Keutamaan Sedekah

By ahlulquran on December 5, 2022 in Artikel

Kenapa Kita Harus Bersedekah dan Keutamaan di Baliknya

      Sedekah ialah suatu ibadah sunnah berupa kegiatan untuk memberikan bagian dari harta kita kepada orang-orang yang membutuhkan tanpa mengharap imbalan dari manusia. Karena setiap kebaikan hendaknya dilakukan tanpa pamrih dan hanya mengharap imbalan dari Allah. Sedekah tidak hanya memindahkan hak milik kita kepada orang lain karena makna dari sedekah jauh lebih dalam dari pada itu. kebanyakan orang melihat sedekah secara lahiriyah saja, padahal jika direnungi lagi sedekah membawakan berbagai keajaban yang tidak disangka-sangka. Asalkan ada Iman di dalam diri, seluruh mukmin yang bersedekah pasti akan merasakan kehebatan dari sedekah yang dikerjakan.

      Secara logis, mengeluarkan harta berarti mengurangi apa yang kita punya. Akan tetapi, matematika Allah berbeda dengan apa yang kita pelajari secara duniawi. Jika total uang 50.000 disedekahkan sejumlah  20.000, maka yang terlihat ialah uang tersebut akan tersisa 30.000. Dengan kata lain berkurang. Namun berbeda dengan matematika Allah tentang imbalan yang akan Dia berikan kepada hamba-Nya yang bersedekah, yakni akan digantikan berlipat ganda. Tidak menutup kemungkinan jika uang yang tersisa 30.000 tersebut akan dilipatgandakan menjadi 300.000 bahkan lebih. Kuncinya hanya satu, yaitu yakin. Sertakan niat hanya untuk meraih ridho-Nya.

      Walaupun masih banyak orang yang enggan untuk bersedekah. Itu adalah salah satu tanda lemahnya Iman. Padahal, selain menambah pahala dan rezeki, sedekah juga mempunyai beberapa keutamaan, di antaranya yaitu menghapus dosa, sedekah dapat berbentuk apa saja asal baik, tidak mengurangi harta, pahala dilipatgandakan serta mendapat naungan di hari akhir.

      Oleh karena itu, jangan remehkan nominal harta yang kecil. Segala sesuatu yang kita anggap tidak ada nilainya bisa jadi menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi orang-orang yang hidup serba kekurangan. Kita juga tidak diperbolehkan menjadi orang yang bakhil atau pelit. Harta adalah titipan Allah dan di antara titipan itu terdapat hak orang lain yang harus kita keluarkan untuk mereka. Setelah mengetahui beberapa keutamaan sedekah, sudah sepatutnya kita tersadar dan mulai rajin untuk bersedekah. Mari bersedekah untuk      menyucikan jiwa dan pikiran kita dari segala hak-hak orang yang membutuhkan yang terkandung di dalamnya.

 

 

dikit Tapi Bermanfaat Besar

By ahlulquran on December 3, 2022 in Artikel

Sedikit Tapi Bermanfaat Besar

      Secara logika, sesuatu yang mendatangkan manfaat berarti didapatkan dari sesuatu yang banyak pula. Namun, ternyata yang mendatangkan manfaat banyak tidak selalu datang dari hal yang besar atau usaha yang berat. Prilaku sederhana, sedikit pertolongan, memberi kebahagiaan walau sebentar pula dapat mendatangkan manfaat yang banyak. Pernyataan tersebut dapat menjadi motivasi bagi kita agar tidak meremehkan sesuatu yang kecil

Nilai Kecil pada Zakat Bernilai Besar Bagi Mereka yang Membutuhkan

      Pernahkah teman-teman berpikir tentang nishab zakat yang tidak seberapa? Pernahkah berpikir bahwa orang-orang berzakat tidak cukup untuk membantu orang lain? Ataukah terbersit jika zakat yang kita berikan akan cepat habis di tangan mereka yang membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ke depannya. Sedangkan zakat memiliki waktu serta tata cara tertentu dalam pelaksanaannya sehingga tak dapat asal dilaksanakan. Mungkin terbersit ada yang pernah memikirkan tentang hal seperti itu.

      Padahal, dalam ajaran Islam terdapat istilah yang disebut dengan qana’ah. Tahukah teman-teman makna dari qana’ah itu?

      Qana’ah ialah sikap rela menerima dan merasa cukup atas nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Artinya, segala sesuatu dalam bentuk apa pun, walau sedikit tapi kita selalu merasa cukup. Ketika seseorang qana’ah maka keberkahan di dalamnya membuatnya tak pernah merasa kurang. Walaupun dalam perekonomian ia masih sangat kekurangan.

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”” (QS. Ibrahim:7)

Jangan Membandingkan Gaya Hidup Kita Dengan Orang-Orang Yang Berhak Menerima Zakat

      Walaupun seharusnya semua umat Islam harus bisa qana’ah, namun tentu qana’ah itu memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Bisa dibilang orang-orang dengan kekurangan materi diberikan kelebihan oleh Allah untuk bersifat lebih qanaah dibanding orang-orang dengan materi yang cukup bahkan lebih.

      Bayangan kita tentang secuil harta yang mereka terima tak dapat disamakan dengan penghasilan dalam saku kita. Mungkin terbersit dalam pikiran kita bahwa, “Memangnya segitu cukup untuk beberapa hari ke depan? Bagaimana dengan listrik, SPP, peralatan dan lain-lain?” Tentu ada yang berpikir bahwa tidak sanggup melanjutkan hidup dengan harta se-sedikit itu. Akan tetapi saksikanlah, mereka tetap tertawa, bahagia, sehat serta bersyukur di balik segala kekurangan itu.

      Harta memang bukan pembeda antara manusia. Namun orang-orang dengan materi berkecukupan berkewajiban membantu sesamanya tanpa merendahkan drajat di antara mereka. Semua yang disyari’atkan Allah tidak ada yang sia-sia, tidak ada yang merugikan. Oleh karena itu, jangan meremehkan sesuatu yang bernilai sedikit. Karena di dalamnya mengandung begitu banyak manfaat yang tidak terhingga.

وَمَاۤ اٰتَيْتُمْ مِّنْ رِّبًا لِّيَرْبُوَا۟ فِيْۤ اَمْوَا لِ النَّا سِ فَلَا يَرْبُوْا عِنْدَ اللّٰهِ ۚ وَمَاۤ اٰتَيْتُمْ مِّنْ زَكٰوةٍ تُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُوْنَ

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).”(QS. Ar-Rum 30: Ayat 39)

Zakat Kita Mengurangi Kesenjangan antara Kaya dan Miskin

      Perbedaan tingkat ekonomi penduduk dapat menyebabkan kesenjangan sosial. Entah karena si miskin sungkan untuk berinteraksi dengan yang lebih kaya, atau jurang pemisah mereka terlalu nyata. Dengan adanya zakat, maka antara mustahiq dan muzakki dapat menjalin hubungan kemasyarakatan lebih mudah.

      Karen zakat adalah suatu kewajiban finansial yang diambil dari orang-orang kaya dan diserahkan kepada para mustahiq. Sudah pasti semestinya dapat menjadi sarana pengurangan kemiskinan di masyarakat. Tentu saja jika zakat yang diberikan kepada mustahik memungkinkan mereka untuk berusaha dan mengangkat harkat mereka dari kemiskinan.

      Umar bin Khaththab pernah mengungkapkan kepada para amil zakatnya sebuah kebijakan “Jika kalian memberikan zakat, maka jadikanlah mereka kaya”.Atau dalam kalimat lainnya “Sungguh akan aku berikan zakat kepada mereka berkali kali meskipun telah mengalir pada salah seorang mereka seratus unta” (Lihat Fiqhuz zakat, DR. Yusuf Qaradhawy). Seratus unta sama dengan dua puluh nishob zakat.

      Para ulama Syafii menyebutkan pernyataan yang jelas tentang jumlah yang diberikan kepada fakir dan miskin dari zakat ini. Perhatikan pendapat Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ “Mereka berdua (fakir dan miskin) diberi zakat sebanyak yang dapat mengeluarkan mereka dari kategori membutuhkan kepada kategori berkecukupan, yaitu pemberian yang dapat menghasilkan kecukupan hidup selamanya.

      Barang siapa berprofesi sebagai pengrajin atau tukang, maka kepadanya diberikan dana yang dapat dipakainya untuk membeli peralatan dan bahan kerajinannya, baik sedikit ataupun banyak. Jumlahnya adalah sesuai dengan harga yang diperlukan hingga bisa menghasilkan keuntungan yang kira-kira dapat mencukupi hidupnya secara lazim.

      Hal itu berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kerajinan, negeri, zaman dan pribadi…” (Lihat Peran Nilai dan Moral Dalam Perekonomian Islam, DR. Yusuf Qaradhawy hal 438).

      Jika distribusi zakat dilakukan seperti ini maka insyaallah distribusi zakat akan mampu mengentaskan kemiskinan. Jika distribusi zakat masih sekadar bersifat charity, tidak mampu menjadikan mustahik untuk bisa bekerja dan berusaha maka jangan harap distribusi zakat akan mampu mengentaskan kemiskinan, bahkan mungkin bisa jadi malah menetaskan kemiskinan. Dimana, semakin banyak orang yang ketergantungan kepada lembaga pengelola zakat.

      Semoga upaya-upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak akan mampu menekan tingkat kesenjangan antara kaya dan miskin di masyarakat. Aamiin. 

 

 

 

 

 

Nyalakan Harapan Anak Bangsa melalui Pendidikan

By azmi laznasaql on November 21, 2022 in Artikel

Pendidikan untuk anak merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diterapkan bagi semua anak tanpa terkecuali. Karena pendidikan merupakan sarana penting dalam membangun karakter serta perkembangan generasi di masa depan. Kapasitas otak yang berbeda-beda bukan menjadi tolok ukur akan pembelajaran. Sebab, setiap anak memiliki potensi dan minat yang berbeda-beda. Tidak hanya perihal akademik. Pendidikan sangat luas maknanya, meliputi berbagai bidang pendidikan yang tentu saja anak-anak-memiliki peluang untuk mengais masing-masing bidang tersebut. Baik karena potensi dari lahir atau dengan pelatihan yang sungguh-sungguh.  Intinya, semua anak berhak mendapatkan pendidikan serta pengambangan minat dan bakat.

Terlepas dari kapasitas otak dan minat bakat yang berbeda-beda, ada pula kendala yang lebih jelas dari pelaksanaan pendidikan, yakni biaya. Sebagaimana yang kita ketahui, tingkat kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi. Jangankan untuk pendidikan, untuk biaya hidup sehari-hari saja kurang yang menyebabkan begitu banyak anak di Indonesia yang putus sekolah atau memang tidak pernah bersekolah. Bahkan ada pula yang berkecukupan materi namun enggan bersekolah dengan beragam alasan. Peristiwa ini menyebabkan ketidakseimbangan antara yang ingin namun kurang mampu dengan yang tidak ingin padahal mampu.

Oleh karena itu, laznas AQL membentuk suatu program bernama Indonesia Cerdas yang bertujuan untuk memberikan harapan bagi anak-anak agar mendapatkan hak  dalam hal pendidikan. Segala biaya dan tanggungan akan didapatkan dari program Indonesia Cerdas tersebut. Program ini adalah salah satu ikhtiar Laznas AQL dalam memberikan solusi untuk mencerdaskan bangsa ini hanya dengan RP. 1000-/hari/orang. Sebagai bentuk kepedulian sosial, edukasi dan implementasi dari anak bangsa dan untuk anak bangsa.

Harapan dari program Indonesia Cerdas adalah dengan nilai keciil ini jika disatukan maka kita mampu untuk untuk berbuat besar bagi pendidikan bangsa dan umat. Bersama program Indonesia Cerdas, mari berikan harapan bagi anak-anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan  yang layak setinggi-tingginya demi masa depan Indonesia yang gemilang  bersama generasi  cerdas.

Sedekah Air, Alirkan Pahala Tak Terputus

By azmi laznasaql on November 12, 2022 in Artikel

Berbicara tentang air. Setiap orang tentu mengetahui betapa pentingnya air dalam kehidupan. Kita juga sudah sangat paham bahwa tanpa adanya air maka kelangsungan hidup tidak akan bertahan lama. Karena air adalah sumber kehidupan manusia. Segala sesuatu yang tersedia di muka bumi ini tak pernah terlepas dari peran air sebagai penolongnya.

Walaupun di semua belahan bumi ini tidak memiliki siklus air yang sama. Ada bagian yang mendapatkan air melimpah, ada yang sedang da nada yang kekurangan. Lantas, apakah dengan perbedaan siklus air tersebut dapat disebut sebagai bentuk ketidakadilan Allah? Tentu tidak. justru pada setiap perbedaan itu adalah bentuk dari keadilan Allah.

Entah itu karena Dia ingin melihat bagaimana hamba-Nya yang berada di wilayah subur memberi bantuan kepada saudaranya yang berada di wilayah tandus, atau Allah ingin melihat bagaimana hamba-Nya yang berada di wilayah subur bersyukur atas kenikmatan itu dan sebaliknya, bagaimana hamba-Nya pada wilayah tandus bersabar dengan segala kekurangan sarana pelepas dahaga untuk mereka.

Bagi sebagian orang, air dapat dimanfaatkan tergantung dari tingkat kebersihan air tersebut. Jika air bersih, maka dapat digunakan untuk mandi, mencuci, masak serta minum. Jika kotor seperti parit, kubangan dan sejenisnya yang keruh, maka hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah (tidak untuk dicontoh) dan tidak layak untuk dipergunakan di rumah. yang terlihat bagi kita, air kotor memang menjijikan.

Namun, bagaimana dengan orang-orang yang tinggal di daerah tandus. Jangankan untuk mandi, air yang digunakan untuk minum saja sulit didapat. Bahkan air kotor yang kita anggap menjijikan itu adalah pelepas dahaga yang langka bagi mereka. Tak peduli jika air itu telah terinjak, keruh bahkan tertimpa kotoran sekalipun. Tak ada rasa sungkan bagi mereka untuk meminumnya sebab dahaga yang sudah tak tertahankan.

Berikut salah satu dalil tentang keutamaan bersedekah air:

“Barangsiapa yang menggali air (sumur), maka makhluk siapapun dari kalangan jin, manusia bahkan burung yang meminum darinya, Allah akan memberikan pahalanya yang terus mengalir sampai hari kiamat” ( HR. Ibnu khuzaimah dalam shahihnya).

Sebagai manusia yang Allah tempatkan pada tempat yang serba berkecukupan, sudah sepatutnya kita membantu saudara kita yang membutuhkan dengan melaksanakan sedekah air. Karena kita tidak tahu dari tetesan mana yang dapat menyelamatkan hidup seseorang. Tak menutup kemungkinan jika itu adalah dari sedekah air yang kita berikan.

Tak hanya sedekah pada umumnya, bersedekah air juga memiliki beberapa keutaman yang dapat memicu kita untuk senantiasa bersedekah, yaitu sedekah air adalah sedekah yang paling utama, pahalanya terus mengalir ke liang lahat,mendapatkan pahala di akhirat, mendapat ampunan Allah Swt. Jadi, tidak alasan lagi bagi kita untuk meragukan keuntungan dari bersedekah air.

Penawar Racun Harta Adalah Zakat

By ahlulquran on October 28, 2022 in Artikel

Penawar Racun Harta Adalah Zakat

          Sahabat, sadar gak sih bahwa banyak dari kita, ketika sedang memiliki banyak harta malah menjadi lalai terhadap kewajiban-kewajiban kita di dunia ini. Hingga akhirnya harta itu menjadi racun yang bisa membahayakan diri kita sendiri bahkan keluarga kita. nau’udzubillah. Racun akibat harta akan menyebar dalam tubuh kita dan bersarang di hati kita yang akhirnya menimbulkan sifat sombong, tamak, gila harta, hingga menjadi manusia serakah dan tidak pernah puas terhadap harta yang dimilikinya.

Tapi jangan khawatir sahabat, seperti yang kita ketahui bahwa setiap racun pasti ada penawarnya. Penawar bagi racun yang ada di harta kita adalah zakat. Zakat sendiri adalah harta yang harus kita keluarkan apabila telah mencapai syarat-syarat yang telah diatur sesuai aturan dalam Islam. Mengapa zakat? Karna zakat dapat membersihkan harta yang kita miliki, dan menentramkan jiwa kita. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 103.

 

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Syariat zakat ini selain menjadi penawar bagi harta kita, juga mengajarkan kita kepeduliaan kepada sesama manusia. Karna sejatinya dalam harta kita terdapat hak-hak orang lain, seperti firman Allah SWT dalam surah Adz- Dzariyat: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian.”

Yuk sahabat, kita tunaikan zakat, dengan kita menunaikan zakat harta kita jauh dari keharaman, dan akan menjadi wasilah untuk kita di akhirat kelak

Meneladani Sifat Dermawan Nabi Muhammad SAW

By azmi laznasaql on October 8, 2022 in Artikel

Rasulullah SAW merupakan manusia pilihan dengan sifat dan akhlaknya yang mulia. Sifat Nabi Muhammad menjadi suri teladan yang harus dicontoh umat Islam di seluruh dunia.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Allah SWT dalam Alquran surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya:  “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al Ahzab : 21).

Dari itu begitu banyak sifat mulia yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW yang patut kita jadikan suri teladan yang amat baik dalam kehidupan. Salah satunya sikap rendah hati dalam memberi atau bersedekah.

Bersedekah merupakan amalan yang rutin dilakukan oleh Rasulullah SAW, bahkan menjadi anjuran untuk dikerjakan bagi seluruh umat Islam di dunia. Sebab bersedekah memiliki banyak keutamaan seperti penolak bala, memperbanyak pahala, serta rezekinya akan dilipat gandakan Allah SWT.

Sifat Nabi Muhammad dalam bersedekah termaktub dalam hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Abu Daud, yaitu, “Hendaklah masing-masing tiap-tiap pagi bersedekah untuk persediaan badannya. Maka tiap kali bacaan tasbih itu sedekah, setiap tahmid, setiap takbir juga sedekah, menyuruh kebaikan dan melarang kejahatan itu sedekah dan sebagai ganti itu semua, cukuplah mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat”. 

Bersedekah adalah amalan yang dianjurkan kepada umat muslim. Waktunya bisa kapan saja dan nilainya pun tak terbatas. Allah SWT telah menjamin bahwa bagi orang yang rajin dalam bersedekah, hartanya tidak akan berkurang sepeserpun, namun harta yang disedekahkan akan diganti dengan berlipat ganda dengan doa para malaikat yang senantiasa memohon agar rezeki hamba tersebut ditambah.

Sedekah atas nama Orang Tua, Hadiahkan Pahala Jariyah

By azmi laznasaql on September 25, 2022 in Artikel

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhuma- bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumahnya, maka Sa’d berkata :

“ Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat pahala jika aku bersedekah atas nama beliau ? ” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjawab : “Ya.” (HR. Bukhari 2756)

Berbakti dan berbuat baik kepada orangtua adalah perkara penting dalam Islam. Sampai-sampai dalam QS An Nisa : 36 Allah menyebutkannya tepat setelah perintah jangan menyekutukan-Nya.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36).

Berbakti kepada orang tua tetap bisa kita lakukan meski mereka telah meninggal dunia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- :

”Sedekah atas nama orang yang telah meninggal atau semisalnya akan sampai kepadanya (pahala) berdasarkan kesepakatan ulama kaum muslimin ” ( Jaami’ al Masaail 4/270 )

Bukan hanya itu. Jika sedekah yang berikan atas nama orang tua kita adalah sedekah jariyah, maka pahala jariyah yang tak terputus akan terus mengalir kepada orang tua kita tercinta, meski mereka telah wafat.

Laznas AQL memfasilitasi para muhsinin yang ingin menghadiahkan pahala terbaik untuk orangtua dengan program “Hadiah Terbaik untuk Orangtua”.

Sedekah para muhsinin semua akan disalurkan salah satunya umtuk program Mata Air Kehidupan . Pahala kebermanfaatannya insya Allah akan terus mengalir baik untuk sahabat maupun orang tua sahabat.

MEMBERI MAKAN ORANG MISKIN

By azmi laznasaql on September 10, 2022 in Artikel

Sedekah memang amalan yang sangat luas cakupannya termasuk di dalamnya adalah sedekah dengan memberikan makanan (sedekah makanan) kepada orang lain baik itu orang miskin ataupun orang kaya, hal tersebut merupakan amal ibadah yang Allah berikan pahala besar atasnya.

Allah SWT berfirman :

Bismillahirrahmaanirrahiim

  1. Ara-aital lazii yu kazzibu bid diin
  2. Fa zaalikal lazi yadu’ul-yatiim
  3. Wa la ya huddu ‘alaa ta’amil miskiin
  4. Fa wai lul-lil mu salliin
  5. Al laziina hum ‘an salaatihim sahuun
  6. Al laziina hum yuraa-uun
  7. Wa yamna’uunal ma’uun

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’  dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al Maa’uun: 1-7)

Secara umum sedekah merupakan amalan yang senantiasa dianjurkan dalam Al-Qur’an dan hadist, akan tetapi ada yang menarik di sini, yakni Allah dengan tegas menyebutkan “memberi makan orang miskin” dalam ayat diatas, yang mana jika kita artikan secara sederhana bahwa Allah dengan tegas menyebutkan sedekah makanan kepada orang miskin merupakan sedekah yang sangat di anjurkan bahkan jika enggan melakukan atau sekedar menganjurkan, maka Allah ancam sebagai orang yang telah mendustakan Agama.

Lebih jelasnya mari kita lihat tafsir menurut para ulama terkait ayat  diatas :

Tafsir Surat Al-Ma’aun

Menurut Ibnu Abbas, asbabun nuzul Surat Al Maun ini terkait dengan Ash bin Wail. Menurut As Saddi mengenai Walid bin Mughirah. Ada juga yang mengatakan terkait Abu Jahal. Namun semuanya hampir sama, mereka menyakiti anak yatim yang datang meminta bantuan.

Menurut Ibnu Juraij, terkait dengan Abu Sufyan yang biasa menyembelih unta setiap pekan. Suatu ketika, seorang anak yatim datang meminta sedikit daging dari unta yang telah disembelih itu. Namun ia tidak diberi justru dihardik dan diusir. Setelah peristiwa itu, Allah menurunkan tiga ayat pertama Surat Al Maun ini.

Tafsir Surat Al Maun ayat 1

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Kata yukadzdzibu  artinya adalah mendustakan atau mengingkari. Ia bisa berupa sikap batin, bisa pula berupa sikap lahir yang tampak dalam perbuatan.

Kata ad din secara bahasa bisa berarti agama, kepatuhan atau pembalasan. Dalam ayat ini, ad din sering diartikan agama. Namun ia juga berarti pembalasan karena seringkali Al-Quran ketika menggandengkan yukaddzibu dengan ad din artinya adalah mendustakan hari pembalasan (kiamat).

Ibnu Katsir termasuk mufassir yang memaknai ad diin dengan hari pembalasan. Sehingga makna ayat ini, tahukah engkau, hai Muhammad, orang yang mendustakan agama dan mendustakan hari pembalasan?

Tafsir Surat Al Maun ayat 2

Itulah orang yang menghardik anak yatim,

Ibnu Katsir menjelaskan, orang yang mendustakan agama dan mendustakan hari pembalasan itu adalah orang yang berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim, menganiaya haknya dan tidak memberinya makan serta tidak memperlakukannya dengan perlakuan yang baik.

Tafsir Surat Al Maun ayat 3

 “…dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”

Kata yakhudldlu artinya adalah menganjurkan. Kalaupun tidak memiliki apa-apa, seseorang dituntut minimal menjadi orang yang menganjurkan untuk memberi makan kepada orang miskin.

Kata tho’am berarti makanan atau pangan. Ayat ini tidak menggunakan kata ith’am yang artinya memberi makan, agar setiap orang yang melakukannya tidak merasa dirinya telah memberi makan. Namun ia hanya memberikan makanan yang pada hakikatnya bukan miliknya melainkan hak orang-orang miskin itu.

Dari Tafsir Diatas, Dapat Kita Mendapatkan Beberapa Kesimpulan Bahwa :

Sedekah makanan kepada orang miskin adalah anjuran yang sangat ditekankan. Jika tidak mampu memberi makanan, maka minimal kita menganjurkan, mengajak, memotivasi orang lain atau ikut andil dalam amal berbagi makanan ataupun pangan kepada orang-orang miskin.

Jika seseorang enggan ataupun menolak atas syari’at ini, maka dia Allah golongkan kepada orang munafik, yakni orang – orang yang mendustakan syari’at Allah.

Saudaraku, Allah adalah Tuhan yang telah menciptakan kita, Ia-lah yang menjamin rezeki kita, harus senantiasa kita yakini bahwa setiap syari’at yang Allah terapkan untuk kita, tidak akan memberatkan kita bahkan sebaliknya itu akan memberikan gundukan manfaat yang bahkan nalar kita tidak sampai untuk menghitung  manfaat-manfaat itu.

Pahala Sedekah Air menurut Rasulullah

By azmi laznasaql on August 19, 2022 in Artikel

Dalam hadis dinyatakan bahwa sedekah air menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan pengampunan Allah SWT mendapatkan surga.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Kali tertentu ada seorang laki-laki yang berjalan. Di tengah perjalanan ia kehausan, ia menemukan sebuah sumur maka ia pun turun ke dalamnya dan meminumnya. Kemudian ia keluar, tiba-tiba ada seekor anjing yang menjilat-jilat tanah karena kehausan, lantas orang itu berkata: ‘Anjing ini benar-benar kehausan sebagaimana diriku.’ Kemudian ia turun lagi dan mengisi sepatunya dengan air sampai penuh, kemudian ia menggigit sepatunya dan naik ke atas lalu ia memberinya minum. Allah memuji perbuatan orang itu karena menolong anjing dan Allah mengampuni dosanya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah menolong binatang juga memperoleh pahala?” Beliau menjawab: “Menolong setiap makhluk yang mempunyai limpa itu mendapatkan pahala.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam suatu kesempatan, Saad bin Ubadah RA bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air.” (Shahih Abu Daud).

Air sangat penting bagi kehidupan manusia, namun ada saja saatnya beberapa dari kita memiliki keterbatasan dalam mengakses air. Membantu orang dalam meningkatkan akses kepada air, menolong orang itu termasuk sedekah. Dikatakan bahwa membantu orang yang sangat membutuhkan bantuan itu termasuk sedekah.

Dari Abu Musa ra. dari Nabi SAW beliau bersabda: “Setiap orang Islam itu wajib bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya: “Bagaimana jika ia tidak mempunyai apa-apa ?” Beliau menjawab: “Hendaklah ia berbuat dengan kedua tangannya, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan bagi dirinya dan dapat pula untuk di sedekahkan!” Ia bertanya: “Bagaimana seandainya ia tidak mampu untuk berbuat seperti itu?” Beliau menjawab: “Hendaklah ia membantu orang yang sangat membutuhkan bantuannya!” Ia bertanya Iagi: “Bagaimana seandainya ia tidak mampu memberi bantuan?” Beliau menjawab: “Hendaknya ia menyuruh orang untuk berbuat baik!” Ia bertanya lagi: “Bagaimana seandainya ia juga tidak mampu untuk berbuat seperti itu?” Beliau menjawab: “Hendaklah ia mencegah dirinya dari perbuatan keji, karena mencegah dirinya dari perbuatan keji termasuk sedekah!” (HR. Muslim).

Sedekah air, sangat dianjurkan pula oleh Rasulullah SAW  yang pahalanya diniatkan untuk kedua orang tua kita yang telah meninggal.

Dari Anas : Sesungguhnya Sa’id Ubadah datang kepada Nabi SAW, lalu ia berkata : Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, tetapi beliau tidak memberikan wasiat. Apakah bermanfaat bagi dirinya kalau aku mengeluarkan sedekah atas namanya? Nabi bersabda : “ Ya. Dan hendaklah engkau memberikan sedekah dengan air .” ( HR Thabrani)

Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dari Sa’id bin Ubadah sendiri : Ia berkata : Wahai Rasulullah , ibuku telah meninggal, maka sedekah apakah yang lebih baik? Sabdanya : “ Air.” Lalu dia menggali sebuah telaga dan katanya : “ Telaga ini adalah untuk Ibu Sa’id .” ( HR Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban )

Selama air itu dimanfaatkan oleh makhlukNya, maka selama itu pula pahala akan mengalir untuknya hingga hari kiamat. Hal ini selaras dengan hadits berikut.

Dari Jabir ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim yang menanam tanaman, kemudian ia makan dari hasil tanaman itu termasuk sedekah baginya, juga bila hasil tanaman itu dicuri atau diambil orang, maka ia termasuk sedekah baginya.” (HR. Muslim) Dalam riwayat lain disebutkan: “Seorang muslim yang menanam tanaman atau menabur benih kemudian hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia, binatang, maupun sesuatu yang lain, maka semua itu merupakan sedekah baginya sampai hari kiamat.”

Sedekah Merupakan Amalan Yang Luas Jangkauannya

By ahlulquran on August 7, 2022 in Artikel

      Sedekah berasal dari bahasa Arab, yakni shadaqoh. Sedekah memiliki arti memberikan sesuatu kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa ada batasan jumlah dan batas waktu tertentu. Dapat dikatakan sedekah adalah amalan baik yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Selain untuk berbagi dan sebagai bekal amal di akhirat, sedekah juga bertujuan untuk menyucikan harta.

      Dalam Islam sedekah merupakan bukti ketaqwaan kepada Allah SWT. Karena Rasulullah dalam Hadis HR. Tirmidzi dan Hadis Hasan Shahih bersabda, “bertakwalah kepada Allah SWT di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan keburukan. Dan pergauilah manusia dengan akhlak yang mulia.”

      Selain itu, sedekah juga tidak tertutup hanya pada harta yang bersifat materi namun juga amalan kebaikan yang nonmateri. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit; kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah; kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah; setiap langkah kakimu menuju tempat shalat juga dihitung sedekah; dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari danMuslim).

      Melalui hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa sedekah merupakan amalan yang luas jangkauannya, tidak hanya terbatas pada harta benda saja. Oleh karena itu sudah saatnya sedekah dijadikan sebagai gaya hidup, agar hidup terasa menjadi lebih indah dan berkah. Meski sedikit jika kita istiqomahkan makin lama akan terasa makin ringan dan kemudian menjadi sebuah kebiasaan. Selain itu, kita juga akan mendapat imbalan yang indah dari Allah SWT seperti firman Allah SWT yang berbunyi : 

إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ

“Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah.” (QS. Yusuf [12]: 88).

Keutamaan Sedekah

      Sedekah memberikan banyak keberkahan hidup seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Hal tersebut karena sedekah memiliki banyak keutamaan. Di antara keutamaan sedekah adalah sebagai berikut:

a. Sedekah menghapus kesalahan.

Nabi  bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطَايَا كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ

“Sedekah itu menghapus kesalahan seperti air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

 b. Sedekah menjauhkan dari siksa neraka.

Nabi  bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Berlindunglah kalian dari neraka walaupun hanya dengan sedekah separuh kurma. Barangsiapa yang tidak mampu, maka bersedekahlah dengan ucapan yang baik.” (HR. Bukhori)

c. Sedekah akan menjadi naungan di akhirat.

Nabi  bersabda:

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ

“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya di akhirat, hingga diadili di antara manusia.” (HR. Ahmad)

      Nabi   juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah  pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, seseorang yang mengingat Allah  dalam kesendirian kemudian air matanya berderai karena takut akan kebesaran Allah, seseorang yang dirayu wanita yang berkedudukan lagi cantik tapi dia justru mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya, seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid, dan dua orang yang saling mencintai karena Allah, dia berkumpul dan berpisah atas dasar cinta karena Allah.” (HR. Bukhori)

d. Sedekah merupakan bukti keimanan.

Nabi  bersabda:

وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ.

“Sedekah itu adalah bukti.” (HR. Muslim)

Maksud bukti dalam hadis tersebut adalah bukti keimanan. Sedekah adalah bukti iman bagi pelakunya. Karena orang munafik dan kafir mereka tidak bersedekah karena Allah. Sedangkan orang yang bersedekah mengimani adanya balasan yang akan ia raih di akhirat dari harta yang ia dermakan di jalan Allah.

e. Allah  akan mengganti harta sedekah

Allah SWT  berfirman di dalam hadis Qudsi.

يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ.

“Wahai anak Adam, berinfaklah niscaya Aku akan menafkahimu.” (HR. Muslim)

Selain hadis tersebut. Di dalam Al Qur’an pun Allah  telah menjelaskan:

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“…Apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ [34]: 39)

Itulah beberapa keutamaan sedekah yang perlu kita amalkan. Karena sedekah bukan persoalan berapa banyak kita memberi, namun seberapa ikhlas dan kontinu kita saling membantu antar sesama. Mari bersedekah, semoga kita mendapatkan keberkahan selalu. Aamin