Jenis Harta Yang Wajib Dizakatkan

By ahlulquran on May 14, 2019 in Charity, Education, Uncategorized

Ada beberapa jenis harta yang tidak disyaratkan haul padanya, yaitu sebagai berikut:

  • Al-Mu’asysyar

Yaitu harta yang kadar wajib dikeluarkanya sebanyak sepersepuluh (10%) atau setengah darinya (5%); yakni yang berupa biji-bijian dan buah-buahan. Karena hasil bumi wajib ditunaikan zakatnya pada waktu musim panen, meskipun kepemilikkannya belum genap setahun.

  • Anak Hewan Ternak yang Digembalakan

Karena haul dari anak-anak hewan yang digembalakan mengikuti haul induknya; sehingga anak hewan gembalaan itu dizakati bersama induknya, jika sudah mencapai nishab. Akan tetapi, jika induknya belum mencapai nishab, maka awal perhitungan haul pemilik hewan ternak itu dimulai sejak nishabnya tercapai beserta anak-anaknya.

Misalnya, seseorang memiliki 40 ekor kambing betina. Lantas setiap kambing melahirkan 3 anak kambing, kecuali satu kambing yang melahirkan 4 ekor, hingga jumlahnya menjadi 121 ekor. Dengan demikian, orang tersebut wajib mengeluarkan zakatnya sebanyak 2 ekor kambing, meski anak-anak kambing tadi belum genap berumur satu tahun; mengingat pada saat itu, haul anak-anak kambing tersebut mengikuti induknya.

  • Laba Usaha Dagang Setelah Dikurangi Modal

Misalnya, seseorang mempunyai uang yang mencapai nishab (senilai 85 gr emas). Lantas, uang itu digunakan sebagai modal dagang dan dia mendapatkan laba dari usaha dagangnya. Maka dia wajib menunaikan zakat atas seluruh uangnya (modal+laba), bahkan walaupun labanya ini baru dia peroleh pada akhir tahun. Jadi, dia wajib menunaikan zakat dari laba tersebut sesudah dikurangi modalnya.

Adapun jika modalnya tidak mencapai nishab, lalu dia mendaatkan laba, maka awal perhitungan haulnya dimulai dari tercapainya nishab.

  • Rikaz

Yaitu harta yang terpendam sejak masa Jahiliyah. Hal ini didasarkan pada hadits Abu Hurairah, secara marfu’:

“Rikaz(harta terpendam yang ditemukan), zakatnya adalah seperlima (atau 20% dari total harta temuan).”

Sejak harta itu ditemukan, wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak 1/5 atau 20% dari totalnya. Sebab eksistensi rikaz mirip dengan buah-buahan dan biji-bijian yang merupakan hasil bumi. Karena itulah rikaz wajib ditunaikan zakatnya langsung setelah ia ditemukan, sama seperti buah-buahan ataupun biji-bijian yang wajib ditunaikan zakatnya ketika atau disaat masa panen tiba meskipun kadar yang wajib dikeluarkan berbeda.

  • Barang Tambang

Maksudnya semua barang yang ditambang dari bumi dan menjadi bahan dasar pembuatan barang yang lainnya serta memiliki nilai; seperti besi, yaqut (permata merah), zamrud, batu akik, manik-manik, celak, belerang, minyak bumi, dan aspal. Inilah definisi barang tambang.

20 Faedah Zakat dan Hikmahnya (bagian pertama)

By ahlulquran on May 13, 2019 in Education

  1. Menyempurnakan keislaman seorang hamba.
  2. Terwujudnya ketaatan dengan melaksanakan perintah Allah, mengharap pahala-Nya, takut dari adzab-Nya, dan berharap akan ridha-Nya.
  3. Mempererat jalinan kasih sayang antara orang kaya dan orang miskin. Karena, tabiat jiwa manusia cenderung mencintai orang yang berbuat baik kepadanya.
  4. Menyucikan dan membersihkan jiwa dari penyakit hati, yaitu sifat bakhil.
    “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka…” (QS. At-Taubah [9]: 103)
  5. Membiasakan seorang muslim memiliki sifat murah hati dan dermawan, kasih sayang (bersimpati) kepada orang yang sedang membutuhkan, serta menyayangi kaum miskin.
  6. Menjaga hati dari penyakit kikir. Demikian sebagaimana Allah SWT berfirman:
    “…Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr [59]: 9)
  7. Menuai berkah, sebagai tambahan (rezeki) untuk orang yang ikhlas melaksanakannya, dan mendapat ganti dari Allah SWT; sebagaimana firman-Nya: “…Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.” (QS. Saba’ [34]: 39 Allah juga berfirman di dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda: “Allah berfirman: Berinfaklah wahai anak Adam, niscaya Aku akan berinfak untukmu.” Harta tidak akan berkurang karena bersedekah. Allah akan menambah kemuliaan bagi orang yang suka memaafkan. Tidaklah seseorang bertawadhu (yakni merendahkan diri) di hadapan Allah SWT melainkan Allah pasti meninggikan derajatnya. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasul SAW bersabda: “Tidak ada satu pagi hari pun yang dialami oleh manusia melainkan pada pagi hari itu ada dua malaikat yang turun ke dunia. Malaikat pertama berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.” Malaikat kedua berdoa: “Ya Allah, berikanlah kerugian kepada orang yang enggan berinfak (yakni bersikap bakhil).
    Dari Asma binti Abu Bakar ra, dia mengutarakan: “Rasulullah SAW bersabda:
    “Berilah, tebarkanlah, atau infakkanlah hartamu. Jangan kamu bakhil sehingga Allah akan bakhil kepadamu. Jangan kamu menahan (timbun) hartamu dalam bejana sehingga Allah akan menahan (karunia-Nya) terhadapmu.” Dalam riwayat Al-Bukhari redaksinya: “Jangan kamu simpan (hartamu) sehingga Allah pun akan menyimpan (karunianya) darimu.
  8. Zakat menjadi burhan (bukti) keikhlasan beragama orang yang menunaikannya. Ini berdasarkan riwayat Abu Malik Al-Asy’ari, yang di dalamnya disebutkan: “…Sedekah adalah burhan (bukti).”
  9. Zakat melapangkan dada orang yang menunaikannya. Seorang muslim, jika dia berbuat baik kepada sesame makhluk dan memberi manfaat dengan memberikan sebagian harta bagi mereka dan dengan berbagai jenis kebaikan, maka dadanya pun menjadi lapang. Ketahuilah, orang yang dermawan dan selalu berbuat baik adalah orang yang paling lapang dadanya, paling baik jiwanya, dan paling lembut hatinya. Sedangkan orang bakhil yang tidak berbuat baik-kepada sesama makhluk – adalah orang yang paling sempit dadanya, paling keruh hidupnya, dan paling banyak keresahan dan kegundahannya. Namun, pemberian harus dilandasi jiwa yang baik (kerelaan hati) dan harta tersebut haruslah dikeluarkan dari hati sebelum dikeluarkan dari tangan pelakunya.
  10. Zakat menjadikan orang muslim sebagai mukmin yang sempurna, orang beriman sejati. Ini didasarkan pada riwayat Anas bin Malik ra, dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman sampai dia menyukai untuk saudaranya dalam riwayat yang lain: tetangganya- sesuatu yang dia sukai untuk diri sendiri.

*) Diambil dari buku Ensiklopedi Zakat karya Dr: Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani.

Wisuda SMA AQL Islamic School Angkatan Pertama Putra.

By ahlulquran on April 25, 2019 in Education

Purwakarta (25/4), Alhamdulillah hari ini telah terselenggara prosesi wisuda SMA AQL Islamic School Angkatan Pertama Putra.

Sebanyak 23 santri telah berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

Laznas AQL memberikan penghargaan kepada 3 santri terbaik dibidang hafalan, akademik dan akhlak.

AQL Islamic School sendiri merupakan salah satu pesantren binaan Laznas AQL yang termasuk dalam program Orangtua Asuh Penghafal Quran.

Jazakumullah Khairan Katsiran kepada orangtua asuh yang sudah mendukung dan membantu pendidikan santri selama ini.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan memberikan keberkahan di setiap rezekinya.