ANAK ASUH PENGHAFAL QUR’AN BERHASIL <strong>MENGKHATAMKAN TILAWAH QUR’AN SEBANYAK 50 KALI</strong>

ANAK ASUH PENGHAFAL QUR’AN BERHASIL MENGKHATAMKAN TILAWAH QUR’AN SEBANYAK 50 KALI

By azmi laznasaql on January 14, 2023 in Artikel

Nikmatnya Dekat Dengan Al-Quran

Membaca Al-Qur’an merupakan sebuah kenikmatan. Terlebih jika kita mampu membacanya dengan benar sesuai dengan kaidah tajwid, maka bacaan yang kita baca pun menjadi sebuah kenikmatan yang tak ingin usai. Apalagi kalau kita mengerti terjamahan dan maknanya, sudah pasti membuat kita betah berlama-lama dengan Al-Qur’an.

Namun ternyata tidak semua orang mendapatkan kenikmatan itu. Ada yang mengerti makna dari setiap ayatnya namun masih banyak kesalahan dalam cara membacanya. Ada pula yang suaranya sudah bagus namun masih jauh dari kaidah tajwid yang perlu diperhatikan sehingga ketika ia membaca membuat arti dari setiap kata yang dibaca itu berubah.

Namun ada pula yang mampu membacanya dengan benar sesuai kaidah tajwid dan ia memahami makna di dalamnya. Maka jangan heran bila ada yang sampai bisa khatam membaca Al-Qur’an hingga berpuluh-puluh kali dalam sebulan.

Betapa kenikmatan hidup jika kita bisa membaca kalam-Nya, dan meresapi setiap bacaan yang terkandung di dalam Al-Quran, seakan-akan kita sedang berbicara langsung dengan Sang Pencipta.

Sebagaimana dalam firman Allah surah Ar-Rahman yang menjelaskan tentang kenikmatan, bahkan berkali-kali kita diingatkan di dalam surah tersebut atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita;

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Nikmat dapat membaca Al-Quran merupakan petunjuk dalam setiap langkah kehidupan kita, bagimana Al-Quran menjadi penerang, petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang salah, bagaimana kelak Al-Quran menjadi syafaat bagi orang-orang yang membacanya

Rasulullah SAW bersabda :

“Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafaat bagi orang-orang yang bersahabat dengannya”. (H.R. Muslim)

Al-Quran akan lebih nikmat apabila kita aplikasikan di dalam kehidupan kita, difungsikan sebagai terapi atas penyakit hati, difungsikan sebagai petunjuk dan pedoman kehidupan. Manusia yang dekat dengan Al-Quran menjadi manusia yang paling banyak tabungan pahalanya.

“Tidak boleh iri kecuali dalam dua kenikmatan : seseorang yang diberi Al-Quran oleh Allah kemudian dia membacanya sepanjang malam dan siang, dan kepada orang yang diberi harta oleh Allah kemudian dia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang malam dan siang” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Melihat orang lain yang berlimpah hartanya tentulah membuat kita juga ingin merasakannya, karena itulah fitrah manusia, namun percayalah, kebahagiaan harta itu sangat sebentar, sewaktu diterima nya saja, setelah itu kita akan biasa saja. Manusia dengan keimanan yang baik tentu tidak hanya ingin merasakan kenikmatan di dunia saja, tapi juga kenikmatan di akhirat kelak.

Maka sudah sepantasnya kita harus merasa iri dengan santri anak asuh penghafal qur’an yang telah menyelesaikan program khatam tilawah Al-Qur’an 30 Juz sebanyak 50 kali dalam waktu 4 bulan 24 hari. Coba kita tanyakan pada diri kita, dalam sebulan kita khatam membaca Al-Qur’an berapa kali?

Mungkin ada yang 1 kali, ada yang 2 kali, atau ada yang tidak bisa khatam sama sekali. Hal seperti ini lah yang seharusnya patut untuk kita merasa iri sebab begitu mudahnya ia untuk selalu membaca Al-Qur’an, begitu mudahnya ia untuk berdekatan selalu dengan Al-Qur’an. Sementara kita? Mungkin masih terlalu sibuk dengan urusan keduniaan yang masih mementingkan kebahagiaan sendiri di dunia ini.

Jadi, yuk mulai sekarang perbaiki pola pikir kita untuk lebih memerhatikan lagi kenikmatan apa sih sesungguhnya yang kita butuhkan? Tentu saja kita harus belajar dan mau berlelah-lelah dalam melakukan ibadah karena itu lah yang nantinya akan kita bawa sebagai bekal di akhirat kelak.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *