HIKMAH BERZAKAT

HIKMAH BERZAKAT

By ahlulquran on February 25, 2023 in Artikel

      Di antara hikmah zakat yang dikemukakan oleh Wahbah Zuhaily, secara umum menghilangkan kesenjangan penghasilan dan rezeki mata pencaharian di kalangan manusia merupakan kenyataaan yang tidak bisa dipungkiri, seperti firman Allah SWT dalam surah al-Dzariyat ayat 19 : “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk
orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.
”

Orang miskin yang tidak mendapat bagian maksudnya ialah orang miskin yang tidak meminta-minta. 

Secara terperinci bahwa hikmah zakat adalah:

  1. Menyucikan jiwa manusia dari sifat keji, kikir, pelit, rakus, dan tamak.

      Zakat bisa membersihkan dan menyucikan orang yang menunaikannya karena zakat membersihkan akhlaknya dan menyucikan serta membersihkan jiwanya dari rasa bakhil dan berbagai akhlak tercela. Zakat juga menumbuh kembangkan akhlaknya sehingga dia akan memiliki sifat-sifat orang yang dermawan, yang suka berbuat baik dan yang pandai bersyukur. Zakat di antara indikasi nyata rasa syukur seseorang kepada Allâh ta’ala, sementara dengan syukur, nikmat akan terus bertambah.

      Zakat juga menumbuhkan kembangkan pahala dan ganjaran orang yang melakukannya. Karena zakat dan nafkah dilipatkan gandakan pahalanya beberapa kali sesuai kadar keimanan, keikhlasan orang yang melakukannya, sesuai manfaat dari zakat itu sendiri serta ketepatan sasarannya.

      Zakat juga melapangkan dada, memberikan kebahagiaan, menyelamatkan hamba dari berbagai macam bencana dan penyakit.

  1. Memberikan pertolongan bagi orang-orang fakir miskin yang sangat memerlukan bantuan.

      Seperti firman Allah Swt dalam surah Al-Maidah ayat 2 : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

       Ada sebuah do’a yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang isinya: Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot wa tarkal munkaroot wa hubbal masaakiin … (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu sifat mencintai orang miskin). Dari do’a ini saja menunjukkan       keutamaan seorang muslim mencintai orang miskin. 

  1. Mendorong orang untuk bekerja keras agar mampu memberikan zakat pada orang yang membutuhkan, serta kepedulian orang kaya terhadap orang miskin.

      Dalam firman Allah SWT surah al-Hasyr ayat 7: “Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.“

  1. Merupakan perwujudan syukur atas harta yang dititipkan kepada seseorang.

      Allah subhanahu wata’ala memberikan nikmat kepada kita adalah untuk menguji apakah kita bersyukur atau tidak, jika kita bersyukur maka Allah akan melipatgandakannya, sebaliknya, jika kita mengkufurinya maka sesungguhnya siksaan pedih yang akan kita dapatkan.

      Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

      Di antara nikmat Allah yang terbesar adalah nikmat kesehatan dan kekayaan sebagai modal beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala.

  1. Menghilanghkan sifat kebakhilan atau kekikiran dengan perwujudan zakat.

      Sebagaimana hadits Rasulullah Saw : Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur dan fitnah hidup dan mati.” (HR. Muslim).

 

Wallahu a’lam

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *