Pemberangkatan Guru Qur’an ke Wilayah-Wilayah Dakwah di Indonesia

By ahlulquran on July 17, 2023 in Berita

      Tebet, Jakarta – Para santri yang berada di pesantren-pesantren binaan AQL Islamic Center kini telah menyelesaikan masa pembinaan dan pelatihan. Mereka yang mempersiapkan diri sebelum terjun ke medan dakwah menjadi seorang guru qurán, menjalani masa pembinaan dan pelatihan tersebut di Center of Excellent selama kurang lebih 2 bulan. Bagi mereka yang lulus pembinaan akan mengikuti wisuda kemudian setelahnya siap untuk dilakukan pelepasan ke seluruh wilayah dakwah binaan AQL Islamic Center yang ada di Indonesia.

      Sebanyak 48 guru quran telah di bina yang terdiri dari akhwat 24 orang dan ikhwan 24 orang. Secara khusus Laznas AQL diamanahkan untuk memberangkatkan 3 orang da’i muda ini untuk menjadi guru Qur’an yang ditempatkan di RTQ Al Hadi Malang, Jawa Timur, disana mereka mengajar Qur’an ibu-ibu dan membantu pembelajaran untuk anak-anak usia TK. Kemudian sisanya diberangkatkan ke beberapa titik wilayah dakwah di Indonesia seperti wilayah Lampung, Kuningan, Karawang, Merapi, Jogja, Palu, Makasar, Morowali, Halmahera, dan Lombok yang kemudian ditugaskan untuk mengelola Rumah Tadabbur Qur’an (RTQ) dan melakukan pembinaan masyarakat.

      Pemberangkatan para dai ini merupakan bentuk realisasi dari program Infaq Dakwah Dukung Guru Qurán, karena tentunya dalam menjalankan misi penyebaran cahaya Al-Qur’an memerlukan para da’i dan da’iah yang tangguh dan terpilih untuk mengemban amanah ini secara langsung.

      Alhamdulillah Laznas AQL selain menjalankan program dan amanah dari para tangan-tangan penuh kebaikan, juga menjadi salah satu unit di AQL Islamic Center yang memiliki peranan penting dalam membantu penyebaran dakwah Al-Qur’an. Dengan tujuan agar misi dakwah ini kelak bisa sampai kepada mereka yang membutuhkan kehadiran para dai dan daiah untuk membina keislaman mereka yang bahkan sebagian telah rapuh agar kembali dikuatkan.
      Untuk itu kami membutuhkan dukungan dari seluruh sahabat untuk menjadi orang yang turut berperan dalam proses penyebaran dakwah ini agar nama kita sama-sama tercatat oleh Allah dalam golongan orang-orang yang semangat berjuang di jalan Allah. Ambil bagian dalam membangun peradaban dengan Al-Qur’an bersama para dai muda dalam program Dukung Dakwah Da’i Pedalaman.

KLIK HALAMAN BERIKUT UNTUK TURUT MENDUKUNG GERAK DAKWAH GURU QURAN BERSAMA LAZNAS AQL

LAZNAS AQL MENDAPATKAN KEMBALI SURAT REKOMENDASI DARI BAZNAS RI

By ahlulquran on June 24, 2023 in Berita

     Jakarta, Alhamdulillah Laznas AQL mendapatkan surat rekomendasi dari BAZNAS RI dalam acara penyerahan dan Penandatanganan Pakta Integritas di Kantor BAZNAS Pusat, Jakarta  (15/6/203). Yang dihadiri oleh perwakilan dari Yayasan Pusat Peradaban Islam, Ketua Yayasan Pusat Peradaban Islam , Ust. Iswahyudi Mukhlis, Lc, MA, Sekretaris Yayasan, Samade Saputra, S.Ag, dan Direktur Laznas AQL, Deny Arifianto, S.Ag. Surat rekomendasi ini merupakan surat yang kedua kali Laznas AQL dapatkan, setelah sebelumnya pada tahun 2018.   

      Dengan kembalinya mendapatkan surat rekomendasi BAZNAS diharapkan LAZNAS AQL dapat menjalankan peran untuk menyukseskan zakat di Indonesia dan semakin mendorong penguatan pengelolaan dan pengumpulan zakat secara nasional. Setelah surat izin rekomendasi dari BAZNAS dikeluarkan, selanjutnya akan diserahkan ke Kementerian Agama untuk disahkan.

      “Semoga dengan adanya surat rekomendasi ini dapat memberi banyak manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, dapat mengoptimalkan pengumpulan BAZNAS, dan dapat memudahkan masyarakat untuk menunaikan zakatnya,” ujar Achmad Sudrajat, selaku Pimpinan Baznas RI

KEUTAMAAN BERBAGI

By ahlulquran on June 13, 2023 in Artikel

      Ada banyak sekali manfaat yang bisa dihasilkan dari berbagi, baik itu bagi penerima maupun pemberi. Sedekah menjadi amal yang mampu menambah dari kekurangan yang dimiliki seseorang. Kekurangan itu bisa terisi dan menjadi tercukupi. Dengan sedekah, kita bisa meringankan beban yang dimiliki seseorang hingga membuatnya tersenyum. 

      Sedekah tidak hanya berpatok pada harta benda saja, sehingga membuat sebagian dari kita berpikir ulang melakukan amal baik ini. Hal-hal non materi pun bisa saja dikatakan sebagai sedekah. Seperti, menolong orang lain baik dengan tenaga maupun pikiran, memberi nafkah keluarga atau istri, menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan pun masuk ke dalam sedekah. 

      Sampai dengan hal yang paling sederhana seperti murah senyum kepada orang lain pun, adalah sedekah. Seperti yang Rasulullah sampaikan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah”. (HR. At-Tirmidzi). 

      Melihat ada banyaknya cara untuk berbuat baik dengan sedekah ini. Rasanya, tidak ada lagi alasan untuk berkata tidak melakukannya. Bagi yang belum mengetahui, sekiranya ada 5 keutamaan bersedekah sebagaimana yang sudah disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun hadits. 

  1. Melipatgandakan Rezeki dan Pahala

Salah satu keutamaan amalan sedekah adalah akan memberikan banyak keistimewaan kepada setiap pelakunya. Misalnya, mampu untuk melipatgandakan rezeki. Jadi, saat bersedekah bukan berarti hartamu akan cepat habis. Justru dengan rajin melakukan amalan sedekah, seseorang bisa terus mendapatkan harta lagi dan lagi dengan porsi yang lebih banyak. Dengan demikian, tidak perlu ragu lagi melakukan sedekah sebab sedekah akan membawa keutamaan luar biasa.

Bukan hanya rezeki saja yang akan dilipatgandakan oleh Allah SWT saat seseorang melakukan sedekah. Akan tetapi, pahala yang diberikan pun akan berlipat ganda. Ini adalah keutamaan yang sangat istimewa dari sedekah. Maka dari itu, seorang muslim sangat dianjurkan untuk rajin melakukan sedekah. Jangan sampai berburuk sangka bahwa harta akan habis karena bersedekah. Justru harta akan tetap bertambah saat rajin bersedekah. Begitu juga dengan pahala yang dituai akan semakin banyak, lagi dan lagi.

  1. Menghapus Dosa dan Menyembuhkan Penyakit

Keutamaan sedekah lainnya adalah untuk menghapus dosa-dosa. Sebagai manusia biasa yang hidup di bumi dan di akhir zaman, tentu tidak akan terluput dari dosa-dosa. Namun, Maha Baik Allah SWT yang masih terus memberi kesempatan dan jalan untuk menghapus dosa-dosa mereka. Salah satunya dengan cara bersedekah. Sedekah menjadi amalan atau perbuatan yang sangat istimewa.

Sedekah akan mempermudah umat Islam guna menghapus dosa-dosa. Bahkan sedekah diibaratkan seperti air yang menyiram dan memadamkan api. Karena itulah sangat disarankan untuk melakukan sedekah. Namun, tetaplah diniatkan untuk Allah SWT. Jangan sampai bersedekah hanya karena ingin terlihat baik di mata sesama manusia.

Sedekah ternyata juga mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan umat muslim diminta untuk membentengi harta dengan zakat dan mengobati orang sakit dengan bersedekah.

  1. Memberi Naungan di Akhirat

Sedekah sungguh merupakan amalan yang amat mulia. Sebab, sedekah memiliki keutamaan utama bagi pemberinya yaitu mampu memberikan naungan kelak di akhirat nanti. Karena itulah sebaiknya rutin melakukan sedekah. Apalagi sedekah di waktu-waktu penting. Misalnya, sedekah subuh yang dilakukan selepas shalat subuh maupun sebelum benar-benar matahari terbit di ufuk barat.

  1. Menghindarkan Diri dari Adanya Marabahaya dan Petaka

Sedekah memang tameng terbaik untuk diri. Sebab, sedekah bukan hanya mampu menyembuhkan penyakit saja melainkan juga bisa menghindarkan diri dari adanya marabahaya dan petaka. Keutamaan sedekah adalah untuk penolak bala, penyubur pahala, penahan musibah hingga kejahatan apapun. Jangan lupa niatkan karena Allah SWT semata, dengan demikian musibah dan bencana tidak akan bisa mendahului sedekah. Bahkan sedekah juga bisa menutup tujuh puluh pintu kejahatan. Intinya, semua perbuatan baik seperti sedekah akan memberi manfaat yang baik bagi setiap pelakunya.

  1. Senantiasa Mendatangkan Keberkahan

Keutamaan lainnya dari sedekah tentunya adalah senantiasa mampu untuk mendatangkan keberkahan. Saat seseorang bersedekah, maka ia akan mendapatkan ganjaran yang baik. Sedekah yang ia lakukan mampu untuk membersihkan harta sehingga mampu mendatangkan keberkahan. Jadi, sedekah yang diberikan kepada orang lain bisa membersihkan harta tersebut dari dosa-dosa. Sedekah tersebut bisa mensucikan mereka dari adanya akhlak buruk. Sungguh betapa baiknya keutamaan dari amalan sedekah untuk umat muslim.

  1. Mempermudah Jalan Menuju Surga dan Memperoleh Keridhaan Allah Subhanahuwata’ala

Siapa yang tidak gemar sedekah tentu akan merugi. Sebab, salah satu keutamaan sedekah adalah untuk mempermudah jalan menuju surga-Nya. Bahkan dikatakan bahwa di dalam surga ada kamar-kamar yang sudah dipersiapkan dengan indah dan memukau yang khusus ditujukan untuk para pemberi sedekah.

Sedekah mampu mengantarkan seseorang untuk menemui Allah SWT. Sang Maha Kuasa akan memberikan ridha-Nya kepada siapa saja yang dengan tulus dan ikhlas melakukan sedekah. Sedekah yang baik tentu tidak akan dilakukan karena ingin mendapat sanjungan dari sesama manusia. 

Sebab, jika hanya ingin mendapatkan pujian maupun sanjungan dari sesama manusia, maka ini dinamakan riya dan menjadi perbuatan yang amat sangat tercela. Bahkan pelaku riya akan digolongkan menjadi orang-orang yang munafik. Jangan sampai melakukan hal ini karena semuanya hanya akan sia-sia saja

Nah itu lah enam manfaat sedekah atau berbagi, apalagi kalau dalam hal ini yang kita lakukan adalah bentuk berbagi terhadap para penghafal Qur’an, dengan membantu mengirimkan beras kepada para penghafal Qur’an artinya kita memberikan tenaga kepada mereka untuk terus menyelesaikan hafalannya dan tentu saja dari setiap huruf yang mereka hafal mampu mengalirkan pahala yang sama kepada kita yang memberikan bantuan pangan kepada para penghafal Qur’an.

Yuk! Kirimkan beras untuk para penghafal Qur’an sekarang juga!

PENGUKUHAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH YAYASAN PUSAT PERADABAN ISLAM

By azmi laznasaql on March 23, 2023 in Berita

Tebet – Jakarta, Alhamdulillah telah dilaksanakan Pengukuhan Dewan Pengawas Syariah Yayasan Pusat Peradaban Islam, Kamis (16/3) oleh KH. Bachtiar Nasir selaku pembina Yayasan Pusat Peradaban Islam (AQL Islamic Center) di Aula AQL, Tebet, Jakarta Selatan.

Proses ini dilakulan dengan penyerahan SK Yayasan dan Surat Rekomendasi DPS dari Komisi Fatwa MUI kepada 4 orang yang diamanahkan sebagai Dewan Pengawas Syariah Yayasan Pusat Peradaban Islam, yaitu Khoirul Masmu Lc. MHI, Ridwan Hakim Lc. M.E, Muhammad Rusydi Lc. M.Pd.I, dan Abdul Hafid Lc. M.Pd.I.

Mereka merupakan asatidz yang kompeten dibidangnya masing-masing. Sebelum pengukuhan ini, Ke-4 orang tersebut telah melalui proses verifikasi langsung oleh Komisi Fatwa MUI dengan mengikuti seleksi berkas dan wawancara langsung.

Hadir juga diacara tersebut Ustadz Iswahyudi selaku ketua Yayasan Pusat Peradaban Islam, dan Deny Arifianto selaku Direktur LAZ Yayasan Pusat Peradaban Islam.

“Alhamdulillah, bahwa fungsi dewan pengawas syariah di lembaga amil zakat nasional melengkapi sebuah instrumen yaitu pengawasan syariah, selain itu juga, mengedepankan bahwa lembaga amil zakat sudah dijalanakan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.“ Ungkap Deny Arifianto, selaku Direktur LAZ Yayasan Pusat Peradaban Islam.

Dengan telah terbentuknya DPS ini semoga dapat menjadi lebih baik lagi terutama dari sudut pandang syariah dalam melaksanakan setiap aktifitas di lingkungan Yayasan Pusat Peradaban Islam dan khususnya pengelolaan dana ZIS melalui LAZ YPPI dapat berjalan sesuai dengan pedoman syariat dan perundang-undangan yang berlaku.

LAZNAS AQL DISTRIBUSIKAN KARPET MASJID SEBANYAK 80 METER UNTUK PESANTREN AR-RAHMAN QUR’ANIC COLLEGE (AQC)

By ahlulquran on March 20, 2023 in Berita

      Megamendung, Bogor — Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1444H tentu saja masjid-masjid menjadi pilihan pertama untuk dibersihkan. Mulai dari perlengkapan ibadahnya seperti mukena, sarung, lekar, toa masjid dan juga karpet atau sajadah masjid. Semuanya dibersihkan dan yang perlu diganti maka akan diganti dalam mempersiapkan Ramadan agar para jama’ah dapat beribadah dengan nyaman.

      Jum’at, (27/01) Laznas AQL distribusikan  perlengkapan ibadah berupa karpet masjid sebanyak 80 meter untuk masjid Pesantren Penghafal Qur’an Ar-Rahman Qur’anic College (AQC) Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

      “Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kami mendapatkan bantuan sajadah atau karpet masjid untuk fasilitas ibadah para santri penghafal Qur’an. Bapak/Ibu donatur yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala, kami dari pesantren AQC Megamendung, Bogor kami ucapkan terimakasih banyak atas bantuan ini syukron jazakumullah khayran katsiran atas apa yang telah diusahakan ini semoga menjadi pemberat timbangan kebaikan ladang pahala bagi Laznas AQL dan Bapak/Ibu donatur sekalian”, ucap Ust. Ihsanudin, Lc selaku perwakilan dari pesantren AQC.

      Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh muhsinin yang telah bergabung dalam program berbagi perlengkapan ibadah bersama AQL Laznas. Semoga menjadi pahala kebaikan jariyah untuk setiap pakaian yang dipakai beribadah.

 

 

 

ALHAMDULILLAH TUNGGAKAN SPP PUTRI APRIANI SELAMA 2 TAHUN TELAH LUNAS

By azmi laznasaql on March 5, 2023 in Berita

Putri Apriani adalah siswi SMK ARRAHMAN Bogor, yang memiliki kendala mengenai pembiayaan sekolah. Selama dua tahun lamanya ia terpaksa harus berhutang kepada sekolah karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat ia tidak bisa melakukan pembayaran sekolah.

Rabu, (15/2) Laznas AQL berkunjung ke kediaman Putri di wilayah Bojong Gede Kabupaten Bogor, Cipayung Depok dengan maksud untuk memberikan bantuan biaya pendidikan Putri melalui program Indonesia Cerdas. Alhamdulillah pelunasan tunggakan SPP selama dua tahun pun akhirnya terlunaskan dan dapat meringankan beban pikiran orangtua juga Putri selama ini.

Tentu saja melalui program ini menjadi harapan baru bagi Putri Apriani agar ia tetap bisa menyalakan jalannya untuk menggapai impian. Kini ia bisa melanjutkan sekolah hingga selesai dengan semangat baru juga dengan perasaan yang lebih tenang karena hutang SPP nya telah lunas.

Orangtua Putri sangat berterimakasih kepada para donatur yang telah berkontribusi untuk menghidupkan program Indonesia Cerdas ini, karena berkatnya anak perempuannya kini bisa melanjutkan sekolah bersama dengan harapan baru untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Kami Laznas AQL juga turut berterimakasih dan memohon do’a kepada seluruh donatur dan sahabat sekalian agar Laznas AQL terus dapat memberikan kebermanfaatan tidak hanya kepada para mustahik, tapi juga ke banyak penerima lainnya yang sedang memperjuangkan hidup dan masa depannya.

Mari sama-sama kita bangun Indonesia Cerdas dengan memberikan dukungan berupa bantuan biaya pendidikan untuk anak Indonesia yang memerlukan. Dengan berdonasi melalui program ini sama dengan Anda mencetak generasi muda hebat untuk kembali bangkit dari mimpi yang sempat terhenti akibat terkendala ekonomi.

HIKMAH BERZAKAT

By ahlulquran on February 25, 2023 in Artikel

      Di antara hikmah zakat yang dikemukakan oleh Wahbah Zuhaily, secara umum menghilangkan kesenjangan penghasilan dan rezeki mata pencaharian di kalangan manusia merupakan kenyataaan yang tidak bisa dipungkiri, seperti firman Allah SWT dalam surah al-Dzariyat ayat 19 : “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk
orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.
”

Orang miskin yang tidak mendapat bagian maksudnya ialah orang miskin yang tidak meminta-minta. 

Secara terperinci bahwa hikmah zakat adalah:

  1. Menyucikan jiwa manusia dari sifat keji, kikir, pelit, rakus, dan tamak.

      Zakat bisa membersihkan dan menyucikan orang yang menunaikannya karena zakat membersihkan akhlaknya dan menyucikan serta membersihkan jiwanya dari rasa bakhil dan berbagai akhlak tercela. Zakat juga menumbuh kembangkan akhlaknya sehingga dia akan memiliki sifat-sifat orang yang dermawan, yang suka berbuat baik dan yang pandai bersyukur. Zakat di antara indikasi nyata rasa syukur seseorang kepada Allâh ta’ala, sementara dengan syukur, nikmat akan terus bertambah.

      Zakat juga menumbuhkan kembangkan pahala dan ganjaran orang yang melakukannya. Karena zakat dan nafkah dilipatkan gandakan pahalanya beberapa kali sesuai kadar keimanan, keikhlasan orang yang melakukannya, sesuai manfaat dari zakat itu sendiri serta ketepatan sasarannya.

      Zakat juga melapangkan dada, memberikan kebahagiaan, menyelamatkan hamba dari berbagai macam bencana dan penyakit.

  1. Memberikan pertolongan bagi orang-orang fakir miskin yang sangat memerlukan bantuan.

      Seperti firman Allah Swt dalam surah Al-Maidah ayat 2 : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

       Ada sebuah do’a yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang isinya: Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot wa tarkal munkaroot wa hubbal masaakiin … (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu sifat mencintai orang miskin). Dari do’a ini saja menunjukkan       keutamaan seorang muslim mencintai orang miskin. 

  1. Mendorong orang untuk bekerja keras agar mampu memberikan zakat pada orang yang membutuhkan, serta kepedulian orang kaya terhadap orang miskin.

      Dalam firman Allah SWT surah al-Hasyr ayat 7: “Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.“

  1. Merupakan perwujudan syukur atas harta yang dititipkan kepada seseorang.

      Allah subhanahu wata’ala memberikan nikmat kepada kita adalah untuk menguji apakah kita bersyukur atau tidak, jika kita bersyukur maka Allah akan melipatgandakannya, sebaliknya, jika kita mengkufurinya maka sesungguhnya siksaan pedih yang akan kita dapatkan.

      Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

      Di antara nikmat Allah yang terbesar adalah nikmat kesehatan dan kekayaan sebagai modal beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala.

  1. Menghilanghkan sifat kebakhilan atau kekikiran dengan perwujudan zakat.

      Sebagaimana hadits Rasulullah Saw : Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur dan fitnah hidup dan mati.” (HR. Muslim).

 

Wallahu a’lam

APA ITU FIDYAH?

By ahlulquran on February 18, 2023 in Artikel

Pengertian Fidyah

      Dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), fidyah berasal dari kata fadaa yang artinya mengganti atau menebus. Fidyah artinya, bagi beberapa orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria tertentu, diperbolehkan tidak berpuasa.

      Fidyah adalah wajib dilakukan untuk mengganti ibadah puasa dengan membayar sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk satu orang. Nantinya, makanan itu disumbangkan kepada orang miskin. Bagi orang yang sudah tua renta yang tidak mampu lagi berpuasa, serta orang sakit yang sakitnya tidak kunjung sembuh, maka wajib bagi mereka fidyah, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala;

      “Dan wajib bagi orang–orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah: 184).

      Ibnu ‘Abbas mengatakan, (Yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah untuk orang yang sudah sangat tua dan nenek tua, yang tidak mampu menjalankannya, maka hendaklah mereka memberi makan setiap hari kepada orang miskin.

Berapa Biaya Fidyah Jika Dikonversikan Dengan Uang?

      Berdasarkan SK Ketua Baznas Nomor 7 Tahun 2021 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, bayar fidyah ditetapkan bahwa nilai fidyah dalam bentuk uang sebesar Rp 45.000 per hari per jiwa.

      Apakah membayar fidyah boleh dengan uang? Menurut Mazhab Hanafi, fidyah boleh dibayar dengan uang atau dalam bentuk nominal. Alasannya adalah tujuan memberi makan fakir miskin adalah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tujuan ini dapat tercapai hanya dengan membayar uang yang sebanding dengan harga makanan.

Siapa Saja Yang Wajib Membayar Fidyah?

      Adapun kriteria orang yang bisa bayar fidyah di antaranya:

  • Orang tua renta yang tidak memungkinkannya untuk berpuasa
  • Orang sakit parah yang kecil kemungkinan sembuh
  • Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri atau bayinya atau atas rekomendasi dokter.
  • Orang yang meninggal dunia dan meninggalkan hutang puasa

      Terkait dengan hal ini, Mazhab Syafi’i menjelaskan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Orang yang meninggalkan puasa karena uzur dan tidak memiliki waktu untuk mengqadha puasa di lain hari, ahli warisnya tidak berkewajiban untuk mengqadha puasa maupun membayar fidyah bagi si mayit.
  2. Orang yang meninggalkan puasa tanpa uzur atau karena uzur sedang ia memiliki kesempatan untuk mengqadha puasa di lain hari. Ada dua pendapat terkait hal ini, yaitu sebagai berikut.
  • Pendapat para ulama klasik Imam Syafi’i menyatakan bahwa ahli warisnya berkewajiban membayar fidyah bagi si mayit sebesar satu mud makanan pokok sebanyak hari puasa yang ditinggalkan.
  • Pendapat para ulama baru Imam Syafi’i menyatakan bahwa ahli waris dibolehkan untuk memilih membayar fidyah atau berpuasa bagi si mayit.
  • Adapun biaya yang digunakan untuk membayar fidyah berasal dari harta peninggalan si mayit jika mencukupi. Namun, jika tidak, maka ahli warisnya disunnahkan untuk membayar fidyah atau berpuasa bagi si mayit.
  • Orang yang terlambat mengqadha puasa Ramadhan

      Orang yang terlambat mengqadha puasa Ramadhan hingga datang Ramadhan tahun-tahun berikutnya maka diwajibkan baginya mengqadha puasa dan membayar fidyah sebesar satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

 

Ketentuan Fidyah

  1. Ukuran fidyah adalah dilihat dari ‘urf (kebiasaan yang layak) di masyarakat setempat. Selama dianggap memberi makan kepada orang miskin, maka itu dikatakan sah.
  2. Satu hari tidak puasa berarti memberi makan satu orang miskin.
  3. Bisa diberikan berupa makanan mentah (ditambah lauk) atau makanan yang sudah matang.
  4. Tidak boleh mendahulukan fidyah sebelum Ramadhan.
  5. Waktu penunaian fidyah boleh setiap kali tidak puasa, fidyah ditunaikan, atau bisa pula diakhirkan di hari terakhir Ramadhan lalu ditunaikan semuanya.
  6. Untuk ketentuan cara membayar fidyah ibu hamil atau menyusui, bisa dilakukan dalam bentuk makanan pokok. Misalnya, melewatkan puasa 30 hari, maka ia harus menyediakan fidyah 30 takar beras di mana masing-masing 1,5 kg.
  7. Fidyah boleh dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin atau beberapa orang saja (misal 2 orang, berarti masing-masing dapat 15 takar).
  8. Pembayaran fidyah dapat dilakukan pada hari yang ditinggalkannya di bulan Ramadhan. Beberapa pendapat memperbolehkan untuk dibayarkan dalam satu waktu di akhir Ramadhan.

    Imam Nawawi berkata, “Barangsiapa masih memiliki utang puasa Ramadhan, ia belum sempat melunasinya lantas meninggal dunia, maka perlu dirinci. Jika ia menunda utang puasanya karena ada uzur lantas ia meninggal dunia sebelum memiliki kesempatan untuk melunasinya, maka ia tidak punya kewajiban apa-apa. Karena ini adalah kewajiban yang tidak ada kesempatan untuk melakukannya hingga meninggal dunia, maka kewajiban itu gugur sebagaimana dalam haji. Sedangkan jika uzurnya hilang dan masih memiliki kesempatan untuk melunasi namun tidak juga dilunasi hingga meninggal dunia, maka puasanya dilunasi dengan memberi makan kepada orang miskin, di mana satu hari tidak puasa memberi makan dengan satu mud.” (Al Majmu’, 6: 268).

Wallahu a’lam bishowab.

Sudahkah Anda membayar fidyah?

Keutamaan Bulan Rajab

By ahlulquran on February 11, 2023 in Artikel

      Rajab berasal dari kata tarjib yang artinya menghormat, demikian penjelasan Ibnu Katsir rahimahullan dalam tafsirnya. Dari namanya saja dapat diketahui bahwa Rajab adalah bulan yang layak dihormati dan dimuliakan.

Rajab Bulan Haram

      Rajab merupakan salah satu bulan dari empat bulan haram (arba’atun hurum). Oleh karena itu, Rajab menjadi salah satu bulan istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya.

      Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai keutamaan bulan haram ini:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah itu ada 12 bulan. Seluruhnya dalam ketetapan Allah di hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara (12 bulan) itu terdapat empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At Taubah : 36)

      Ketika menjelaskan tafsir Surat At Taubah ayat 36 ini, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa sanksi berbuat dosa di bulan-bulan haram jauh lebih berat dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain bulan suci Ramadhan. Sebaliknya, amal shalih di bulan-bulan haram pahalanya lebih besar dibandingkan di bulan lainnya, kecuali Ramadhan.“Sesungguhnya mengerjakan perbuatan zalim di bulan-bulan haram, maka dosa dan sanksinya jauh lebih besar dibandingkan melakukan perbuatan zalim di bulan-bulan lainnya,” kata Ibnu Abbas yang dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya.“Amal shalih di bulan haram pahalanya lebih besar, dan kezaliman di bulan ini dosanya juga lebih besar dibanding di bulan-bulan lainnya, kendati kezaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya.”

      Ketika menjelaskan ayat ini dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka menegaskan bahwa bulan Rajab adalah bulan yang dihormati.“Enam bulan selepas haji itu, yaitu pada bulan Rajab dijadikan lagi bulan yang dihormati, hentikan berperang, hilangkan dendam kesumat, supaya dapat pula mengerjakan umrah di bulan suci itu,” terang Buya Hamka. “ Sampai ke zaman kita sekarang ini buat seluruh Tanah Arab, dipandang bahwa bulan Rajab adalah bulan ziarah besar, mengerjakan umrah, dan penduduk Makkah sendiri mengadakan ziarah besar ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah.

Bulan yang Dekat dengan Ramadhan

      Rajab merupakan bulan yang dekat dengan Ramadhan. Antara Rajab dan Ramadhan hanya dipisahkan dengan Sya’ban. Masuknya bulan Rajab, oleh sebagian ulama dijadikan momentum untuk menyambut bulan Ramadhan dengan segenap persiapan terutama ruhiyah.

      Banyak ulama terdahulu yang mempersiapkan diri menyambut Ramadhan sejak bulan Rajab. Karenanya mereka berdoa:
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan”

      Doa itu juga tercantum dalam riwayat Al-Baihaqi dan Thabrani, tapi derajatnya dhaif menurut Syaikh Al Albani. Namun, ada juga doa sejenis dengan matan berbeda dalam riwayat Ahmad.
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)

      Jika sebuah hadits diketahui dhaif, tidak boleh diyakini sebagai sabda Rasulullah. Namun, boleh saja berdoa dengan doa dalam berbagai bahasa. Dan banyak ulama yang membaca doa tersebut. Sebagai permohonan kepada Allah agar diberkahi di bulan Rajab, Sya’ban dan dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Bulan Isra’ Mi’raj

      Banyak ulama yang menyakini bahwa isra’ mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab. Khususnya para ulama di Indonesia sehingga 27 Rajab ditetapkan sebagai hari libur isra’ mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

      Isra’ Mi’raj adalah perjalanan luar biasa yang dialami Rasulullah hanya semalam, bahkan kurang, dengan menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke Sidratul Muntaha.

      Melalui isra’ mi’raj, Rasulullah mendapatkan perintah shalat lima waktu. Jika perintah yang lain diturunkan kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril, khusus untuk shalat lima waktu ini, Rasulullah ‘dipanggil’ langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Lalu apa saja amalan para ulama di bulan Rajab?

Doa Menyambut Ramadhan

      Seperti telah dijelaskan di atas, banyak ulama yang mengamalkan doa memohon dipertemukan bulan Ramadhan. Doa ini dipanjatkan mulai Rajab hingga akhir Sya’ban.
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan” (HR. Baihaqi dan Thabrani)

      Derajat hadits tersebut dhaif menurut Syaikh Al Albani. Namun, ada juga doa sejenis dengan matan berbeda dalam riwayat Ahmad.  “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)

Amalan Umum di Bulan Rajab

      Amalan-amalan umum yang hukumnya sunnah tetaplah sunnah di bulan Rajab. Sehingga shalat sunnah mulai shalat sunnah rawatib, sholat tahajud, sholat witir, sholat dhuha dan lain-lain tetap sunnah di bulan Rajab. Demikian pula puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis, ayamul bidh maupun puasa Daud. Bahkan, amalan-amalan sunnah itu pahalanya lebih besar di bulan Rajab yang merupakan bulan haram.
“Amal shalih di bulan haram pahalanya lebih besar, dan kezaliman di bulan ini dosanya juga lebih besar dibanding di bulan-bulan lainnya, kendati kezaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya,” kata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu seperti dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Amalan Khusus di Bulan Rajab

      Ada pun amalan khusus di bulan Rajab, mulai dari mandi awal bulan rajab, puasa rajab, dan umrah rajab, tidak ada dalil yang kuat.

  1. Mandi Awal Bulan Rajab

Menjelang bulan Rajab, sering beredar pesan WhatsApp bahwa barangsiapa mandi keramas menyambut bulan Rajab dan berpuasa di dalamnya, maka hatinya tidak akan mati dan dibersihkan hatinya bagaikan bayi serta dapat mengangkat 70 orang yang berdosa di akhir zaman.

Mandi awal bulan Rajab ini tidak ada dalilnya sama sekali. Bahkan hadits dhaif sekalipun, tidak ada. Dan mengenai keutamaannya yang disebut bisa mengangkat 70 orang yang berdosa di akhir zaman, hal itu sangat aneh. Bagaimana jika setelah mandi awal rajab lalu ia meninggal, apakah ia akan bangkit kembali untuk mengangkat 70 orang yang berdosa di akhir zaman?

  1. Puasa Rajab

Seperti dijelaskan di atas, puasa sunnah (puasa Senin Kamis, ayyamul bidh, maupun puasa Daud) tetaplah sunnah di bulan Rajab. Bahkan pahalanya semakin banyak, seperti kata Ibnu Abbas. Namun, puasa khusus di bulan Rajab, tidak ada tuntunannya.

Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan, “tidak ada riwayat shahih yang bisa dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, baik bentuknya puasa sebulan penuh atau puasa di tanggal tertentu bulan Rajab atau shalat tahajjud di malam tertentu.” Wallahu a’lam bish shawab.

KEUTAMAAN MEMELIHARA ANAK YATIM

By azmi laznasaql on February 4, 2023 in Uncategorized

Anak yatim adalah anak yang sudah tidak memiliki ayah karena meninggal sebelum baligh. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits “Tidak lagi disebut yatim anak yang sudah bermimpi (baligh).” (HR. Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib). Keberadaan anak yatim sangat membutuhkan bantuan karena sudah tidak memiliki penyokong untuk menghidupi keluarganya. Terlebih lagi, kehilangan seorang ayah sangat berdampak bagi tumbuh kembang sang anak yang dewasa tanpa seorang imam. Oleh karena itu, menyantuni dan memelihara anak yatim menjadi sebuah amalan yang mulia dan memiliki banyak keutamaan.

Hukum Dasar Memelihara Anak Yatim

“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik,” (QS. Al-Baqarah: 220) Memelihara anak yatim bukanlah sebuah amalan wajib sebagaimana amalan-amalan dalam rukun islam. Akan tetapi, dalam beberapa sumber dikatakan bahwa memelihara anak yatim hukumnya fardhu kifayah. Fardhu kifayah adalah harus ada yang mewakili untuk melaksanakan kewajiban tersebut.

Mengapa demikian? Karena pada dasarnya seorang anak harus ada yang menghidupi dan membimbing yang mana hal tersebut bisa diberikan oleh seorang ayah. Namun karena ketiadaan seorang ayah, maka harus ada yang menggantikan peran tersebut. Itulah mengapa memelihara anak yatim hukumnya adalah fardhu kifayah.

Sebagaimana dalam fatwa lembaga fatwa kementrian waqaf dan urusan agama Qatar yang menyatakan bahwa memelihara anak yatim menjadi wajib dikala tidak ada sama sekali yang menyantuninya dan hal itu mengancam keselamatan si anak yatim.

Keutamaan Memelihara dan Menyantuni Anak Yatim

Menyantuni atau memelihara anak yatim memiliki beberapa keutamaan seperti yang dijelaskan dalam hadits sebagai berikut.

  1. Mendapat Predikat Abror (Saleh atau Taat Kepada Allah)

Keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim dan orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror.

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 5-6).

  • Memperoleh Pertolongan dari Allah SWT

Menolong anak-anak yatim dalam berbagai bentuk kepedulian nyata merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah.

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Al-Adab: 5557).

  • Meraih Peluang Menjadi Teman Rasulullah SAW di Surga

Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.

“Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Ath-Thalaq: 4892. Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1841. Sunan Abi Daud, Kitab Al-Adab:4483).

Hadits tersebut menyatakan bahwa siapapun yang menyantuni dan memelihara anak yatim akan menjadi dekat dengan Rasulullah SAW di surga nanti.

  • Menghindarkan dari Siksa Akhirat

Memelihara atau mengasuh anak yatim adalah kewajiban yang tegas-tegas Allah perintahkan melalui ayat-Nya dan sabda rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman: “Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR. Thabrani dari Abu Hurairah). (Imam Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Al-Ausath, VIII/346. Hadist no. 8828).

  • Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga

Kalaupun pemelihara anak yatim tidak dapat menjadi teman Rasulullah di surga karena mungkin tidak memenuhi persyaratan ideal, ia akan tetap dijamin masuk surga.

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).

  • Menggapai Keberuntungan dan Menjadi yang Terbaik

Keutamaan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat). Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: “Siapa saja yang menyeru kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Mas’ud).

Masih banyak hadits dan ayat suci Al-Qur’an yang menjelaskan keutamaan dari memelihara anak yatim. Namun, dari hadits-hadits di atas kita sudah dapat melihat bahwa amalan memelihara anak yatim begitu penting dan memiliki keutamaan yang sangat istimewa.

Semoga kita semua dapat menjadi orang yang dekat dengan Rasulullah SAW dan dijamin masuk surga dengan memelihara anak yatim. Wallahua’lam.