C. Perhatian Islam Terhadap Penganggulangan Kemiskinan

By ahlulquran on January 12, 2021 in Uncategorized

Perhatian islam terhadap penanggulangan kemiskinan dan fakir miskin tidak dapat diperbandingkan dengan Agama Samawi dan aturan ciptaan manusia mana pun, baik dari segi pengarahan maupun dari segi pengaturan dan penerapan

Al-Qur’an berbicara tentang kemiskinan jauh berabad-abad silam sebagai bagian dari misi revolusi masyarakat Arab yang terjebak dalam jurang ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin. Kemiskinan dianggap sebagai petaka, sehingga bagi mereka yang berada dalam garis kemiskinan hanya dijadikan sebagai masyarakat yang marginal dan pantas dijadikan sebagai ‘budak’ belaka. Bahkan di antara mereka ada yang rela mengubur buah hatinya karena takut menjadi miskin.

Banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang penanggulangan kemiskinan, diantaranya :

  1. Memberi makan orang miskin adalah realisasi iman

Hal ini terdapat dalam QS Al-Muddatsir (74): 42-44 bahwa:

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ, قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ, وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ

42. “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”

43. Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat,

44. dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin,

Ayat ini menjelaskan bahwa salah satu penyebab orang masuk neraka adalah karena mereka enggan memberi makan orang miskin.

Memberi makan orang miskin meliputi juga memberi pakaian, perumahan, dan kebutuhan-kebutuhan pokoknya.

  • Orang yang tidak memberi makan orang miskin akan mendapatkan laknat Allah Swt

Hal ini terdapat dalam QS Al-Qalam (68): 19-24 bahwa:

فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ, فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ, فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ, أَنِ اغْدُوا عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ, فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ, أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ

19. Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.

20. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,

21. lalu pada pagi hari mereka saling memanggil.

22. “Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.”

23. Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik.

24. “Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu.”

Dalam ayat ini Allah menceritakan kasus pemilik-pemilik “kebun” yang menunggu malam datang untuk memetik hasil kebun mereka supaya orang-orang miskin, yang sering bertindas diluar batas pada saat panen, tidak memperoleh apa-apa, mereka akhirnya ditimpa laknat Allah.

  • Dorongan agar orang-orang miskin diperhatikan

Hal ini terdapat dalam QS Al-Fajr (89): 17-18 bahwa :

كَلَّا ۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ ٱلْيَتِيمَ, وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

17. Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,

18. Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin

Ayat-ayat diatas tidak hanya mengimbau agar orang-orang miskin diperhatikan dan diberi makan, dan Allah mengancam bila membiarkan terlunta-lunta, tetapi lebih dari itu, Allah memnjatuhkan hukuman kafir bagi orang orang yang tidak mengerjakan kewajiban itu serta pantas mereka menerima hukuman Allah di Akhirat.

  • Pada harta orang kaya terdapat hak orang miskin

Hal ini terdapat dalam QS Al-Israa’ (17): 26 bahwa :

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

26. Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Dan berbuat baiklah kepada orang-orang yang masih terkait hubungan kekerabatan denganmu, dan berilah ia haknya dalam bentuk kebaikan dan bakti dan berilah orang miskin yang tidak memiliki sesuatu yang mencukupinya dan menutupi kebutuhannya, musafir yang terasing dari keluarga dan kehabisan bekal harta. Dan janganlah engkau belanjakan hartamu dalam urusan selain ketaatan kepada Allah atau secara berlebihan dan boros.

Umat Islam mempunyai kewajiban untuk mengangkat harkat dan martabatnya kaum fakir miskin. Hal ini banyak peringatan yang disebutkan dalam Ayat Al-Qur’an Surat Al-Ma’un Ayat 1–3 yang artinya: “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.” Kefakiran lebih mendekati pada kekufuran, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah”

Maka dari itu yuk sama-sama kita membantu saudara kita yang sangat membutuhkan aluran tangan dari para orang-orang yang dermawan. Dan in syaa Allah hal ini merupakan media penolong kita di akhirat kelak.

#berkahzakat #laznasaql

Cara Mengentaskan Kemiskinan Dan Menyejahterakan Umat Menurut Islam

By ahlulquran on January 7, 2021 in Uncategorized

Islam adalah agama yang sempurna. Islam mengatur seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia. Islam juga menjelaskan serta memberikan solusi terhadap seluruh problematika kehidupan, baik dalam masalah akidah-akhlak, muamalah, rumah tangga, kepemimpinan, hingga mengentaskan masalah kemiskinan. Pembahasan kali ini adalah Cara Mengentaskan Kemiskinan Dan Menyejahterakan Umat Menurut Islam.

Islam berusaha mengatasi kemiskinan dan mencari jalan keluarnya serta mengawasi kemungkinan dampaknya. Tujuannya, untuk menyelamatkan ’akidah, akhlak, dan amal perbuatan, dan melindungi kestabilan dan ketentraman masyarakat, di samping untuk mewujudkan jiwa persaudaraan antara sesama kaum Muslimin. Karena itu, Islam menganjurkan agar setiap individu memperoleh taraf hidup yang layak di masyarakat.

Konsep islam dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan umat, yaitu:

  1. Bekerja

Setiap orang muslim dituntut bekerja, baik sebagai pekerja maupun sebagai wirausaha. Bahkan mereka juga diperintahkan agar berkelana di muka bumi ini serta makan dari rezeki yang telah Allah berikan. Allah berfirman dalam Surah Al-Mulk Ayat 15 :

”Dia-lah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

Adapun perintah bekerja terdapat juga dalam Hadits Nabi Saw. Di antaranya :

  1. Rasulullah Saw. Bersabda ketika memotivasi pedagang : ”Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama Para Nabi, Para Shidqin (orang-orang jujur), dan Syuhada (orang-orang yang mati syahid)” (HR. Tirmidzi dan Hakim)
  2. Rasulullah Saw. Bersabda : “Barang siapa yang tidur karena lelah mencari rezeki yang halal, maka ia tidur mendapat ampunan Allah” (HR. Ibnu Asakir).

Maka dari itu, setiap anggota masyarakat Islam harus bertanggung jawab serta selalu berusaha dalam mengatasi segala rintangan agar terwujud kesejahteraan hidup baik secara individual maupun untuk masyarakat.

#berkahzakat #laznasaql

KONSEP ISLAM TENTANG PENGENTASAN KEMISKINAN DAN MENYEJAHTERAKAN UMAT

By ahlulquran on January 5, 2021 in Uncategorized

  1. Pandangan islam tentang kemiskinan

Islam memandang kemiskinan itu bahaya yang sangat mengkhawatirkan bagi pribadi dan masyarakat, akidah dan keimanan, akhlak dan prilaku, pemikiran dan budaya, serta keluarga dan juga bangsa.

Penulis akan menjelaskan bahaya kemiskinan tersebut sebagai berikut :

  • Kemiskinan berbahaya bagi aqidah

Dalam Sebuah Hadits Rasulullah Saw Bersabda : “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kefakiran, sedikit rezeki dan hinaan. Aku juga berlindung kepada Engkau dari didzalimi orang atau mendzalimi orang” ( HR. abu Dawud, An-Nasa’I, Ibnu majah, dan Hakim dari Abu Hurairah. Hadits ini ditunjukkan dalam Al-Jami’ Al-Shagir dengan tanda Hasan ).

  • Kemiskinan berbahaya bagi pikiran

Sesuai dengan Hadits Nabi Saw yang melarang seorang hakim memeriksa dan memutus perkara bila ia dalam keadaan marah. Rasulullah Saw bersabda : “Janganlah seorang hakim memutus hukum ketika marah”

  • Kemiskinan berbahaya bagi keluarga

Banyak kasus perceraian yang disebabkan oleh kemiskinan. Bahkan, ada orang tua yang tega membunuh anaknya dengan alas an kemiskinan (khawatir tidak mampu memberikan nafkah kepadanya). Hal ini dijelaskan dalam Q.S Al-Israa’ (17):31

Dan Rasulullah Saw. Pun bersabda : “Dari Abdullah, ia berkata : ’Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. : ‘Dosa apakah yang paling besar menurut Allah?’ Beliau menjawab, ‘Kamu menjadikan tandingan bagi Allah (syirik), sedang DIA telah menciptakanmu.’ Aku katakan kepada beliau, bahwa yang demikian itu benar-benar dosa besar. Aku bertanya lagi: ‘setelah itu dosa apalagi? ‘ Beliau menjawab, ‘setelah itu kamu membunuh anakmu karena takut makan bersamamu’” (HR. Bukhari-Muslim).

  • Kemiskinan berbahaya bagi ketentraman masyarakat

Sesuai dengan Hadits Rasulullah Saw. Riwayat Abu Dzar : “Aku kagum dengan orang yang tidak mempunyai makanan pokok dirumahnya, mengapa ia tidak mendatangi orang-orang sambil melesatkan pedangnya.”

Berdasarkan hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa kemiskinan menyebabkan seseorang berbuat tindak pidana perampokan, pembegalan, pencurian, dan lain tersebut.

#berkahzakat #laznasaql

Zakat itu Wajib

By ahlulquran on May 13, 2020 in Artikel


Oleh Allah, manusia hanya dikaruniakan waktu yang sangat terbatas. Sehingga mau tidak mau, setiap manusia di tuntut harus cerdas dalam mengelola waktu yang dimilikinya tersebut. Hal ini juga berlaku dalam menjalankan berbagai ibadah yang telah Allah perintahkan. Sebelum mengerjakan berbagai ibadah yang hukum nya sunnah, maka terlebih dahulu ia harus memprioritaskan untuk mengerjakan ibadah yang sifatnya wajib.

Ada banyak ibadah wajib yang Allah perintahkan di dalam Alquran, salah satunya yaitu zakat. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa zakat itu wajib hukumnya. Ayat-ayat Alquran yang turun di Madinah sudah meyebutkan hal tersebut dalam bentuk perintah yang tegas dengan disertai instruksi pelaksanaannya yang begitu gamblang dan juga jelas.

Di dalam Alquran surat Al-Baqarah saja misalnya, terdapat sebuah pernyataan seperti ini: Dirikanlah oleh kalian shalat dan bayarlah zakat. Pernyataan yang makna nya sama dengan hal tersebut juga terdapat dalam beberapa ayat lainnya dengan berbagai bentuk ungkapan. Namun pada intinya semua ayat tersbut menegaskan pada hal yang sama, bahwa zakat itu wajib hukumnya bagi mereka yang beragama islam.

Surat dalam Alquran yang Memberikan Perhatian lebih Terhadap Perintah Berzakat

Salah satu surat dalam Alquran yang menumpahkan perhatian besar terhadap zakat adalah surat At-Taubah. Surat yang satu ini merupakan surat yang terakhir turun kepada Nabi Muhammad shalalhu ‘alai wasalam.

Di dalam ayat-ayat permulaan surat ini, Allah memerintahkan agar membunuh orang-orang musyrik yang melanggar perjanjian damai yang telah disepakati sebelumnya. Bukan tanpa alasan, sebab mereka pada dasar nya sudah diberi keleluasaan untuk bergerak. Selain itu, mereka juga sudah dipersilakan untuk bebas memilih apa yang mereka nilai baik selama masa damai empat bulan lamanya itu. Allah berfirman:

فَإِذَا ٱنسَلَخَ ٱلۡأَشۡهُرُ ٱلۡحُرُمُ فَٱقۡتُلُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ حَيۡثُ وَجَدتُّمُوهُمۡ وَخُذُوهُمۡ وَٱحۡصُرُوهُمۡ وَٱقۡعُدُواْ لَهُمۡ كُلَّ مَرۡصَدٍ فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمۡ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.” (at-Taubah:5)

Jika melihat arti dari ayat tersebut, maka setidaknya ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar orang-orang musyrik itu tidak di bunuh dan bisa di beri kebebasan.

1.     Taubat dari Syirik

Taubat dari syirik ini harus dibuktian dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Bukan tanpa alasan, sebab pada dua kalimat syahadat ini terdapat bentuk peng-Esaan terhadap Allah dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak di sembah dan diibadahi selain Allah.

2.     Mendirikan Shalat Wajib

Ada beberapa alasan kenapa harus mendirikan shalat. Pertama, karena sholat ini merupakan salah satu rukun islam yang harus dikerjakan setiap harinya. Artinya mengerjakannya merupakan bentuk realisasi keimanan dari seorang hamba yang taat pada perintah Tuhannya.

Kedua, sholat juga merupakan kriteria pembeda antara seorang muslim dan orang-orang kafir. Dan yang ketiga, sholat merupakan rantai penghubung religius-spiritual-sosial antara sesama umat islam.

3.     Membayar Zakat

Nah salah satu hal lainnya yang ditekankan dalam surat Almaidah ayat 5 tersebut adalah terkait membayar zakat. Membayar zakat ini sebenarnya hanya diperintahkan bagi mereka yang memiliki kekayaan.

Tujuannya tidak lain dan tidak bukan agar bisa membantu orang-orang yang membutuhkan serta agar tidak terjadi kesenjangan sosial sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. Zakat juga merupakan rantai penghubung antara material-sosial-politik dalam masyarakat islam.

BERBAGI PAKET SEMBAKO UNTUK Guru ngaji & Anak Yatim Tterdampak COVID-19

By ahlulquran on April 27, 2020 in Uncategorized

Berbagi Paket Sembako untuk masyarakat Terdampak COVID-19

Alhamdulillah Laznas AQL telah menyalurkan paket sembako kepada anak-anak yatim dan guru ngaji di rumah tahfidz apung dan nelayan.

Mari terus menebarkan kebaikan kepada sesama yang membutuhkan.

Layanan Donasi Terbaik
🏧 Transfer Bank Syariah Mandiri 7777 28000 1 an Yayasan Pusat Peradaban Islam atau melalui link https://bit.ly/BerbagiSembakoCovid19

👥 Ajak keluarga, teman dan sahabatmu untuk terus berbagi

➖➖➖➖➖➖➖➖
📲 Konfirmasi Donasi: wa.me/6281291639497

Follow Us:
IG | FB | TWT | YT: @laznasaql
www.laznasaql.org

Berbagi Paket Sembako untuk Ojek Online terdampak COVID-19

By ahlulquran on April 26, 2020 in Uncategorized

Alhamdulillah Laznas AQL bersama AQL Peduli, telah menyalurkan 50 paket sembako kepada para pengemudi ojek online.

Mari terus menebarkan kebaikan kepada sesama yang membutuhkan.

Layanan Donasi Terbaik
🏧 Transfer Bank Syariah Mandiri 7777 28000 1 an Yayasan Pusat Peradaban Islam atau melalui link 
.
👥 Ajak keluarga, teman dan sahabatmu untuk terus berbagi
.
➖➖➖➖➖➖➖➖
📲 Konfirmasi Donasi wa.me/6281291639497
.
Follow Us:
IG | FB | TWT | YT: @laznasaql
www.laznasaql.org
.
#ZakatBisaDariRumah#InfaqBisaDariRumah#15HariKhatamQuran
#NoLockdownForZikr#NoDistanceFromAllah#LaznasAQL#AQLIslamicCenter

Berbagi Sembako untuk Jurnalis Muslim terdampak Covid 19

By ahlulquran on April 26, 2020 in Uncategorized

Satu persatu para jurnalis muslim sudah menerima tali kasih dari program “Berbagi Paket Sembako” yg disiapkan oleh AQL LAZNAS dan AQL Peduli

Bahagia mereka bahagia kita,
Semoga juga keberkahan Allah curahkan untuk keluarga Anda, para Muhsinin yg turut mendukung program ini.

Mari ikut berbagi dalam program ini, agar lebih banyak lagi saudara-saudara terdampak pandemi covid-19 yg bisa kita bantu.

Yuk, bantu sesama yang membutuhkan. Meski hanya #dirumahaja kamu tetap bisa menolong mereka

🏧 Transfer Bank Syariah Mandiri 7777 28000 1 an Yayasan Pusat Peradaban Islam

Ajak keluarga, teman dan sahabatmu untuk terus berbagi

➖➖➖➖➖➖➖➖
📲 Sapa Kami: +6281291639497

Follow Us:
IG | FB | TWT | YT: @laznasaql
www.laznasaql.org

#stayhome#dirumahaja#covid19#socialdistancing#ZakatBisaDariRumah#InfaqBisaDariRumah#15HariKhatamQuran
#NoLockdownForZikr#NoDistanceFromAllah
#LaznasAQL#AQLIslamicCenter

Berbagi Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

By ahlulquran on April 26, 2020 in Uncategorized

Alhamdulillah, Laznas AQL bersinergi dengan DKM Nurul Iman, Pondok Bambu telah menyalurkan amanah sebanyak 300 paket berisikan sembako. Paket ini dibagikan untuk mereka keluarga dhuafa yang terdampak pandemi. Kami usahakan semaksimal mungkin agar #socialdistancing tetap bisa terlaksana, sehingga moment #berbagikebahagiaan ini kami salurkan dengan menyambangi rumah masing-masing warga.

Kita semua bisa bersinergi untuk #melawancorona dengan kebaikan yang mendatangkan kebahagiaan untuk mereka yang terdampak pada kondisi pandemi yang terus berlanjut.

Tetap #dirumahaja untuk membantu mereka yang membutuhkan.

🏧 Bank Syariah Mandiri 7777 28000 1 an Yayasan Pusat Peradaban Islam (Kode Bank 451)

📲 Konfirmasi Donasi: 6281291639497
.
Follow Us:
IG | FB | TWT | YT: @laznasaql
www.laznasaql.org
.
#stayhome#dirumahaja#covid19#socialdistancing#ZakatBisaDariRumah#InfaqBisaDariRumah#15HariKhatamQuran
#NoLockdownForZikr#NoDistanceFromAllah#LaznasAQL#AQLIslamicCenter

YANG BERTAMBAH DAN BERTUMBUH

By ahlulquran on April 25, 2020 in Uncategorized

Ada yang bertambah tapi bukan umur. Ada juga yang bertumbuh tetapi bukan perasaan. Bertambah dan bertumbuh ini memang selalu identik dengan kebaikan. Tetapi ternyata ada satu kebaikan yang sangat identik sesuatu yang bertambah dan bertumbuh. Baik dilihat dari asal katanya ataupun berdasarkan ayat-ayat Alquran yang menjelaskannya, kebaikan ini adalah bernama zakat.

Lalu kenapa zakat ini bisa dikatakan sebagai sesuatu yang bertambah dan bertumbuh? Dibawah ini akan disajikan mengnai alasan tersebut dan juga beberapa ayat Alquran yang mendukungnya.

Pengertian Zakat Menurut Bahasa dan Istilah

Definisi zakat bisa ditinjau secara bahasa atau berdasarkan asal katanya. Bisa juga dilihat berdasarkan istilah fikih. Terdapat sedikit perbedaan antara keduanya namun tetap memiliki korelasi yang saling melengkapi. Untuk lebih memahami perbedaan definisi menurut keduanya, mari simak penjelasnnya di bawah ini.

1.     Zakat Menurut Bahasa

                Ditinjau dari segi bahasa, kata zakat merupakan kata dasar (masdar) dari kata zaka yang berarti berkah, tumbuh, bersih dan baik. Jika kata zaka ini disandingkan dengan sesuatu, maka sesuatu itu bermakna tumbuh dan berkembang. Sementara apabila ditujukan pada seseorang, maka orang yang dimaksud berarti orang baik. Sementara itu, Lisan al-Arab mengartikan zakat ini sebagai sesuatu yang suci, tumbuh, berkah, dan terpuji.

Namun dari semua makna tersebut yang paling kuat dan mewakili semuanya menurut Wahidi dan lain-lain yaitu bertambah dan bertumbuh. Dengan demikian, maka dapat simpulkan bahwa tanaman itu dikatakan zaka apabila tumbuh. Sedangkan setiap sesuatu yang bertambah pun dapat dimaknai sebagai zaka. Apabila suatu tanaman tumbuh tanpa cacat, maka kata zakat disini memiliki arti bersih.

2.     Zakat Menurut Istilah

Selain dari makna bahasa, kata zakat juga bisa dilihat dari segi istilah. Berdasarkan istilah fikih, zakat memiliki arti “sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak”. Hal ini mengandung arti bahwa harta yang dimiliki seseorang itu bukan sepenuhnya milik dia, melainkan ada hak mereka yang membutuhkan. Hal inilah yang kemudian dinamakan zakat.

Sementara itu, Ibnu Taimiahh mengatkan bahwa, “Jiwa orang yang berzakat itu menjadi bersih dan kekayaannya akan bersih pula: bersih dan bertambah maknanya”. Arti tumbuh dan suci ini tidak hanya dipakaikan untuk kekayaan saja. Tetapi lebih dari itu, sebab makna kedua hal ini juga berlaku untuk jiwa orang yang menzakatkannya. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Pungutlah zakat dari kekayaan mereka, engkau bersihkan dan sucikan mereka dengannya” (Quran. At-Taubah: 103)

                Hal tersebut juga senada dengan apa yang dikatkan Azhari bahwa zakat juga bisa menciptakan pertumbuhan untuk orang-orang miskin. Maksudnya yaitu orang-orang miskin akan sangat terbantu dengan harta yang dikeluarkan oleh orang-orang kaya sehingga gap atau kesenjangan sosial pun jaraknya bisa semakin menipis. Tidak hanya menciptakan pertumbuhan material dan spiritual bagi orang miskin saja saja, tetapi zakat juga merupakan cambuk ampuh yang dapat mengembangkan jiwa kedermawanan orang-orang kaya.

 Ayat-ayat al-Quran Tentang Zakat

“Zakat adalah kata Arab yang dikenal sebelum islam dan lebih banyak dipakai dalam syair-syair daripada diterangkan”, Begitulah Nawawi mengutip dari pengarang al-Hawi. Namun semenjak Islam datang, kata zakat ini ternyata menjadi popular dan sebutkan beberapa kali di dalam Alquran. Berikut ini adalah beberapa ayat dalam Alquran yang membahas tentang zakat.

1.     Alquran Surat Ar-Rum

                Di dalam Aluran surat ar-Rum, Allah SWT memerintahkan agar kerabat, orang miskin, dan orang yang terlantar di perjalanan itu diberikan haknya. Kemudian pada surat ini juga Allah membandingkan antara harta riba dan zakat.

Allah menyebutkan bahwa riba secara kasat mata memang tampak seakan-akan menambah kekayaan, tetapi pada dasarnya malah menguranginya. Berbeda dengan zakat yang pada lahirnya terlihat seperti mengurangi kekayaan, namun sebenarnya justru mengembangkan kekayaan para pemiliknya. Allah berfirman:

فَـَٔاتِ ذَا ٱلۡقُرۡبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلۡمِسۡكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ ذَٰلِكَ خَيۡرٌ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ

وَجۡهَ ٱللَّهِ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ


وَمَآ ءَاتَيۡتُم مِّن رِّبًا لِّيَرۡبُوَاْ فِىٓ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرۡبُواْ عِندَ ٱللَّهِ وَمَآ ءَاتَيۡتُم مِّن زَكَوٰةٍ تُرِيدُونَ وَجۡهَ ٱللَّهِ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُضۡعِفُونَ

“Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (Quran 30 : 38-39).

Hal ini semakin menjelaskan bahwa pada dasarnya dengan mengeluarkan zakat lah kekayaan itu dapat bertambah dan bertumbuh. Maka tidak ada pilihan lain bagi seseorang yang menyangi harta kekayaannya dan ingin terus dikembangkan, mengeluarkan zakat merupakan salah satu solusinya.

2.     Alquran Surat an-Naml

Dalam Quran surat an-Naml juga Allah menerangkan tentang siapa yang dimaksud orang yang beriman dan mengambil Alquran sebagai petunjuk. Allah berfirman:

طسٓ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡقُرۡءَانِ وَكِتَابٍ مُّبِينٍ ,هُدًى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ,  ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلۡءَاخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ

“Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat” (Quran 27: 1-3)

Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa membayar zakat itu erat kaitannya dengan mendirikan shalat. Dan salah satu ciri atau kriteria orang beriman sebagaimana dijelaskan pada ayat di atas adalah mereka yang menunaikan zakat. Tidak diragukan lagi, bahwa zakat yang dimaksud dalam ayat ini adalah zakat kekayaan.

3.     Alquran Surah Luqman

Ayat lainnya dalam Alquran yang menjelaskan tentang zakat terdapat pada permulaan surah Luqman. Dalam surah ini Allah berfirman:

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلۡءَاخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ

“(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.” (Quran 31: 4)

Ayat ini merupakan bentuk penegasan dari apa yang sudah disampaikan pada surah an-Naml ayat 1-3. Untuk lebih menjelaskan dari makna ayat ini juga bisa dilihat pada Aluran Surah Al-Mu’minun. Disana Allah menerangkan tentang sifat-sifat orang-orang Mu’min yang berhak memperoleh surga Firdaus. Slah satu kriteria yang Allah sebutkan adalah: orang-orang yang giat menunaikan zakat.

4.     Alquran Surat Fushilat

Surat terakhir dalam Alquran yang membahas tentang zakat adalah surat Fushilat. Dalam surat ini Allah mengancam orang-orang musyrik yang tidak mau membayar zakat dan mengingkari hari kemudian (akhirat). Allah berfirman:

وَوَيۡلٌ لِّلۡمُشۡرِكِينَ ‘ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلۡءَاخِرَةِ هُمۡ كَٰفِرُونَ

“Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.” (Quran 41:6-7)

Dari ayat ini dapat diketahui bahwa orang-orang mukmin yang baik dan taat itu di samping meyakini adanya hari akhirat mereka pun akan membayar zakat. Sementara itu orang-orang yang mempersekutukan Allah maka ia akan mengingkari hari akhir dan tidak akan membayar zakat. Artinya ada hubungan yang erat antara tauhid dengan zakat.

Dapat dipahami juga bahwa jika seseorang mengaku sebagai mukmin maka sudah seharusnya ia tidak berat dalam mengeluarkan hartanya untuk berzakat. Justru patut dipertanyakan keimanannya ketika ada seseorang yang mengaku beriman tetapi tidak mau melaksanakan perintah Allah yang satu ini. Padahal sudah sangat jelas bahwa pada prinsipnya zakat itu membuat harta menjadi bertambah dan bertumbuh.

Dalam surat Fushilat ayat 6-7 ini juga dengan tegas Allah menyebutkan bahwa akan menimpa kecelakaan yang besar bagi mereka yang tidak mau menunaikan sebagian hartanya untuk berzakat. Ayat ini seolah memberikan pesan kepada kita semua bahwa jika kita ingin selamat dari sebuah kecelakaan yang besar hendaklah membayar zakat.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa membayar zakat itu akan membuat harta seorang muslim menjadi bertambah dan bertumbuh. Bukan nominalnya yang bertambah dan bertumbuh, tapi ada yang jauh lebih penting dari itu. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa ayat dalam Alquran, bahwa zakat itu pada prinsipnya akan melipatgandakan pahala di sisi Allah.

Jadi bagi siapa saja yang mengharapkan pahala yang besar, jangan sungkan untuk menyisihkan sebagian hartanya di jalan Allah. Mari kita bersihkan harta yang kita miliki dengan cara membayar zakat. Bagaimana pun juga, ada hak mereka yang membutuhkan diantara harta yang Allah titipkan pada kita.

Rezeki yang tak terbatas

By ahlulquran on October 31, 2019 in Uncategorized

Pada hakikatnya, apa yang menjadi kebutuhan dasar rezeki sudah disiapkan Allah. Kita tinggal jalan saja. Langit dan tujuh lapisnya sudah disiapkan untuk rezeki kita. Coba bayangkan! Cahaya matahari dan tujuh sinarnya, tidak semuanya boleh sampai pada kulit kita. Yang boleh sampai dari tujuh sinarnya hanya sinar keenam dan ketujuh, antara infamerah dan sinar gamma. Gradasi antara keduanya adalah 0,02 kalori karena kalau lebih sedikit atau kurang sedikit saja, mati semua jaringan di bumi ini, termasuk kita.

Ini baru satu sisi dari pendukung yang disediakan Allah Ta’ala untuk kita dalam hal mencari rezeki. Belum lagi jika kita berbicara soal hantaman benda-benda langit yang setiap saat menerpa bumi. Harusnya bumi ini sudah lama hancur oleh benda-benda langit yang menghujaninya, berupa asteroid-asteroid yang besar-besar, bagaikan hujan menghujam, tetapi nyatanya sampai detik ini bumi masih selamat. Kita semuapun masih hidup. Siapa yang mengatur dan menganugerahkan semua itu?Semuanya tentu datang dari Allah

Apa yang menjadi kebutuhan rezeki manusia itu sudah ditetapkan Allah Ta’ala, dari bangun pagi hingga kembali ke rumah untuk istirahat atau hingga tidur kembali. Misalnya, adakah seseorang harus mencari oksigen dulu sebelum kantor? Adakah harus mencari ultraviolet dulu sebelum mencaro rezeki? Adakah yang harus mencari udara segar dulu sebelum keluar rumah karena udara diluar begitu panas?

Contoh-contoh tersebut dapat dijadikan dasar, bahwa umat manusia tidak perlu terlalu berambisi memburu harta karena pada dasarnya rezeki itu sudah ada sebelum kita bergerak untuk mencarinya.

*Dikutip dari Buku Masuk Surga Sekeluarga karya KH. Bachtiar Nasir