MENGENAL NAMA LAIN DARI ALQURAN
Al-Quran yang kita ketahui adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah Subhanahuwata’ala yang wajib dibaca, dipelajari dan dipahami serta memiliki fungsi sebagai petunjuk atau pedoman hidup. Al-Quran merupakan mukjizat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam yang diberikan melalui perantara malaikat Jibril dan diturunkan secara berangsur-angsur.
Mengenalkan Al-Quran pada anak sejak dini menjadi hal yang wajib dilakukan oleh orangtua agar anak tumbuh dan berkembang memiliki pondasi yang kuat dalam beragama.
Tapi tahu kah kamu bahwasanya Al-Quran memiliki nama lain selain yang kita kenal sekarang ini? Yuk mari kita simak rangkuman berikut tentang nama lain dari Al-Quran agar memudahkan kita untuk mengajarkannya pada anak.
- Al-Kitab (Kitab Yang Tertulis)
Hal ini terdapat dalam Quran surat Al Baqarah ayat 2 yang berbunyi;
Żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn
Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”
- Al-Huda (Petunjuk)
- Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi;
Syahru ramadanallazi unzila fihil-qur’anu hudal lin-nasi wa bayyinatim minal-huda wal-furqan, fa man syahida mingkumusy-syahra falyasum-h, wa mang kana meridian au’ala safarin fa ‘iddatum min ayyamin ukhar, yuridullahu bikumul-yusra wa la yuridu bikumul-usra wa litukmilul-’iddata wa litukbbirullaha ‘ala ma hadakum wa la’allakum tasykurun.
Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (Qs. Al-Baqarah: 185)
- Al-Fusillat ayat 44 yang berbunyi,
Wa law ja’alnaahu Qur-aanan A’jamiyyal laqooluu law laa fussilat Aayaatuhuu ‘a A’jamiyyunw wa ‘Arabiyy; qul huwa lillaziina aamanuu hudanw wa shifaaa’unw wallaziina la yu’minuuna fiii aazaanihim waqrunw wa huwa ‘alaihim ‘amaa; ulaaa’ika yunaadawna mim maa.
Artinya: “Dan sekiranya Al-Qur’an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut (Al-Qur’an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul), orang Arab? Katakanlah, “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur’an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”” (QS. Al-Fusillat ayat 44)
- Al-Furqan (Pembeda)
Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Furqan ayat 1 yang berbunyi,
Tabārakallażī nazzalal-furqāna ‘alā ‘abdihī liyakụna lil-‘ālamīna nażīrā
Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” (QS. Al-Furqan: 1)
- Ar-Rahmah (Rahmat)
Alquran akan melahirkan hikmah, rahmat, dan juga iman bagi manusia yang senantiasa berpegang teguh pada Alquran.
Wa nunazzilu minal-qur`āni mā huwa syifā`uw wa raḥmatul lil-mu`minīna wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā
Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS, Al-Isra: 82)
- Ar-Ruh (Roh)
Dalam hal ini Alquran dinilai sebagai roh untuk menghidupkan hati yang telah mati sehingga dapat lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Wa każālika auḥainā ilaika rụḥam min amrinā, mā kunta tadrī mal-kitābu wa lal-īmānu wa lākin ja’alnāhu nụran nahdī bihī man nasyā`u min ‘ibādinā, wa innaka latahdī ilā ṣirāṭim mustaqīm
Artinya: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syu’araa: 52)
- Asy-Syifa (Obat)
Sebagai penyembuh dan penawar beberapa penyakit pada umat manusia, seperti sombong, ragu, bahkan syirik.
yā ayyuhan-nāsu qad jā`atkum mau’iẓatum mir rabbikum wa syifā`ul limā fiṣ-ṣudụri wa hudaw wa raḥmatul lil-mu`minīn
Artinya: “wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (al-qur’an) dari tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)
- Al-Haq (Kebenaran)
Segala yang tergantung dalam Alquran merpakan kebenaran, baik itu tentang kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat.
Al-ḥaqqu mir rabbika fa lā takụnanna minal-mumtarīn
Artinya: Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (QS. Al-Baqarah: 147)
- Al-Mauizhah dan Al-Bayan (Nasehat dan Penerangan)
Al-Muizhah artinya nasihat dan AL-Bayyan artinya penerangan. Kedua kata tersebut menjelaskan bahwa Alquran memberikan nasehat dan penerangan untuk umat manusia perihal mana yang baik dan buruk. Dalam QS. Al Baqarah ayat 138 Allah berfirman;
Haazaa bayaanul linnaasi wa hudanw wa maw’izatul lilmuttaqiin
Artinya: “Inilah (Al-Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah ayat 138)
- Adz-Dzikru (Pemberi Peringatan)
Al-Quran sebagai Adz-Dzikru bersifat memberikan peringatan kepada umat manusia yang sering hilaf dan lupa.
Innā naḥnu nazzalnaż-żikra wa innā lahụ laḥāfiẓụn
Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)
- An-Nuur (Cahaya)
Yā ahlal-kitābi qad jā`akum rasụlunā yubayyinu lakum kaṡīram mimmā kuntum tukhfụna minal-kitābi wa ya’fụ ‘ang kaṡīr, qad jā`akum minallāhi nụruw wa kitābum mubīn.
Artinya: “Wahai ahli kitab! Sungguh, rasul kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menjelaskan.” (QS. Al-Maidah: 15)
- Al-Burhan (Bukti Kebenaran)
Seluruh isi di dalam Alquran mengandung arti yang sebenarnya dan sudah dibuktikan akan kebenaran isi yang ada di dalamnya. Sering sekali kita melihat fenomena yang terjadi di muka bumi ini sesuai dengan yang terkandung dalam Alquran. Hal tersebut menandakan bahwa Alquran merupakan bukti suatu kebenaran.
Yā ayyuhan-nāsu qad jā`akum bur-hānum mir rabbikum wa anzalnā ilaikum nụram mubīnā
Artinya: Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an). (QS. An-Nisa: 174)
- Al- Busyra (Berita Gembira)
Wa yauma nab’aṡu fī kulli ummatin syahīdan ‘alaihim min anfusihim wa ji`nā bika syahīdan ‘alā hā`ulā`, wa nazzalnā ‘alaikal-kitāba tibyānal likulli syai`iw wa hudaw wa raḥmataw wa busyrā lil-muslimīn
Artinya: “dan (ingatlah) pada hari (ketika) kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan kami turunkan kitab (Al-qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).” (QS. An-Nahl: 89)