
Harta adalah apa yang dimiliki seseorang berdasarkan titipan dari Allah selama hidup di dunia, yang bisa digunakan untuk pangan, sandang, papan, serta kebutuhan sekunder dan tersier untuk menunjang kehidupan seseorang.
Namun, apakah harta tersebut bisa dibawa jika seseorang itu telah meninggal dunia? Tentu saja tidak, karena yang dibawa ke liang lahat ketika seseorang meninggal hanyalah sehelai kain putih beserta amalan amalannya.
Bicara soal amalan, dari harta tersebut seseorang bisa membuat banyak amalan sehingga hartanya menjadi bekal kelak ia di akhirat. Karena pada dasarnya apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Jika kita di dunia banyak memberi dengan harta kita, maka di akhirat kita akan menjemput balik apa yang telah kita berikan.
Lalu apakah sedekah harus dalam jumlah yang besar dari harta yang dimiliki? Tentu saja tidak, Sahabat. Seseorang dianjurkan sedekah tetapi tetap harus mementingkan kebutuhan pokok bagi dirinya, keluarga dan saudaranya. Setelah itu jika ia masih memiliki kelebihan harta maka dianjurkan untuk bersedekah di tempat lainnya.
Jika kamu merasa, “Saya bukan orang kaya tapi saya gemar bersedekah dan saya ingin rutin bersedekah.” Maka kamu bisa melakukan sedekah istiqomah dengan menaruh selembar seribu rupiah setiap harinya di dalam sebuah kaleng setiap selesai melaksanakan sholat subuh. Kelak kaleng itu terisi penuh dapat berguna bagi anak-anak di Indonesia yang membutuhkan bantuan biaya sekolah demi menunjang pendidikan mereka dalam menggapai cita-cita.
Titipkan amanah celengan sedekah subuhmu bersama Laznas AQL untuk ringankan biaya pendidikan anak bangsa.