Nyalakan Harapan Anak Bangsa melalui Pendidikan
By azmi laznasaql on November 21, 2022 in Artikel

Pendidikan untuk anak merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diterapkan bagi semua anak tanpa terkecuali. Karena pendidikan merupakan sarana penting dalam membangun karakter serta perkembangan generasi di masa depan. Kapasitas otak yang berbeda-beda bukan menjadi tolok ukur akan pembelajaran. Sebab, setiap anak memiliki potensi dan minat yang berbeda-beda. Tidak hanya perihal akademik. Pendidikan sangat luas maknanya, meliputi berbagai bidang pendidikan yang tentu saja anak-anak-memiliki peluang untuk mengais masing-masing bidang tersebut. Baik karena potensi dari lahir atau dengan pelatihan yang sungguh-sungguh. Intinya, semua anak berhak mendapatkan pendidikan serta pengambangan minat dan bakat.
Terlepas dari kapasitas otak dan minat bakat yang berbeda-beda, ada pula kendala yang lebih jelas dari pelaksanaan pendidikan, yakni biaya. Sebagaimana yang kita ketahui, tingkat kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi. Jangankan untuk pendidikan, untuk biaya hidup sehari-hari saja kurang yang menyebabkan begitu banyak anak di Indonesia yang putus sekolah atau memang tidak pernah bersekolah. Bahkan ada pula yang berkecukupan materi namun enggan bersekolah dengan beragam alasan. Peristiwa ini menyebabkan ketidakseimbangan antara yang ingin namun kurang mampu dengan yang tidak ingin padahal mampu.
Oleh karena itu, laznas AQL membentuk suatu program bernama Indonesia Cerdas yang bertujuan untuk memberikan harapan bagi anak-anak agar mendapatkan hak dalam hal pendidikan. Segala biaya dan tanggungan akan didapatkan dari program Indonesia Cerdas tersebut. Program ini adalah salah satu ikhtiar Laznas AQL dalam memberikan solusi untuk mencerdaskan bangsa ini hanya dengan RP. 1000-/hari/orang. Sebagai bentuk kepedulian sosial, edukasi dan implementasi dari anak bangsa dan untuk anak bangsa.
Harapan dari program Indonesia Cerdas adalah dengan nilai keciil ini jika disatukan maka kita mampu untuk untuk berbuat besar bagi pendidikan bangsa dan umat. Bersama program Indonesia Cerdas, mari berikan harapan bagi anak-anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak setinggi-tingginya demi masa depan Indonesia yang gemilang bersama generasi cerdas.

Sedekah Air, Alirkan Pahala Tak Terputus
By azmi laznasaql on November 12, 2022 in Artikel

Berbicara tentang air. Setiap orang tentu mengetahui betapa pentingnya air dalam kehidupan. Kita juga sudah sangat paham bahwa tanpa adanya air maka kelangsungan hidup tidak akan bertahan lama. Karena air adalah sumber kehidupan manusia. Segala sesuatu yang tersedia di muka bumi ini tak pernah terlepas dari peran air sebagai penolongnya.
Walaupun di semua belahan bumi ini tidak memiliki siklus air yang sama. Ada bagian yang mendapatkan air melimpah, ada yang sedang da nada yang kekurangan. Lantas, apakah dengan perbedaan siklus air tersebut dapat disebut sebagai bentuk ketidakadilan Allah? Tentu tidak. justru pada setiap perbedaan itu adalah bentuk dari keadilan Allah.
Entah itu karena Dia ingin melihat bagaimana hamba-Nya yang berada di wilayah subur memberi bantuan kepada saudaranya yang berada di wilayah tandus, atau Allah ingin melihat bagaimana hamba-Nya yang berada di wilayah subur bersyukur atas kenikmatan itu dan sebaliknya, bagaimana hamba-Nya pada wilayah tandus bersabar dengan segala kekurangan sarana pelepas dahaga untuk mereka.

Bagi sebagian orang, air dapat dimanfaatkan tergantung dari tingkat kebersihan air tersebut. Jika air bersih, maka dapat digunakan untuk mandi, mencuci, masak serta minum. Jika kotor seperti parit, kubangan dan sejenisnya yang keruh, maka hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah (tidak untuk dicontoh) dan tidak layak untuk dipergunakan di rumah. yang terlihat bagi kita, air kotor memang menjijikan.
Namun, bagaimana dengan orang-orang yang tinggal di daerah tandus. Jangankan untuk mandi, air yang digunakan untuk minum saja sulit didapat. Bahkan air kotor yang kita anggap menjijikan itu adalah pelepas dahaga yang langka bagi mereka. Tak peduli jika air itu telah terinjak, keruh bahkan tertimpa kotoran sekalipun. Tak ada rasa sungkan bagi mereka untuk meminumnya sebab dahaga yang sudah tak tertahankan.
Berikut salah satu dalil tentang keutamaan bersedekah air:
“Barangsiapa yang menggali air (sumur), maka makhluk siapapun dari kalangan jin, manusia bahkan burung yang meminum darinya, Allah akan memberikan pahalanya yang terus mengalir sampai hari kiamat” ( HR. Ibnu khuzaimah dalam shahihnya).
Sebagai manusia yang Allah tempatkan pada tempat yang serba berkecukupan, sudah sepatutnya kita membantu saudara kita yang membutuhkan dengan melaksanakan sedekah air. Karena kita tidak tahu dari tetesan mana yang dapat menyelamatkan hidup seseorang. Tak menutup kemungkinan jika itu adalah dari sedekah air yang kita berikan.
Tak hanya sedekah pada umumnya, bersedekah air juga memiliki beberapa keutaman yang dapat memicu kita untuk senantiasa bersedekah, yaitu sedekah air adalah sedekah yang paling utama, pahalanya terus mengalir ke liang lahat,mendapatkan pahala di akhirat, mendapat ampunan Allah Swt. Jadi, tidak alasan lagi bagi kita untuk meragukan keuntungan dari bersedekah air.

Meneladani Sifat Dermawan Nabi Muhammad SAW
By azmi laznasaql on October 8, 2022 in Artikel

Rasulullah SAW merupakan manusia pilihan dengan sifat dan akhlaknya yang mulia. Sifat Nabi Muhammad menjadi suri teladan yang harus dicontoh umat Islam di seluruh dunia.
Hal tersebut juga disampaikan oleh Allah SWT dalam Alquran surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al Ahzab : 21).
Dari itu begitu banyak sifat mulia yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW yang patut kita jadikan suri teladan yang amat baik dalam kehidupan. Salah satunya sikap rendah hati dalam memberi atau bersedekah.
Bersedekah merupakan amalan yang rutin dilakukan oleh Rasulullah SAW, bahkan menjadi anjuran untuk dikerjakan bagi seluruh umat Islam di dunia. Sebab bersedekah memiliki banyak keutamaan seperti penolak bala, memperbanyak pahala, serta rezekinya akan dilipat gandakan Allah SWT.
Sifat Nabi Muhammad dalam bersedekah termaktub dalam hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Abu Daud, yaitu, “Hendaklah masing-masing tiap-tiap pagi bersedekah untuk persediaan badannya. Maka tiap kali bacaan tasbih itu sedekah, setiap tahmid, setiap takbir juga sedekah, menyuruh kebaikan dan melarang kejahatan itu sedekah dan sebagai ganti itu semua, cukuplah mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat”.
Bersedekah adalah amalan yang dianjurkan kepada umat muslim. Waktunya bisa kapan saja dan nilainya pun tak terbatas. Allah SWT telah menjamin bahwa bagi orang yang rajin dalam bersedekah, hartanya tidak akan berkurang sepeserpun, namun harta yang disedekahkan akan diganti dengan berlipat ganda dengan doa para malaikat yang senantiasa memohon agar rezeki hamba tersebut ditambah.

Sedekah atas nama Orang Tua, Hadiahkan Pahala Jariyah
By azmi laznasaql on September 25, 2022 in Artikel

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhuma- bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumahnya, maka Sa’d berkata :
“ Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat pahala jika aku bersedekah atas nama beliau ? ” Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjawab : “Ya.” (HR. Bukhari 2756)
Berbakti dan berbuat baik kepada orangtua adalah perkara penting dalam Islam. Sampai-sampai dalam QS An Nisa : 36 Allah menyebutkannya tepat setelah perintah jangan menyekutukan-Nya.
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36).
Berbakti kepada orang tua tetap bisa kita lakukan meski mereka telah meninggal dunia.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- :
”Sedekah atas nama orang yang telah meninggal atau semisalnya akan sampai kepadanya (pahala) berdasarkan kesepakatan ulama kaum muslimin ” ( Jaami’ al Masaail 4/270 )
Bukan hanya itu. Jika sedekah yang berikan atas nama orang tua kita adalah sedekah jariyah, maka pahala jariyah yang tak terputus akan terus mengalir kepada orang tua kita tercinta, meski mereka telah wafat.
Laznas AQL memfasilitasi para muhsinin yang ingin menghadiahkan pahala terbaik untuk orangtua dengan program “Hadiah Terbaik untuk Orangtua”.
Sedekah para muhsinin semua akan disalurkan salah satunya umtuk program Mata Air Kehidupan . Pahala kebermanfaatannya insya Allah akan terus mengalir baik untuk sahabat maupun orang tua sahabat.

MEMBERI MAKAN ORANG MISKIN
By azmi laznasaql on September 10, 2022 in Artikel

Sedekah memang amalan yang sangat luas cakupannya termasuk di dalamnya adalah sedekah dengan memberikan makanan (sedekah makanan) kepada orang lain baik itu orang miskin ataupun orang kaya, hal tersebut merupakan amal ibadah yang Allah berikan pahala besar atasnya.
Allah SWT berfirman :
Bismillahirrahmaanirrahiim
- Ara-aital lazii yu kazzibu bid diin
- Fa zaalikal lazi yadu’ul-yatiim
- Wa la ya huddu ‘alaa ta’amil miskiin
- Fa wai lul-lil mu salliin
- Al laziina hum ‘an salaatihim sahuun
- Al laziina hum yuraa-uun
- Wa yamna’uunal ma’uun
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al Maa’uun: 1-7)
Secara umum sedekah merupakan amalan yang senantiasa dianjurkan dalam Al-Qur’an dan hadist, akan tetapi ada yang menarik di sini, yakni Allah dengan tegas menyebutkan “memberi makan orang miskin” dalam ayat diatas, yang mana jika kita artikan secara sederhana bahwa Allah dengan tegas menyebutkan sedekah makanan kepada orang miskin merupakan sedekah yang sangat di anjurkan bahkan jika enggan melakukan atau sekedar menganjurkan, maka Allah ancam sebagai orang yang telah mendustakan Agama.

Lebih jelasnya mari kita lihat tafsir menurut para ulama terkait ayat diatas :
Tafsir Surat Al-Ma’aun
Menurut Ibnu Abbas, asbabun nuzul Surat Al Maun ini terkait dengan Ash bin Wail. Menurut As Saddi mengenai Walid bin Mughirah. Ada juga yang mengatakan terkait Abu Jahal. Namun semuanya hampir sama, mereka menyakiti anak yatim yang datang meminta bantuan.
Menurut Ibnu Juraij, terkait dengan Abu Sufyan yang biasa menyembelih unta setiap pekan. Suatu ketika, seorang anak yatim datang meminta sedikit daging dari unta yang telah disembelih itu. Namun ia tidak diberi justru dihardik dan diusir. Setelah peristiwa itu, Allah menurunkan tiga ayat pertama Surat Al Maun ini.
Tafsir Surat Al Maun ayat 1
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Kata yukadzdzibu artinya adalah mendustakan atau mengingkari. Ia bisa berupa sikap batin, bisa pula berupa sikap lahir yang tampak dalam perbuatan.
Kata ad din secara bahasa bisa berarti agama, kepatuhan atau pembalasan. Dalam ayat ini, ad din sering diartikan agama. Namun ia juga berarti pembalasan karena seringkali Al-Quran ketika menggandengkan yukaddzibu dengan ad din artinya adalah mendustakan hari pembalasan (kiamat).
Ibnu Katsir termasuk mufassir yang memaknai ad diin dengan hari pembalasan. Sehingga makna ayat ini, tahukah engkau, hai Muhammad, orang yang mendustakan agama dan mendustakan hari pembalasan?
Tafsir Surat Al Maun ayat 2
Itulah orang yang menghardik anak yatim,
Ibnu Katsir menjelaskan, orang yang mendustakan agama dan mendustakan hari pembalasan itu adalah orang yang berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim, menganiaya haknya dan tidak memberinya makan serta tidak memperlakukannya dengan perlakuan yang baik.
Tafsir Surat Al Maun ayat 3
“…dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”
Kata yakhudldlu artinya adalah menganjurkan. Kalaupun tidak memiliki apa-apa, seseorang dituntut minimal menjadi orang yang menganjurkan untuk memberi makan kepada orang miskin.
Kata tho’am berarti makanan atau pangan. Ayat ini tidak menggunakan kata ith’am yang artinya memberi makan, agar setiap orang yang melakukannya tidak merasa dirinya telah memberi makan. Namun ia hanya memberikan makanan yang pada hakikatnya bukan miliknya melainkan hak orang-orang miskin itu.
Dari Tafsir Diatas, Dapat Kita Mendapatkan Beberapa Kesimpulan Bahwa :
Sedekah makanan kepada orang miskin adalah anjuran yang sangat ditekankan. Jika tidak mampu memberi makanan, maka minimal kita menganjurkan, mengajak, memotivasi orang lain atau ikut andil dalam amal berbagi makanan ataupun pangan kepada orang-orang miskin.
Jika seseorang enggan ataupun menolak atas syari’at ini, maka dia Allah golongkan kepada orang munafik, yakni orang – orang yang mendustakan syari’at Allah.
Saudaraku, Allah adalah Tuhan yang telah menciptakan kita, Ia-lah yang menjamin rezeki kita, harus senantiasa kita yakini bahwa setiap syari’at yang Allah terapkan untuk kita, tidak akan memberatkan kita bahkan sebaliknya itu akan memberikan gundukan manfaat yang bahkan nalar kita tidak sampai untuk menghitung manfaat-manfaat itu.

Pahala Sedekah Air menurut Rasulullah
By azmi laznasaql on August 19, 2022 in Artikel

Dalam hadis dinyatakan bahwa sedekah air menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan pengampunan Allah SWT mendapatkan surga.
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Kali tertentu ada seorang laki-laki yang berjalan. Di tengah perjalanan ia kehausan, ia menemukan sebuah sumur maka ia pun turun ke dalamnya dan meminumnya. Kemudian ia keluar, tiba-tiba ada seekor anjing yang menjilat-jilat tanah karena kehausan, lantas orang itu berkata: ‘Anjing ini benar-benar kehausan sebagaimana diriku.’ Kemudian ia turun lagi dan mengisi sepatunya dengan air sampai penuh, kemudian ia menggigit sepatunya dan naik ke atas lalu ia memberinya minum. Allah memuji perbuatan orang itu karena menolong anjing dan Allah mengampuni dosanya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah menolong binatang juga memperoleh pahala?” Beliau menjawab: “Menolong setiap makhluk yang mempunyai limpa itu mendapatkan pahala.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam suatu kesempatan, Saad bin Ubadah RA bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air.” (Shahih Abu Daud).
Air sangat penting bagi kehidupan manusia, namun ada saja saatnya beberapa dari kita memiliki keterbatasan dalam mengakses air. Membantu orang dalam meningkatkan akses kepada air, menolong orang itu termasuk sedekah. Dikatakan bahwa membantu orang yang sangat membutuhkan bantuan itu termasuk sedekah.
Dari Abu Musa ra. dari Nabi SAW beliau bersabda: “Setiap orang Islam itu wajib bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya: “Bagaimana jika ia tidak mempunyai apa-apa ?” Beliau menjawab: “Hendaklah ia berbuat dengan kedua tangannya, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan bagi dirinya dan dapat pula untuk di sedekahkan!” Ia bertanya: “Bagaimana seandainya ia tidak mampu untuk berbuat seperti itu?” Beliau menjawab: “Hendaklah ia membantu orang yang sangat membutuhkan bantuannya!” Ia bertanya Iagi: “Bagaimana seandainya ia tidak mampu memberi bantuan?” Beliau menjawab: “Hendaknya ia menyuruh orang untuk berbuat baik!” Ia bertanya lagi: “Bagaimana seandainya ia juga tidak mampu untuk berbuat seperti itu?” Beliau menjawab: “Hendaklah ia mencegah dirinya dari perbuatan keji, karena mencegah dirinya dari perbuatan keji termasuk sedekah!” (HR. Muslim).
Sedekah air, sangat dianjurkan pula oleh Rasulullah SAW yang pahalanya diniatkan untuk kedua orang tua kita yang telah meninggal.
Dari Anas : Sesungguhnya Sa’id Ubadah datang kepada Nabi SAW, lalu ia berkata : Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, tetapi beliau tidak memberikan wasiat. Apakah bermanfaat bagi dirinya kalau aku mengeluarkan sedekah atas namanya? Nabi bersabda : “ Ya. Dan hendaklah engkau memberikan sedekah dengan air .” ( HR Thabrani)
Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dari Sa’id bin Ubadah sendiri : Ia berkata : Wahai Rasulullah , ibuku telah meninggal, maka sedekah apakah yang lebih baik? Sabdanya : “ Air.” Lalu dia menggali sebuah telaga dan katanya : “ Telaga ini adalah untuk Ibu Sa’id .” ( HR Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban )
Selama air itu dimanfaatkan oleh makhlukNya, maka selama itu pula pahala akan mengalir untuknya hingga hari kiamat. Hal ini selaras dengan hadits berikut.
Dari Jabir ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim yang menanam tanaman, kemudian ia makan dari hasil tanaman itu termasuk sedekah baginya, juga bila hasil tanaman itu dicuri atau diambil orang, maka ia termasuk sedekah baginya.” (HR. Muslim) Dalam riwayat lain disebutkan: “Seorang muslim yang menanam tanaman atau menabur benih kemudian hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia, binatang, maupun sesuatu yang lain, maka semua itu merupakan sedekah baginya sampai hari kiamat.”
