20 Faedah Zakat dan Hikmahnya (bagian kedua)

20 Faedah Zakat dan Hikmahnya (bagian kedua)

By ahlulquran on May 29, 2019 in Uncategorized

11. Zakat ialah salah satu sebab masuk Ssurga, yakni bagi siapa saja muslim yang menunaikannya denga ikhlas karena Allah. Ini berdasarkan riwayat dari Abu Malik al-Asy’ari, dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau pernah bersabda:

“Sesungguhnya di Surga terdapat beberapa ruangan yang bagian luarnya bisa dilihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya bisa dilihat dari bagian luarnya. Ruangan-ruangan tersebut Allah persiapkan bagi orang yang memberi makan (orang lain), lemah lembut dalam berbicara, rajin berpuasa, suka menebarkan salam, serta shalat malam ketika semua orang tidur nyenyak.

12. Zakat menjadikan masyarakat muslim seperti sebuah keluarga. Orang yang kuat serta mampu dari mereka mengasihi orang yang lemah, orang kaya berbuat baik kepada orang miskin. Hingga orang yang punya harta merasa wajib berbuat baik ataupun membantu orang lain yang sedang dalam kesusahan, sebagaimana Allah berbuat baik kepadanya.

13. Zakat dapat memadamkan gejolak atau panasnya hati orang-orang miskin. Karena, orang fakir mudah marah ketika melihat orang-orang kaya tengah bergelimang kenikmatan. Ketika orang-orang kaya menginfakkan hartanya kepada orang-orang miskin, maka secara tak langsung mereka telah memadamkan gejolak dan juga meredam amarah kaum fakir itu.

14. Zakat mencegah tindak kriminal yang terkait dengan harta, seperti pencurian dan perampokan. Sebab orang miskin telah mendapat kecukupan dari zakat, sedekah, atau infak yang diterimanya, hingga dia tidak tertarik melakukan tindak kriminal.

15. Zakat adalah penyelamat hamba kelak dari panasnya hari Kiamat. Hal ini didasarkan pada hadits atau riwayat shahih dari Uqbah bin Amir, dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda: “Setiap orang akan tetap berada di bawah bayang-bayang sedekahnya sampai perkara seluruh hamba diputuskan.

Atau beliau bersabda: “… sampai Allah memutus perkara semua orang.”

Dalam riwayat yang lain, redaksinya:

“Sesungguhnya naungan mukmin pada hari Kiamat tidak lain adalah sedekahnya.”

Yazid-seorang perawi hadits ini-berkata: “Abu al-Khair-yaitu perawi Hadits dair Uqbah-tidak melewati satu hari pun melainkan selalu bersedekah dengan apa saja, walaupun dengan sepotong kue, bawang, atau selainnya.”

Rasulullah juga pernah bersabda tentang salah seorang dari tujuh orang yang kelak dinaungi dalam naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan ilahi:

“… dan seseorang yang bersedekah secara rahasia sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakan oleh tangan kanannya.”

16. Zakat adalah salah satu faktor untuk seorang muslim supaya mengetahui hudud (hukum-hukum) Allah dan memahami ajaran agama-Nya. Sebab tidaklah seorang muslim dapat menunaikan zakat sebelum mengetahui hukum-hukumnya, harta apa saja yang harus dizakati olehnya, nishab-nishabnya, sanksi untuk orang yang enggan menunaikannya, dan hal-hal syar’I lainnya yang perlu diketahui sebelum mengamalkan syariat ini.

17. Zakat itu pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu azab. Hal ini didasarkan pada hadits dari Ibnu Umar ra:

“…dan tidaklah mereka enggan menunaikan zakat harta mereka melainkan akan ditahan turunnya hujan dari langit untuk mereka. Seandainya bukan karena binatang ternak, maka sungguh hujan tidak akan pernah diturunkan untuk mereka…”

18. Zakat mampu menghapus kesalahan-kesalahan hamba, berdasarkan hadits Mu’adz ra:

“Sedekah dapat menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api.”

19. Menunaikan zakat adalah bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah. Mensyukuri nikmat menyebabkan nikmat itu bertambah, sesuai firman Allah azza wa jalla:

Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu beryukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu …” (QS. Ibrahim [14] : 7)

20. Zakat melipat gandakan pahala. Firman Allah:

Pereumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]:261)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *