KEISTIMEWAAN SANG PENGHAFAL ALQURAN

By ahlulquran on August 3, 2021 in Artikel

KEISTIMEWAAN SANG PENGHAFAL ALQURAN

      Diriwayatkan dari Utsman bin Affan RA bahwa Nabi SAW bersabda, ”Sebaik-baik kamu ialah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya (kepada orang lain).” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Umamah RA bahwa Nabi SAW bersabda, ”Bacalah Alquran, karena dia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela (pemberi syafaat) bagi orang yang mempelajari dan menaatinya.” (HR Muslim)

Hafidz yang umumnya dipahami merupakan sebuah nama atau sebutan bagi seseorang yang mampu menghafal dan mengamalkan Al-Quran dari juz 1 sampai dengan juz 30. Namun  secara etimologi, kata ‘hafidz’ berasal dari bahasa Arab, berarti pelindung atau pengingat. Sebutan hafidz justru ditujukan kepada para ulama hadis. Mereka inilah yang layak menyandang gelar hafidz karena mampu mengingat 100.000 hadis, seperti Ibnu Hajar al-Asqalani. 

Jaminan Allah S.W.T kepada seseorang yang bergelar Hafidz/ penghafal Al-Quran luar biasa banyaknya, baik memiliki kemuliaan di dunia maupun di akhirat. Karena Allah sangat menyanjung orang – orang yang mampu menghafal dan mengamalkan kitab Kalamullah. Di dalam Al-Quran dan Hadits diketahui bahwa Allah menjajikan beberapa    hal bagi para Hafidz. Apa saja janji itu?

  1. Disejajarkan dengan Para Nabi

Rasulullah Saw., bersabda, “Barangsiapa yang membaca (menghafal) Al-Quran, maka sungguh dirinya telah menyamai derajat kenabian hanya saja tidak ada wahyu baginya (penghafal). Tidak pantas bagi penghafal Alquran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat firman Allah.” (HR. Hakim).

  1. Para Hafidz akan dianggap keluarga oleh Allah

Sebagai mana yang disampaikan pada Hadits:

“Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia…” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli Qu’ran (orang yang membaca atau menghafal Qur’an dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad).

  1. Hafidz Menjunjung tinggi Alquran sama dengan Menjunjung tinggi Allah

Rasulullah bersabda “Di antara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Alquran tidak diamalkan serta menghormati kepada penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud).

  1. Diangkat Derajat di Surga

Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadis, siapa saja yang menghafal Al-Quran akan diangkat derajatnya lebih tinggi di surga kelak. Allah akan menempatkan mereka di surga berdasarkan banyaknya hafalan yang dikuasai. Maka, semakin sempurna hafalan seseorang, semakin tinggi derajat yang akan ia dapatkan di surga nantinya.

  1. Orangtuanya dimuliakan

Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda:”Barangsiapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya kelak di hari kiamat dikenakan mahkota dari cahaya yang sinar kemilaunya seperti cahaya matahari. Dan bagi kedua orang tuanya masing-masing dikenakan untuknya dua pakaian kebesaran yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Maka Kedua orang tuanya bertanya: ’Mengapa kami diberi pakian kemuliaan seperti ini?’ Dijawab: ’Karena anak kalian berdua belajar dan menghafal Al Qur’an.’ (Mustadrak Al Hakim 1/568. Dihasankan Al Albani dlm As Shahihah no.2914).

Raih Keberkahan dengan Menjadi Orang Tua Asuh Santri Yatim Dhuafa Penghafal Al-Qur'an bersama Laznas AQL dalam program orang tua asuh

MENGENAL NAMA LAIN DARI ALQURAN

By ahlulquran on August 3, 2021 in Artikel

MENGENAL NAMA LAIN DARI ALQURAN

al-quran

Al-Quran yang kita ketahui adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah Subhanahuwata’ala yang wajib dibaca, dipelajari dan dipahami serta memiliki fungsi sebagai petunjuk atau pedoman hidup. Al-Quran merupakan mukjizat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam yang diberikan melalui perantara malaikat Jibril dan diturunkan secara berangsur-angsur.

Mengenalkan Al-Quran pada anak sejak dini menjadi hal yang wajib dilakukan oleh orangtua agar anak tumbuh dan berkembang memiliki pondasi yang kuat dalam beragama.

Tapi tahu kah kamu bahwasanya Al-Quran memiliki nama lain selain yang kita kenal sekarang ini? Yuk mari kita simak rangkuman berikut tentang nama lain dari Al-Quran agar memudahkan kita untuk mengajarkannya pada anak. 

  1. Al-Kitab (Kitab Yang Tertulis)

Hal ini terdapat dalam Quran surat Al Baqarah ayat 2 yang berbunyi;

Żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn

Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”

  1. Al-Huda (Petunjuk)
  • Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi;

Syahru ramadanallazi unzila fihil-qur’anu hudal lin-nasi wa bayyinatim minal-huda wal-furqan, fa man syahida mingkumusy-syahra falyasum-h, wa mang kana meridian au’ala safarin fa ‘iddatum min ayyamin ukhar, yuridullahu bikumul-yusra wa la yuridu bikumul-usra wa litukmilul-’iddata wa litukbbirullaha ‘ala ma hadakum wa la’allakum tasykurun.

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (Qs. Al-Baqarah: 185)

 

  • Al-Fusillat ayat 44 yang berbunyi,

Wa law ja’alnaahu Qur-aanan A’jamiyyal laqooluu law laa fussilat Aayaatuhuu ‘a A’jamiyyunw wa ‘Arabiyy; qul huwa lillaziina aamanuu hudanw wa shifaaa’unw wallaziina la yu’minuuna fiii aazaanihim waqrunw wa huwa ‘alaihim ‘amaa; ulaaa’ika yunaadawna mim maa. 

Artinya: “Dan sekiranya Al-Qur’an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut (Al-Qur’an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul), orang Arab? Katakanlah, “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur’an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”” (QS. Al-Fusillat ayat 44)

  1. Al-Furqan (Pembeda)

Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Furqan ayat 1 yang berbunyi, 

Tabārakallażī nazzalal-furqāna ‘alā ‘abdihī liyakụna lil-‘ālamīna nażīrā

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” (QS. Al-Furqan: 1)

  1. Ar-Rahmah (Rahmat)

Alquran akan melahirkan hikmah, rahmat, dan juga iman bagi manusia yang senantiasa berpegang teguh pada Alquran. 

Wa nunazzilu minal-qur`āni mā huwa syifā`uw wa raḥmatul lil-mu`minīna wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS, Al-Isra: 82)

  1. Ar-Ruh (Roh)

Dalam hal ini Alquran dinilai sebagai roh untuk menghidupkan hati yang telah mati sehingga dapat lebih dekat dengan Sang Pencipta. 

Wa każālika auḥainā ilaika rụḥam min amrinā, mā kunta tadrī mal-kitābu wa lal-īmānu wa lākin ja’alnāhu nụran nahdī bihī man nasyā`u min ‘ibādinā, wa innaka latahdī ilā ṣirāṭim mustaqīm

Artinya: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syu’araa: 52)

  1. Asy-Syifa (Obat)

Sebagai penyembuh dan penawar beberapa penyakit pada umat manusia, seperti sombong, ragu, bahkan syirik. 

 yā ayyuhan-nāsu qad jā`atkum mau’iẓatum mir rabbikum wa syifā`ul limā fiṣ-ṣudụri wa hudaw wa raḥmatul lil-mu`minīn

Artinya: “wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (al-qur’an) dari tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

  1. Al-Haq (Kebenaran)

Segala yang tergantung dalam Alquran merpakan kebenaran, baik itu tentang kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat. 

Al-ḥaqqu mir rabbika fa lā takụnanna minal-mumtarīn

Artinya: Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (QS. Al-Baqarah: 147)

  1. Al-Mauizhah dan Al-Bayan (Nasehat dan Penerangan)

Al-Muizhah artinya nasihat dan AL-Bayyan artinya penerangan. Kedua kata tersebut menjelaskan bahwa Alquran memberikan nasehat dan penerangan untuk umat manusia perihal mana yang baik dan buruk. Dalam QS. Al Baqarah ayat 138 Allah berfirman;

Haazaa bayaanul linnaasi wa hudanw wa maw’izatul lilmuttaqiin

Artinya: “Inilah (Al-Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah ayat 138)

  1. Adz-Dzikru (Pemberi Peringatan)

Al-Quran sebagai Adz-Dzikru bersifat memberikan peringatan kepada umat manusia yang sering hilaf dan lupa. 

Innā naḥnu nazzalnaż-żikra wa innā lahụ laḥāfiẓụn

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)

  1. An-Nuur (Cahaya)

Yā ahlal-kitābi qad jā`akum rasụlunā yubayyinu lakum kaṡīram mimmā kuntum tukhfụna minal-kitābi wa ya’fụ ‘ang kaṡīr, qad jā`akum minallāhi nụruw wa kitābum mubīn.

Artinya: “Wahai ahli kitab! Sungguh, rasul kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menjelaskan.” (QS. Al-Maidah: 15)

  1. Al-Burhan (Bukti Kebenaran)

Seluruh isi di dalam Alquran mengandung arti yang sebenarnya dan sudah dibuktikan akan kebenaran isi yang ada di dalamnya. Sering sekali kita melihat fenomena yang terjadi di muka bumi ini sesuai dengan yang terkandung dalam Alquran. Hal tersebut menandakan bahwa Alquran merupakan bukti suatu kebenaran. 

 Yā ayyuhan-nāsu qad jā`akum bur-hānum mir rabbikum wa anzalnā ilaikum nụram mubīnā

Artinya: Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an). (QS. An-Nisa: 174)

  1. Al- Busyra (Berita Gembira)

Wa yauma nab’aṡu fī kulli ummatin syahīdan ‘alaihim min anfusihim wa ji`nā bika syahīdan ‘alā hā`ulā`, wa nazzalnā ‘alaikal-kitāba tibyānal likulli syai`iw wa hudaw wa raḥmataw wa busyrā lil-muslimīn

Artinya: “dan (ingatlah) pada hari (ketika) kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan kami turunkan kitab (Al-qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).” (QS. An-Nahl: 89)