammad SAW, beliau juga senang apabila orang-orang mukmin gemar membaca surah Al-Mulk sehingga bisa mengamalkan isinya dan menjadi sebabnya kedamaian hati untuk mereka.

2. Mendapatkan Syafaat dan Diampuni Dosanya

“Bahwasanya suatu surat di dalam Al-Qur’an mempunyai tiga puluh ayat, yang memberikan syafaat kepada pembacanya sehingga diampuni oleh Allah dosa orang itu, yaitu : TABARAKAL-LAZI BI YADIHIL-MULK = Maha Suci Allah yang ditangan-Nyalah Segala kerajaan”. (HR.Abu Dawud)

Selain dari Nabi Muhammad SAW, ternyata surat Al Mulk bisa memberikan syafaat bagi orang-orang yang senantiasa membaca dan mengamalkan isi kandungannya sehingga diampuni dosa-dosanya.

3. Allah Akan Menetapkan 30 Kebaikan, 30 Ampunan Kejelekan Dan Ditinggikan 30 Derajat

“Bahwasanya aku tidak menjumpai di dalam kitab Allah suatu surat yang terdiri 30 ayat. Barangsiapa membacanya ketika akan tidur, maka dengan pembacaan itu Allah menetapkan tiga puluh kebaikan baginya, dihapuskan tiga puluh kejelekannya, ditingkatkan baginya tiga puluh derajat, dan Allah mengutus seorang malaikat dari para malaikat untuk mengembangkan sayapnya untuknya dan menjaganya dari segala kejahatan hingga ia bangun. Surat ini dapat menolak siksa kubur dan mahsyar, yaitu “TABARAKAL-LAZI BI YAHDIHIL-MULKU.” (HR.Ad Dailami)

4. Menyelamatkan Dari Siksa Kubur

“Barang siapa membaca “Tabarakal-lazi bi yadihil -mulk” setiap malam, maka Allah Ta’ala akan menyelamatkannya dari siksa kubur” ( HR. An Nasa’i). 

“(Surat Tabarak) disebut Al-Munjiyah, yaitu surat yang dapat menyelamatkan dari siksa kubur.” (HR. At Turmudzi)

5. Mampu memberikan syafaat pada hari kiamat

“Bahwasannya satu surat dari kitab Allah yang isinya 30 ayat, dapat memberikan syafaat pada seseorang pada hari kiamat, mengeluarkannya dari neraka dan memasukannya ke surga yaitu surat “Tabarak”.  (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan Beliau menghasankannya. Juga dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’).

Sangat istimewanya surat Al Mulk, sehingga Nabi Muhammad belum mau tidur sebelum membacanya, Imam Abu Zubair dari sahabat Jabir Ra berkata:

Nabi Muhammad saw tidak mau tidur jika belum membaca surat “As -Sajdah” dan “Al Mulk”.

 

INI DIA 9 KEUTAMAAN MEMBACA ALQURAN, NO. 5 PALING MASYAALLAH

By ahlulquran on August 13, 2021 in Artikel

INI DIA 9 KEUTAMAAN MEMBACA ALQURAN, NO. 5 PALING MASYAALLAH

Alquran diturunkan kepada Muhammad SAW dan umat manusia sebagai mukjizat. Al-Quran menjadi salah satu bukti yang tak terbantahkan akan kebenaran Muhammad sebagai Rasulullah sekaligus kebenaran Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin. Tahukah kamu bahwa membaca Al-Quran memiliki manfaat serta keutamaan yang begitu banyak? Mari kita simak uraian berikut

1. Mendapat Kebaikan Berlipat Ganda

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf.” (HR At-Tirmidzi).

2. Mendapat Syafaat di Hari Akhir

Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,  “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim); 

3. Menjadi Sebaik-baiknya Manusia

Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi); 

4. Meningkatkan Derajat Di Mata Allah

Dari Umar bin Khatab ra. Rasulullah saw. bersabda,: “Sesungguhnya Allah SWT. akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dengan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim); 

5. Ditempatkan Bersama Malaikat

Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim);

6. Tetap Ada Dua Pahala Bagi Yang Belum Lancar Membacanya

Rasulullah bersabda, “Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari Muslim); 

7. Mendapat Ketenangan Hati

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW. bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), untuk membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya, kecuali akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dan mereka dilingkupi rahmat Allah, para malaikat akan mengelilingi mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk-Nya yang berada didekat-Nya (para malaikat).” (HR. Muslim) 

8. Menjadi Manusia Yang Paling Dicintai Allah

Dari Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi:2872, Sunan Tirmidzi, Bab maa jaa-a annal-Qur’an unzila ‘alaa sab’ati ahruf, juz 10, hal.202)

9. Perniagaan Yang Tidak Pernah Merugi

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Alquran) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukur.” QS. Al Fathur ayat 39-40.

.

Laznas AQL Berbagi Pangan untuk Warga yang Isoman di Kec. Duren Sawit

By ahlulquran on August 13, 2021 in Berita

Duren Sawit, Jakarta Timur – Mengingat kondisi saudara kita yang terkena dampak pandemi covid-19 dan terpaksa harus isolasi mandiri, LAZNAS AQL telah membagikan pangan dan makanan siap saji untuk masyarakat di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur dalam Program Berbagi Pangan UMI AQL bersama Laznas AQL berkolaborasi dengan 3 Pilar. Program ini merupakan bagian dari program utama yaitu Healty Food Indonesia.

Jum’at (13/08/2021) Laznas AQL memberikan bantuan 230kg beras dalam bentuk pack 5kg per orang dan 230 makanan siap saji sesuai data warga yang memang sedang isoman, sehingga bantuannya tepat sasaran. Kegiatan kali ini turut bekerja sama dengan BMNI (Baitul Mall Nurul Iman) Pondok Bambu dan pihak Kecamatan Duren Sawit yang akan membagikannya secara langsung kepada warga yang sedang isolasi mandiri.

“Alhamdulillah di siang hari ini saya Camat Duren Sawit menerima kedatangan dari AQL Laznas yang mempunyai kegiatan yang baik sekali dan saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memang kegiatan ini sangat bersentuhan dengan wabah pandemi Covid-19 yang ada di wilayah Kecamatan Duren Sawit. Apalagi wilayah Kecamatan Duren Sawit adalah wilayah Kecamatan yang paling banyak warganya yang terpapar Covid-19 dan banyak pula yang melakukan isolasi mandiri. Dan kita tahu, yang melakukan isolasi mandiri semuanya belum tentu yang mempunyai ekonomi yang bagus maka kegiatan AQL Laznas ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang sedang isolasi mandiri di rumah. Kadang memang dengan adanya wabah pandemi covid-19 ini kita banyak keterbatasan dalam hal beraktivitas di luar. Untuk itu saya sekali lagi mengucapkan terimakasih banyak kepada AQL Laznas yang telah membantu warga kami.” sambut Musa Syafrudin, Camat Duren Sawit.

KEISTIMEWAAN SANG PENGHAFAL ALQURAN

By ahlulquran on August 3, 2021 in Artikel

KEISTIMEWAAN SANG PENGHAFAL ALQURAN

      Diriwayatkan dari Utsman bin Affan RA bahwa Nabi SAW bersabda, ”Sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya (kepada orang lain).” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Umamah RA bahwa Nabi SAW bersabda, ”Bacalah Alquran, karena dia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela (pemberi syafaat) bagi orang yang mempelajari dan menaatinya.” (HR Muslim)

Hafidz yang umumnya dipahami merupakan sebuah nama atau sebutan bagi seseorang yang mampu menghafal dan mengamalkan Al-Quran dari juz 1 sampai dengan juz 30. Namun  secara etimologi, kata ‘hafidz’ berasal dari bahasa Arab, berarti pelindung atau pengingat. Sebutan hafidz justru ditujukan kepada para ulama hadis. Mereka inilah yang layak menyandang gelar hafidz karena mampu mengingat 100.000 hadis, seperti Ibnu Hajar al-Asqalani. 

Jaminan Allah S.W.T kepada seseorang yang bergelar Hafidz/ penghafal Al-Quran luar biasa banyaknya, baik memiliki kemuliaan di dunia maupun di akhirat. Karena Allah sangat menyanjung orang – orang yang mampu menghafal dan mengamalkan kitab Kalamullah. Di dalam Al-Quran dan Hadits diketahui bahwa Allah menjajikan beberapa    hal bagi para Hafidz. Apa saja janji itu?

  1. Disejajarkan dengan Para Nabi

Rasulullah Saw., bersabda, “Barangsiapa yang membaca (menghafal) Al-Quran, maka sungguh dirinya telah menyamai derajat kenabian hanya saja tidak ada wahyu baginya (penghafal). Tidak pantas bagi penghafal Alquran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat firman Allah.” (HR. Hakim).

  1. Para Hafidz akan dianggap keluarga oleh Allah

Sebagai mana yang disampaikan pada Hadits:

“Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia…” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli Qu’ran (orang yang membaca atau menghafal Qur’an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad).

  1. Hafidz Menjunjung tinggi Alquran sama dengan Menjunjung tinggi Allah

Rasulullah bersabda “Di antara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Alquran tidak diamalkan serta menghormati kepada penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud).

  1. Diangkat Derajat di Surga

Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadis, siapa saja yang menghafal Al-Quran akan diangkat derajatnya lebih tinggi di surga kelak. Allah akan menempatkan mereka di surga berdasarkan banyaknya hafalan yang dikuasai. Maka, semakin sempurna hafalan seseorang, semakin tinggi derajat yang akan ia dapatkan di surga nantinya.

  1. Orangtuanya dimuliakan

Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda:”Barangsiapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya kelak di hari kiamat dikenakan mahkota dari cahaya yang sinar kemilaunya seperti cahaya matahari. Dan bagi kedua orang tuanya masing-masing dikenakan untuknya dua pakaian kebesaran yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Maka Kedua orang tuanya bertanya: ’Mengapa kami diberi pakian kemuliaan seperti ini?’ Dijawab: ’Karena anak kalian berdua belajar dan menghafal Al Qur’an.’ (Mustadrak Al Hakim 1/568. Dihasankan Al Albani dlm As Shahihah no.2914).

Raih Keberkahan dengan Menjadi Orang Tua Asuh Santri Yatim Dhuafa Penghafal Al-Qur'an bersama Laznas AQL dalam program orang tua asuh

MENGENAL NAMA LAIN DARI ALQURAN

By ahlulquran on August 3, 2021 in Artikel

MENGENAL NAMA LAIN DARI ALQURAN

al-quran

Al-Quran yang kita ketahui adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah Subhanahuwata’ala yang wajib dibaca, dipelajari dan dipahami serta memiliki fungsi sebagai petunjuk atau pedoman hidup. Al-Quran merupakan mukjizat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam yang diberikan melalui perantara malaikat Jibril dan diturunkan secara berangsur-angsur.

Mengenalkan Al-Quran pada anak sejak dini menjadi hal yang wajib dilakukan oleh orangtua agar anak tumbuh dan berkembang memiliki pondasi yang kuat dalam beragama.

Tapi tahu kah kamu bahwasanya Al-Quran memiliki nama lain selain yang kita kenal sekarang ini? Yuk mari kita simak rangkuman berikut tentang nama lain dari Al-Quran agar memudahkan kita untuk mengajarkannya pada anak. 

  1. Al-Kitab (Kitab Yang Tertulis)

Hal ini terdapat dalam Quran surat Al Baqarah ayat 2 yang berbunyi;

Żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn

Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”

  1. Al-Huda (Petunjuk)
  • Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi;

Syahru ramadanallazi unzila fihil-qur’anu hudal lin-nasi wa bayyinatim minal-huda wal-furqan, fa man syahida mingkumusy-syahra falyasum-h, wa mang kana meridian au’ala safarin fa ‘iddatum min ayyamin ukhar, yuridullahu bikumul-yusra wa la yuridu bikumul-usra wa litukmilul-’iddata wa litukbbirullaha ‘ala ma hadakum wa la’allakum tasykurun.

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (Qs. Al-Baqarah: 185)

 

  • Al-Fusillat ayat 44 yang berbunyi,

Wa law ja’alnaahu Qur-aanan A’jamiyyal laqooluu law laa fussilat Aayaatuhuu ‘a A’jamiyyunw wa ‘Arabiyy; qul huwa lillaziina aamanuu hudanw wa shifaaa’unw wallaziina la yu’minuuna fiii aazaanihim waqrunw wa huwa ‘alaihim ‘amaa; ulaaa’ika yunaadawna mim maa. 

Artinya: “Dan sekiranya Al-Qur’an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut (Al-Qur’an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul), orang Arab? Katakanlah, “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur’an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”” (QS. Al-Fusillat ayat 44)

  1. Al-Furqan (Pembeda)

Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Furqan ayat 1 yang berbunyi, 

Tabārakallażī nazzalal-furqāna ‘alā ‘abdihī liyakụna lil-‘ālamīna nażīrā

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” (QS. Al-Furqan: 1)

  1. Ar-Rahmah (Rahmat)

Alquran akan melahirkan hikmah, rahmat, dan juga iman bagi manusia yang senantiasa berpegang teguh pada Alquran. 

Wa nunazzilu minal-qur`āni mā huwa syifā`uw wa raḥmatul lil-mu`minīna wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS, Al-Isra: 82)

  1. Ar-Ruh (Roh)

Dalam hal ini Alquran dinilai sebagai roh untuk menghidupkan hati yang telah mati sehingga dapat lebih dekat dengan Sang Pencipta. 

Wa każālika auḥainā ilaika rụḥam min amrinā, mā kunta tadrī mal-kitābu wa lal-īmānu wa lākin ja’alnāhu nụran nahdī bihī man nasyā`u min ‘ibādinā, wa innaka latahdī ilā ṣirāṭim mustaqīm

Artinya: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syu’araa: 52)

  1. Asy-Syifa (Obat)

Sebagai penyembuh dan penawar beberapa penyakit pada umat manusia, seperti sombong, ragu, bahkan syirik. 

 yā ayyuhan-nāsu qad jā`atkum mau’iẓatum mir rabbikum wa syifā`ul limā fiṣ-ṣudụri wa hudaw wa raḥmatul lil-mu`minīn

Artinya: “wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (al-qur’an) dari tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

  1. Al-Haq (Kebenaran)

Segala yang tergantung dalam Alquran merpakan kebenaran, baik itu tentang kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat. 

Al-ḥaqqu mir rabbika fa lā takụnanna minal-mumtarīn

Artinya: Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (QS. Al-Baqarah: 147)

  1. Al-Mauizhah dan Al-Bayan (Nasehat dan Penerangan)

Al-Muizhah artinya nasihat dan AL-Bayyan artinya penerangan. Kedua kata tersebut menjelaskan bahwa Alquran memberikan nasehat dan penerangan untuk umat manusia perihal mana yang baik dan buruk. Dalam QS. Al Baqarah ayat 138 Allah berfirman;

Haazaa bayaanul linnaasi wa hudanw wa maw’izatul lilmuttaqiin

Artinya: “Inilah (Al-Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah ayat 138)

  1. Adz-Dzikru (Pemberi Peringatan)

Al-Quran sebagai Adz-Dzikru bersifat memberikan peringatan kepada umat manusia yang sering hilaf dan lupa. 

Innā naḥnu nazzalnaż-żikra wa innā lahụ laḥāfiẓụn

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)

  1. An-Nuur (Cahaya)

Yā ahlal-kitābi qad jā`akum rasụlunā yubayyinu lakum kaṡīram mimmā kuntum tukhfụna minal-kitābi wa ya’fụ ‘ang kaṡīr, qad jā`akum minallāhi nụruw wa kitābum mubīn.

Artinya: “Wahai ahli kitab! Sungguh, rasul kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menjelaskan.” (QS. Al-Maidah: 15)

  1. Al-Burhan (Bukti Kebenaran)

Seluruh isi di dalam Alquran mengandung arti yang sebenarnya dan sudah dibuktikan akan kebenaran isi yang ada di dalamnya. Sering sekali kita melihat fenomena yang terjadi di muka bumi ini sesuai dengan yang terkandung dalam Alquran. Hal tersebut menandakan bahwa Alquran merupakan bukti suatu kebenaran. 

 Yā ayyuhan-nāsu qad jā`akum bur-hānum mir rabbikum wa anzalnā ilaikum nụram mubīnā

Artinya: Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an). (QS. An-Nisa: 174)

  1. Al- Busyra (Berita Gembira)

Wa yauma nab’aṡu fī kulli ummatin syahīdan ‘alaihim min anfusihim wa ji`nā bika syahīdan ‘alā hā`ulā`, wa nazzalnā ‘alaikal-kitāba tibyānal likulli syai`iw wa hudaw wa raḥmataw wa busyrā lil-muslimīn

Artinya: “dan (ingatlah) pada hari (ketika) kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan kami turunkan kitab (Al-qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).” (QS. An-Nahl: 89)

 

 

Laznas AQL Berbagi Pangan untuk Warga yang Isoman di Kec. Pasarebo

By ahlulquran on August 2, 2021 in Berita

Pasar Rebo, Jakarta Timur – Mengingat kondisi saudara kita yang terkena dampak pandemi covid19 dan terpaksa harus isolasi mandiri, LAZNAS AQL telah membagikan pangan dan makanan siap saji untuk masyarakat di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur dalam Program Berbagi Pangan UMI AQL bersama Laznas AQL berkolaborasi dengan 3 Pilar. Program ini merupakan bagian dari program utama yaitu Healty Food Indonesia.

Senin (2/08/2021) Laznas AQL bersama UMI AQL dan 3 Pilar memberikan bantuan 125kg beras dalam bentuk pack 5kg per orang dan 125 makanan siap saji sesuai data warga yang memang sedang isoman, sehingga bantuannya tepat sasaran. Pihak Kecamatan Pasar Rebo yang akan membagikannya secara langsung kepada warga yang sedang isolasi mandiri.

“Saya Camat Pasar Rebo, Anthon Widodo mengucapkan terimakasih kepada donator-donatur ataupun jamaah yang kemarin sudah menyumbangkan sebagian dari pada rezekinya untuk dikelola oleh Laznas AQL. Kami di sini atas nama warga mengucapkan terimakasih atas bantuannya, kami hari ini mendapatkan bantuan berupa beras ataupun juga makanan siap saji bagi para isoman yang ada di daerah Kecamatan Pasar Rebo. Harapan saya tolong, kemudian dari pada seluruh donatur yang dikelola oleh Laznas AQL intinya kami membutuhkan bantuan dari bapak ibu semuanya. Covid-19 masih ada kami harapkan dengan bantuan dari Laznas AQL ini bisa membantu mengurangi masalah khususnya warga yang terpapar covid-19.” sambut Anthon Widodo, Camat Pasar Rebo.

Laznas AQL Berbagi 450Kg Beras Kepada Saudara Yang Terpapar Covid-19

By ahlulquran on July 30, 2021 in Berita

Menteng Dalam, Jakarta Selatan – Mengingat kondisi saudara kita yang terkena dampak pandemi covid19 dan terpaksa harus isolasi mandiri, LAZNAS AQL telah menyalurkan beras untuk masyarakat di Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet Jakarta Selatan dalam program Berbagi Beras untuk Saudara yang terpapar Covid-19. Program Berbagi Besar merupakan bagian dari program utama yaitu Healty Food Indonesia.

Jum’at (30/07/2021) Laznas AQL memberikan bantuan untuk wilayah Kelurahan Menteng Dalam berupa beras sebanyak 450kg yang telah dipacking menjadi 90 pak dan masing-masing paknya berisi 5kg beras. Bantuan ini disalurkan sesuai data warga yang memang terkena Covid-19 , sehingga bantuannya tepat sasaran. Pihak Kelurahan Menteng Dalam yang akan membagikannya secara langsung kepada warga yang sedang isolasi mandiri.

“Terimakasih kepada Laznas AQL yang telah memberikan donasinya kepada warga yang terpapar Covid-19 untuk isolasi mandiri di wilayah kelurahan Menteng Dalam. Hari ini kita diberikan bantuan per KK 5kg untuk 90 kepala keluarga. Jadi terimakasih banyak semoga di hari kedepan masih bisa berbagi lagi kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 .” sambut perwakilan dari Kelurahan Menteng Dalam.

Prinsip Zakat, Waktu Mengeluarkan Zakat dan Zakat Utang

By ahlulquran on July 29, 2021 in Artikel

Prinsip-Prinsip Zakat

Prinsip Zakat, Waktu Mengeluarkan Zakat dan Zakat Utang

Pada dasarnya zakat yang termasuk ke dalam rukun islam yang keempat ini memiliki prinsip-prinsip yang menjadikan zakat itu sendiri adalah penting. Serta zakat juga menjadi suatu hal yang apakah wajib dilakukan atau tidak ketika seseorang memiliki utang. Untuk itu mari kita simak ulasan berikut.

Prinsip-Prinsip Zakat

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Hay, Sahabat Surga di artikel kali ini kita akan membahas mengenai prinsip-prinsip zakat yang wajib untuk kita ketahui bersama.
Mungkin di antara kalian ada yang sudah memikirkan jawabannya. Untuk itu sebagai pelengkap kita bahas lebih lanjut ya. Mari kita simak.

Prinsip nalar

Prinsip nalar, yaitu orang yang diharuskan membayar zakat adalah seseorang yang berakal dan bertanggung jawab

Prinsip kemudahan

Prinsip kemudahan zakat diperoleh sebagian dari sifat pemungutan zakat dan sebagian diperoleh dari hukum islam tentang etika ekonomi

Prinsip keyakinan

Prinsip keyakinan dalam islam karena membayar zakat adalah suatu ibadah sehingga hanya seorang yang benar-benar berimanlah yang dapat melaksanakannya dalam arti dan jiwa yang sesungguhnya

Prinsip keadilan

Prinsip keadilan mengenai zakat terkandung dalam hadits Nabi Muhammad Saw., “Bagi hasil tanah yang diairi oleh hujan dan mata air, atau yang diairi air yang mengalir pada permukaan bumi ditentukan zakatnya sepersepuluh dari hasilnya, sedangkan bagi yang diairi sumur, seperduapuluh dari hasilnya"

Prinsip kebebasan

Prinsip kebebasan merdeka, yaitu seseorang harus menjadi manusia bebas sebelum dapat diisyaratkan untuk membayar zakat. Karena itu seorang budak dan tawanan tidak diharusskan membayar zakat apabila ia dianggap tidak memiliki suatu harta. Sesungguhnya seorang budak berhak untuk memperoleh bantuan keuangan dari uang zakat yang mungkin dapat digunakannya untuk memperoleh kebebasan

Prinsip produktivitas

Prinsip produktivitas atau sampai batas waktunya. Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad Saw., “Barangsiapa memperoleh kekayaan setelah satu tahun, maka wajib ia membayar zakat.” Demikianlah zakat dibayar pada setiap tahun setelah memperhatikan nisab. Nisab berarti surplus minimum tahunan dari nilai 40 real atau harta benda yang sama nilainya di atas pengeluaran yang diperlukan. Nisab berlaku pada zakat hanya bila telah sampai waktunya dan produktif. Akan tetapi, nisab akan hilang pada tanggal penjualan selama setahun dan harus berlalu pada tahun pertama sebelum jumlah yang didapat terkena zakat. Zakat dihapus jika pemiliknya meninggal dunia dan murtad. Apabila kematian si pemilik harta benda terjadi selama massa satu tahun, harus ditunggu satu tahun berikutnya barulah zakat dikenakan atasnya

Nah itu tadi enam dasar prinsip-prinsip zakat. Semua prinsip mengatur pembayaran zakat ini harus dicerminkan tidak saja dalam dasar tradisional penilaian, tetapi juga dalam dasar modern penilaian zakat.

Waktu Mengeluarkan Zakat

Ada beberapa ketentuan waktu mengeluarkan zakat, yaitu;

  1. Zakat wajib dikeluarkan segera tidak lama setelah ia memenuhi syarat-syarat wajib mengeluarkan zakat. Bahkan, tidak boleh ditangguhkan mengeluarkannya setelah ia diwajibkan dan setelah ia memiliki kecukupan dan kemampuan untuk menunaikannya.
  2. Kewajiban mengeluarkan zakat tidak akan gugur (tidak akan hapus) dengan kepimilikan harta dan ini dianggap sebagai utang yang wajib ditunaikan dalam harta pusaka yanpa memandang ini diwasiatkan atau tidak.
  3. Kewajiban mengeluarkan zakat tidak akan gugur (tidak akan hapus) dengan berlakunya masa. Jika pembayar zakat lalai membayarkan zakat hartanya pada akhir haul dan telah memasuki tahun baru (haul baru) orang tersebut tetap wajib membayar zakat tahun pertama karena ia dianggap sebagai utang yang wajib dibayar.
  4. Apabila harta yang ingin dikeluarkan zakatnya itu rusak setelah cukup haul, kewajiban mengeluarkan zakat akan digugurkan (dihapuskan) dengan dua syarat, yaitu:
  5. Harta tersebut rusak sebelum mampu membayar zakatnya dan
  6. Bukan karena kelalaian pemilik harta dalam menjaga hartanya.
  7. Apabila hasil tanaman atau buah-buahan rusak disebabkan sesuatu bencana (hama, musibah) sebelum sempat dipetik, kewajiban zakat akan gugur (terhapus), kecuali apabila ia masih meninggalkan sisa yang mencukupi nisab ataupun lebih dan sisa tersebut wajib dikeluarkan zakatnya.

Tanggung jawab harta zakat terletak di tangan seorang amil yang bertugas memungut dan mengumpulkan zakat, tetapi jika harta zakat tersebut rusak dengan tidak sengaja dan bukan karena kelalaiannya, tidak wajib menggantinya

Zakat Utang

Zakat utang? Kok zakat ada utangnya? Maksudnya gimana ya? Pasti Sahabat Surga bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan zakat utang. Zakat yang jadi utang atau utang yang menjadikan seseorang tidak diwajibkan untuk zakat. Langsung saja kita jawab di ulasan berikut ini.

Barangsiapa yang memiliki harta yang telah mencapai nisab dan genap satu tahun (haul), tetapi memiliki UTANG yang bisa menghabiskan harta (nisabnya) atau setelah dibayar utangnya masih tersisa hanya saja berada di bawah nisab, maka ia TIDAK DIWAJIBKAN BERZAKAT.

Akan tetapi, apabila memiliki kelebihan hartanya (setelah melunasi utang-utangnya) telah mencapai nisab, wajib atasnya berzakat. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Saib Bin Yazid yang berkata, “Aku telah mendengar Utsman bin Affan berkata, ‘ini adalah bulan wajib zakat kalian, barangsiapa yang memiliki utang, maka lunasilah utangnya sebelum diambil zakat atas harta kalian.”

Apabila seseorang memiliki utang dan keadaannya kaya tanpa perlu menangguhkan pembayaran hutangnya, yaitu dia mampu mengembalikannya kapan saja, wajib atasnya mengeluarkan zakat atas hartanya pada saat hartanya tersebut genap satu tahun. Dari Umar Bin Khattab RA. Berkata, “Apabila telah datang kewajiban zakat, maka hitunglah utangmu serta harta milikmu, kemudian jumlahkanlah seluruhnya serta keluarkanlah zakatnya.” Dari Utsman Bin Affan berkata, “Sesungguhnya zakat diwajibkan pada harta yang ada hutangnya, yang jika kalian kehendaki bisa membayar kepada pemiliknya, yang (keadaannya sudah) kaya, tetapi malu (membayarnya), maka wajib zakat pada hartanya itu.” Dari Ibnu Umar berkata, “Setiap utangmu hendaklah segera dibayar karena wajib atasmu zakat pada saat hartamu genap satu tahun.”

Adapun jika seseorang memiliki hutang dalam keadaan miskin atau kaya, tetapi senantiasa harus menangguhkan utangnya, tidak wajib atasnya mengeluarkan zakat hartanya, kecuali setelah membayar utangnya.

Nah bagaimana Sahabat Surga? Kira-kira penjelasan di atas bisa dipahami kah?

InsyaAllah ini adalah penjelasan yang cukup ringan. Jadi kalau Sahabat Surga masih punya utang, lunasi dulu utang piutangnya sebelum membayar zakat ya. Setelah itu kalau masih sisa hartanya langsung deh bayar zakatnya.

Mari membayar zakat dengan mudah bersama kami di program berkah zakat. Jazakumullah khayr ya untuk Sahabat Surga yang sudah membaca artikel ini dari awal sampai akhir. Semoga bisa menjadi lentera di tengah kegelapan dalam pemahaman Sahabat Surga semua.

 

Konsep Islam Tentang Pengentasan Kemiskinan Dan Menyejahterakan Umat

By ahlulquran on July 29, 2021 in Artikel

Pandangan Islam Tentang Kemiskinan

Islam memandang kemiskinan itu bahaya yang sangat mengkhawatirkan bagi pribadi dan masyarakat, akidah dan keimanan, akhlak dan prilaku, pemikiran dan budaya, serta keluarga dan juga bangsa.

Penulis akan menjelaskan bahaya kemiskinan tersebut sebagai berikut :

  1. Kemiskinan berbahaya bagi aqidah
    Dalam Sebuah Hadits Rasulullah Saw Bersabda : “kefakiran ( kemiskinan ) itu nyaris menyebabkan kekafiran” ( HR. Abu Nu’aim ).

Rasulullah Saw. Pun berlindung kepada Allah Swt. Dari kefakiran ( kemiskinan ), Sebagaimana Hadits Beliau : “Ya
Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kefakiran dan kemiskinan” ( HR. Abu Dawud )

Beliau juga bersabda : “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kefakiran, sedikit rezeki dan
hinaan. Aku juga berlindung kepada Engkau dari didzalimi orang atau mendzalimi orang” ( HR. abu Dawud, An-
Nasa’I,Ibnu majah, dan Hakim dari Abu Hurairah. Hadits ini ditunjukkan dalam Al-Jami’ Al-Shagir dengan tanda
Hasan ).

2. Kemiskinan berbahaya bagi pikiran
Sesuai dengan Hadits Nabi Saw yang melarang seorang hakim memeriksa dan memutus perkara bila ia dalam
keadaan marah. Rasulullah Saw bersabda : “Janganlah seorang hakim memutus hukum ketika marah”

3. Kemiskinan berbahaya bagi keluarga

Banyak kasus perceraian yang disebabkan oleh kemiskinan. Bahkan, ada orang tua yang tega membunuh anaknya dengan alas an kemiskinan (khawatir tidak mampu memberikan nafkah kepadanya). Hal ini dijelaskan dalam Q.S Al-Israa’ (17):31

Dan Rasulullah Saw. Pun bersabda : “Dari Abdullah, ia berkata : ’Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. : ‘Dosa apakah yang paling besar menurut Allah?’ Beliau menjawab, ‘Kamu menjadikan tandingan bagi Allah (syirik), sedang DIA telah menciptakanmu.’ Aku katakan kepada beliau, bahwa yang demikian itu benar-benar dosa besar. Aku bertanya lagi: ‘setelah itu dosa apalagi? ‘ Beliau menjawab, ‘setelah itu kamu membunuh anakmu karena takut makan bersamamu’” (HR. Bukhari-Muslim).

4. Kemiskinan berbahaya bagi ketentraman masyarakat
Sesuai dengan Hadits Rasulullah Saw. Riwayat Abu Dzar : “Aku kagum dengan orang yang tidak mempunyai makanan pokok dirumahnya, mengapa ia tidak mendatangi orang-orang sambil melesatkan pedangnya.”Berdasarkan hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa kemiskinan menyebabkan seseorang berbuat tindak pidana perampokan, pembegalan, pencurian, dsb.

Cara Mengentaskan Kemiskinan Dan Menyejahterakan Umat Menurut Islam

  1. Bekerja
    Setiap orang muslim dituntut bekerja, baik sebagai pekerja mau wirausaha. Berikut dalil yang memerintahkan umat untuk bekerja.

    a. QS Al-Mulk (67): 15

    هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ
    15. Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
    b. QS Hud (11): 61

وَاِلٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًا ۘ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗهُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ ۗاِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ

 dan kepada kaum samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).”

c. QS Al-A’raf (7): 10

وَلَقَدْ مَكَّنّٰكُمْ فِى الْاَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيْهَا مَعَايِشَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ ࣖ

Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.

d. QS Al-Jumu’ah (62): 10

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung

e. QS Al-Muzammil (73): 20

 اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَنِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَۗ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰىۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ ۙوَاٰخَرُوْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖفَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُۙ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًاۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۙهُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Adapun dalam hadits Nabi Saw diantaranya :

a. Rasulullah Saw. Bersabda ketika memotivasi pedagang : ”Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para
Nabi, para shidqin (orang-orang jujur), dan syuhada (orang-orang yang mati syahid)” (HR. Tirmidzi dan Hakim)
b. Rasulullah Saw. Bersabda ketika memotivasi berkarya : “Seseorang tidak menyantap makanan apapun yang lebih baik
daripada hasil karyanya sendiri” (HR. Bukhari ).
c. Rasulullah Saw. Bersabda : “Barang siapa yang tidur karena lelah mencari rezeki yang halal, maka ia tidur mendapat
ampunan Allah” (HR. Ibnu Asakir).
d. Rasulullah Saw. Bersabda : “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kau akan hidup selama-lamanya dan bekerjalah
untuk akhiratmu seakan-akan kau akan mati besok”

2. Zakat
3. Infaq
4. Sedekah
5. Wakaf

Perhatian Islam Terhadap Penganggulangan Kemiskinan

Banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang penanggulangan kemiskinan, diantaranya :

  1. Memberi makan orang miskin adalah realisasi iman

QS Al-muddatsir (74): 42-44 bahwa:
Ayat ini menjelaskan bahwa salah satu penyebab orang masuk neraka adalah karena mereka enggan memberi makan orang miskin, meliputi pakaian, perumahan, dan kebutuhan-kebutuhan pokoknya.

2. Orang yang tidak memberi makan orang miskin akan mendapatkan laknat Allah Swt

Qur’an surah Al-Qalam (68): 19-24 menjelaskan dalam ayat ini Allah menceritakan kasus pemilik-pemilik “kebun” yang menunggu malam datang untuk memetik hasil kebun mereka supaya orang-orang miskin, yang sering bertindas diluar batas pada saat panen, tidak memperoleh apa-apa, mereka akhirnya ditimpa laknat Allah.

3. Dorongan agar orang-orang miskin diperhatikan

Qur’an surah Al-Haaqqah (69): 30-34 dan QS Al-Fajr (89): 17-18 menjelaskan bahwa ayat-ayat di atas tidak hanya mengimbau agar orang-orang miskin diperhatikan dan diberi makan, dan Allah mengancam bila membiarkan terlunta-lunta, tetapi lebih dari itu, Allah memnjatuhkan hukuman kafir bagi orang orang yang tidak mengerjakan kewajiban itu serta pantas mereka menerima hukuman Allah di Akhirat.

4. Pada harta orang kaya terdapat hak orang miskin

Qur’an surah Al-Ma’arij (70): 19-25, QS Al-Israa’ (17): 26, QS Ar-Ruum (30): 36.
Bahagiakan mereka yang kurang beruntung dengan bergabung bersama program healtyfood Indonesia, Indonesia Cerdas, Yatim Dhu’afa dan sebagainya. Klik banner di bawah.

Adab Menerima Zakat

By ahlulquran on July 29, 2021 in Artikel

Adab Menerima Dan Membayar Zakat. Harta Yang Diperselisihkan Serta Barang Yang Terbebas Dari Zakat

  1. Hendaklah ia mengetahui, bahwa Allah telah mewajibkan orang kaya memberi zakat ini kepadanya, untuk mengatasi kesulitannya dan untuk menjadi penolong agar ia taat dalam beribadah. Jika ia mempergunakan zakat yang diterimanya itu dijalan maksiat, berarti ia telah mengufuri nikmat Allah dan ia berhak mendapat murka dari Allah
  2. Hendaklah ia mengucapkan terima kasih dan berdoa untuk orang yang memberinya. Misalnya :
    – Semoga Allah menyucikan hari anda, sebagaimana Allah telah menyucikan hati orang yang abrar (orang yang
    tetap beribadah kepada Allah)
    – Semoga Allah menyucikan amalan anda, sebagaimana Allah telah menyucikan orang-orang akhyar (pilihan)
    – Semoga Allah menurunkan rahmat atas diri anda, sebagaimana Allah telah menurunkannya kepada para syuhada
    (orang yang disaksikan kematiannya oleh para malaikat.
  3. Hendaklah ia memperhatikan benar-benar kadar pengambilannya. Jangan ia mengambil dari kadar keperluannya. Janganlah ia lupa bahwa saudara-saudaranya juga memerlukannya.

    Demikianlah penjelasan mengenai kategori zakat serta adab menerima zakat. Sahabat Surga, bila ingin menyalurkan zakatnya baik berupa zakat mal ataupun zakat fitrah bisa melalui Laznas Aql dalam program berkah zakat Laznas Aql.

Adab Membayar Zakat

Ada beberapa adab seorang muzakki dalam membayar zakat, yaitu :

  1. Hendaklah ia meluruskan niatnya, yakni semata-mata karena Allah Swt (Ikhlas).
  2. Hendaklah ia menyegerakan dalam membayar zakat. Janganlah menunda-nunda apabila telah sampai masa berzakat atau berfitrah.
  3. Hendaklah ia memberikan zakat dan fitrahnya kepada yang berhak atau kepada lembaga Amil zakat yang amanah

Golongan fakir miskin yang paling utama menerima zakat atau fitrah kita adalah :

a. Fakir miskin dilingkungan tempat tinggal kita
b. Fakir miskin dilingkungan kerabat kita, yang tidak menjadi kewajiban kita untuk menafkahinya. Nabi Saw bersabda,
“Sedekah kepada orang miskin itu salah satu sedekah dzawil arham itu dua sedekah, yaitu sedekah dan menyambung
silaturahmi” (HR Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
c. Hendaklah ia memahami maksud Allah Swt. Mewajibkan zakat dan fitrah, yaitu memahami tujuan dan hikmah zakat.
d. Hendaklah ia mengeluarkan zakat fitrah tidak Riya’ dan Sum’ah, jauh dari ingin dipuji atas pemberiannya, karena
amalan rusak bila disertai Riya’

Mudah menunaikan zakat bersama program berkah zakat Laznas Aql. Klik banner untuk membayar zakat dengan cepat dan mudah.

Jenis Harta Yang Diperselisihkan Wajib Atau Tidak Wajib Untuk Dizakati

Harta benda yang diperselisihkan wajib atau tidaknya untuk dizakati, yaitu sebagai berikut:

  1. Emas dan perak yang menjadi pakaian
  2. Ma’din, logam 0 yang selain dari emas dan perak
  3. Benda-benda yang dikeluarkan dari dalam laut
  4. Barang perniagaan
  5. Binatang-binatang yang diberi makan dan dipekerjakan
  6. Kuda
  7. Madu
  8. Buah-buahan selain gandum dan kurma
  9. Zabib atau anggur kering

Barang Yang Terbebas Dari Zakat

Ada beberapa barang yang terbebas dari zakat, yaitu :

  1. Rumah kediaman
  2. Pakaian yang digunakan
  3. Perkakas rumah
  4. Binatang tunggangan
  5. Senjata yang digunakan
  6. Makanan
  7. Barang perhiasan emas dan perak (yang dipakai)
  8. Uang yang terbuat dari emas dan perak, yang digunakan untuk berlanja sendiri
  9. Buku-buku
  10. Alat-alat mesin yang digunakan untuk proses produksi selanjutnya
  11. Binatang-binatang yang digunakan untuk mengolah pertanian
  12. Kendaraan yang dipakai sendiri
  13. Factor-faktor produksi dalam bisnis dan kegiatan bermanfaat
  14. Binatang yang diambil susunya (susu yang terkena zakat)
  15. Dekorasi
  16. Barang-barang yang disewa
  17. Harta wakaf